Sebelum Menikah, Diskusikan 7 Masalah Finansial Ini dengan Pasangan
Rahmi Anjani - wolipop
Sabtu, 07 Mar 2015 10:40 WIB
Jakarta
-
Ketika dua orang yang saling mencintai telah setuju untuk menikah banyak hal yang perlu mereka urus. Selain mencari gedung, gaun, atau cincin, mereka juga perlu mengenal pasangan lebih dekat lagi. Misalnya dengan mengetahui bagaimana cara kekasih yang akan istri atau suami mengatur keuangan. Hal ini cukup penting untuk dibasah karena selain cinta, finansial adalah salah satu hal yang perlu dikuatkan dalam rumah tangga. Lalu hal apa saja yang harus didiskusikan terkait keuangan dengan pasangan sebelum menikah?
1. Detail Pendapatan dan Ketakutan
Ketika masih pacaran, mungkin sepasang kekasih segan membahas mengenai pendapatan. Kalaupun tahu nilai penghasilan masing-masing, keduanya mungkin masih tidak memahaminya secara jelas. Sebaiknya diskusikan semua hal tentang finansial seperti bonus, tunjangan, dan lain-lain. Kemudian bicarakan juga perihal ketakutan dan harapan terkait finansial saat nanti berumah tangga.
2. Tabungan
Setelah berkeluarga mungkin Anda sudah tidak bisa menghabiskan uang seperti dulu. Umumnya dua belah pihak harus sedikit berhemat agar bisa menabung untuk membeli rumah, mobil, atau menyediakan dana pendidikan untuk anak. Jika dari pembicaraan tentang penghasilan terlihat jika pendapatan Anda berdua tidak cukup untuk membeli fasilitias atau menyelenggarakan pernikahan mewah, sebaiknya menabunglah lebih banyak.
3. Kurangi Hutang
Penting untuk mengetahui seberapa banyak hutang pasangan. Bila ia banyak meminjam uang atau belum membayar tagihan kartu kredit, Anda harus mengingatkannya untuk segera melunasi. Begitu pula dengan Anda sendiri.
4. Asuransi
Wanita butuh merasa 'aman' sebelum memasuki bahtera rumah tangga. Jadi wajar jika ia ingin tahu jika pasangannya bisa memenuhi dan menjamin kebutuhannya. Untuk itu, cari tahu jika calon suami punya asuransi. Jika sudah ada, pastikan jika Anda nanti masuk dalam jaminan asuransinya. Begitu juga dengan hak waris.
5. Kebiasaaan Menggunakan Kartu Kredit
Sebelum menikah Anda dan pasangan harus terbuka mengenai barang-barang sering dibeli dengan kartu kredit. Hal tersebut penting dilakukan untuk melindungi Anda dari hal-hal yang merugikan di masa depan. Jika pasangan tidak memiliki sesuatu yang disembunyikan, ia pasti bersedia.
6. Perjanjian Pranikah
Perjanjian pranikah memang bukan topik romantis untuk dibicarakan. Namun hal ini memang diperlukan untuk sebagian pasangan yang ingin melindungi asetnya. Bukan untuk mempersiapkan perceraian, perjanjian pranikah dihadirkan demi berjaga-jaga sebelum timbulnya konflik yang tidak diinginkan. Diskusikan apa Anda dan pasangan benar-benar membutuhkan surat ini.
7. Jaminan Kesehatan
Sebelum menikah, pastikan jika kesehatan Anda nanti terjamin asuransi. Apalagi jika Anda berencana untuk langsung punya anak. Bila Anda dan pasangan belum punya asuransi kesehatan dan ingin memiliki, sebaiknya mulai rencanakan dari sekarang.
(ami/asf)
1. Detail Pendapatan dan Ketakutan
Ketika masih pacaran, mungkin sepasang kekasih segan membahas mengenai pendapatan. Kalaupun tahu nilai penghasilan masing-masing, keduanya mungkin masih tidak memahaminya secara jelas. Sebaiknya diskusikan semua hal tentang finansial seperti bonus, tunjangan, dan lain-lain. Kemudian bicarakan juga perihal ketakutan dan harapan terkait finansial saat nanti berumah tangga.
2. Tabungan
Setelah berkeluarga mungkin Anda sudah tidak bisa menghabiskan uang seperti dulu. Umumnya dua belah pihak harus sedikit berhemat agar bisa menabung untuk membeli rumah, mobil, atau menyediakan dana pendidikan untuk anak. Jika dari pembicaraan tentang penghasilan terlihat jika pendapatan Anda berdua tidak cukup untuk membeli fasilitias atau menyelenggarakan pernikahan mewah, sebaiknya menabunglah lebih banyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penting untuk mengetahui seberapa banyak hutang pasangan. Bila ia banyak meminjam uang atau belum membayar tagihan kartu kredit, Anda harus mengingatkannya untuk segera melunasi. Begitu pula dengan Anda sendiri.
4. Asuransi
Wanita butuh merasa 'aman' sebelum memasuki bahtera rumah tangga. Jadi wajar jika ia ingin tahu jika pasangannya bisa memenuhi dan menjamin kebutuhannya. Untuk itu, cari tahu jika calon suami punya asuransi. Jika sudah ada, pastikan jika Anda nanti masuk dalam jaminan asuransinya. Begitu juga dengan hak waris.
5. Kebiasaaan Menggunakan Kartu Kredit
Sebelum menikah Anda dan pasangan harus terbuka mengenai barang-barang sering dibeli dengan kartu kredit. Hal tersebut penting dilakukan untuk melindungi Anda dari hal-hal yang merugikan di masa depan. Jika pasangan tidak memiliki sesuatu yang disembunyikan, ia pasti bersedia.
6. Perjanjian Pranikah
Perjanjian pranikah memang bukan topik romantis untuk dibicarakan. Namun hal ini memang diperlukan untuk sebagian pasangan yang ingin melindungi asetnya. Bukan untuk mempersiapkan perceraian, perjanjian pranikah dihadirkan demi berjaga-jaga sebelum timbulnya konflik yang tidak diinginkan. Diskusikan apa Anda dan pasangan benar-benar membutuhkan surat ini.
7. Jaminan Kesehatan
Sebelum menikah, pastikan jika kesehatan Anda nanti terjamin asuransi. Apalagi jika Anda berencana untuk langsung punya anak. Bila Anda dan pasangan belum punya asuransi kesehatan dan ingin memiliki, sebaiknya mulai rencanakan dari sekarang.
(ami/asf)










































