Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Persiapan Nikah Kilat

5 Hal yang Bisa Terjadi Saat Menyiapkan Pernikahan dalam Waktu Singkat

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 24 Apr 2015 10:12 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Menyiapkan pernikahan umumnya diperlukan waktu delapan bulan hingga satu tahun untuk mematangkan rencananya. Tetapi ada juga pasangan yang menyiapkan semuanya dalam waktu singkat atau kurang dari enam bulan atau bahkan tiga bulan.
 
Ketika semuanya serba dikerjakan secara cepat sang calon pengantin harus tegas dalam membuat keputusan. Saat mempersiapkan pernikahan dengan kilat ini, ada hal-hal yang bisa saja terjadi. Apa saja?

1. Bermasalah dengan Vendor
Menyiapkan pernikahan dalam waktu singkat sebaiknya mempersiapkan diri saat terjadi kendala. Tiara Josodirjo selaku pemilik jasa wedding organizer TJ & A menjelaskan permasalahan tersebut bisa datang dari berbagai sumber, salah satunya yang paling sering adalah dengan vendor pernikahan.

"Banyak hal ya, misalnya lagi hujan terus mobilnya vendor terjebak macet jadi telat datang atau dari proses produksi yang terhambat jadi selesainya lama. Atau pesanan souvenir belum selesai diproduksi," jelas Tiara saat berbincang dengan Wolipop di kediamannya di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Berubah Pikiran
Memang tak ada salahnya untuk berdiskusi terlebih dahulu dengan keluarga atau teman terdekat tentang konsep pernikahan yang diinginkan sesuai dengan sisa waktu yang tersedia. Namun hal ini bisa mengakibatkan Anda berubah kepikiran dalam mengambil keputusan sehingga harus melakukan semuanya dari awal lagi.

"Saran dari teman atau keluarga bisa ditampung dulu kemudian di pilih lagi mana masukan yang paling baik. Karena pada akhirnya, keputusan terakhir ada di tangan calon pengantin," ujar lulusan jurusan manajemen Harvard University Amerika itu.

3. Konflik dengan Keluarga
Pernikahan tak hanya menyatukan dua kekasih tetapi juga dua keluarga besar. Tak heran sebelum terjadinya pernikahan banyak muncul konflik dengan keluarga sendiri maupun keluarga calon besan. Konflik bisa datang dari berbagai aspek, misalnya perbedaan adat dan budaya, konsep pesta, teknis pelaksanaan akad nikah, hingga hal-hal kecil lainnya.

4. Ada 'Pahlawan Kesiangan'
Tak hanya keluarga inti saja yang terlibat dalam acara pernikahan, rupanya ada juga 'pahlawan kesiangan' yang berasal dari keluarga besar. Mereka banyak memberikan masukan namun tidak disertai dengan bantuan yang nyata. Bisa juga mereka menyuruh sang pengantin untuk melakukan hal-hal atau tradisi-tradisi yang sebenarnya tidak ingin dilakukan pengantin.

5. Emosional
Seperti calon pengantin pada umumnya, dalam menghadapi hari-H ada banyak perasaan yang bergejolak di dalam hati. Hal ini bisa menjadikan mereka sedikit emosional sebagai luapan perasaan atas hal-hal yang dipendamnya selama ini. Bisa saja ia menjadi mudah tersinggung, mudah marah, atau menangis. Perasaan ini wajar terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja baik calon pengantin wanita maupun pria.

(int/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads