Tak Bisa Matematika, Calon Pengantin Pria Ditinggalkan di Pelaminan
wolipop
Minggu, 15 Mar 2015 12:15 WIB
Jakarta
-
Kecerdasan memang menjadi salah satu kualitas utama yang dicari wanita dalam seorang calon suami. Meski tidak rupawan atau berlimpah harta, lelaki yang pintar kadang lebih berhasil menaklukan hati bahkan dianggap seksi. Menurut penelitian, wanita mencari pria berpendidikan karena ingin 'menularkan' gen terbaik pada calon anak-anaknya nanti.
Hal itu juga yang dicari oleh seorang calon pengantin wanita asal India ini. Warga desa Rasoolabad tersebut tidak mau kompromi soal kepintaran. Ketika bertemu dengan calon suami dengan cara dijodohkan, wanita itu mengukur kecerdasan mempelai pria sesaat sebelum prosesi pernikahan.
Bukan menanyakan tentang pengetahuan sains atau imu politik, ia hanya memintanya memecahkan soal matematika mudah. 15 + 6 mungkin adalah pertanyaan yang mudah dijawab oleh anak kecil. Ketika pria tersebut memberi jawaban 17, saat itu juga wanita itu langsung meninggalkannya.
"Keluarga calon mempelai pria menutupi pendidikannya yang buruk. Bahkan anak kelas satu Sekolah Dasar bisa menjawab itu," ungkap ayah dari calon mempelai wanita, Mohar Sigh pada Dailymail.
Meski keluarga pria sudah membujuk si calon pengantin untuk kembali, wanita tersebut menolak keras. Alhasil pernikahan pun dibatalkan. Kasus ini bahkan melibatkan pihak kepolisian untuk memediasi dua belah pihak keluarga. Mereka akhirnya mengembalikan semua hadiah dan perhiasan yang menjadi 'serah-serahan' perkawinan.
Menikah dengan dijodohkan memang masih banyak dilakukan orang India. Umumnya kedua colon pengantin kurang mengenal satu sama lain dan hanya bertemu beberapa kali sebelum proses pernikahan. Ternyata ada beberapa kasus wanita yang meninggalkan calon suaminya karena 'kekurangan' yang baru diketahui sesaat sebelum mengucap janji.
Misalnya yang terjadi pada sepasang calon pengantin Indira dan Jugal Kishore. Sesaat sebelum janji pernikahan terucap, Jugal jatuh pingsan. Marah karena tidak diberi tahu mengenai kondisi kesehatan calonnya, Indira meminta Harpal Singh untuk menggantikan saudaranya yang dilarikan ke rumah sakit. Mengenakan jaket kulit dan celana jeans, Harpal pun bersedia untuk menikahi Indira. Setelah selesai diobati, Jugal yang malang pun harus menemukan calon istrinya sudah diambil orang lain.
(ami/eny)
Hal itu juga yang dicari oleh seorang calon pengantin wanita asal India ini. Warga desa Rasoolabad tersebut tidak mau kompromi soal kepintaran. Ketika bertemu dengan calon suami dengan cara dijodohkan, wanita itu mengukur kecerdasan mempelai pria sesaat sebelum prosesi pernikahan.
Bukan menanyakan tentang pengetahuan sains atau imu politik, ia hanya memintanya memecahkan soal matematika mudah. 15 + 6 mungkin adalah pertanyaan yang mudah dijawab oleh anak kecil. Ketika pria tersebut memberi jawaban 17, saat itu juga wanita itu langsung meninggalkannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski keluarga pria sudah membujuk si calon pengantin untuk kembali, wanita tersebut menolak keras. Alhasil pernikahan pun dibatalkan. Kasus ini bahkan melibatkan pihak kepolisian untuk memediasi dua belah pihak keluarga. Mereka akhirnya mengembalikan semua hadiah dan perhiasan yang menjadi 'serah-serahan' perkawinan.
Menikah dengan dijodohkan memang masih banyak dilakukan orang India. Umumnya kedua colon pengantin kurang mengenal satu sama lain dan hanya bertemu beberapa kali sebelum proses pernikahan. Ternyata ada beberapa kasus wanita yang meninggalkan calon suaminya karena 'kekurangan' yang baru diketahui sesaat sebelum mengucap janji.
Misalnya yang terjadi pada sepasang calon pengantin Indira dan Jugal Kishore. Sesaat sebelum janji pernikahan terucap, Jugal jatuh pingsan. Marah karena tidak diberi tahu mengenai kondisi kesehatan calonnya, Indira meminta Harpal Singh untuk menggantikan saudaranya yang dilarikan ke rumah sakit. Mengenakan jaket kulit dan celana jeans, Harpal pun bersedia untuk menikahi Indira. Setelah selesai diobati, Jugal yang malang pun harus menemukan calon istrinya sudah diambil orang lain.
(ami/eny)










































