Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pria Ini Tak Sadar Kirim Kado ke Wanita yang Dinikahinya 14 Tahun Kemudian

wolipop
Rabu, 10 Des 2014 10:06 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Facebook Tyrel-Joana Wolfe
Jakarta -

Cerita pertemuan antara sejoli Tyrel Wolfe dan Joana Marchan bagaikan cerita dalam novel percintaan. Keduanya dipertemukan melalui sebuah kado Natal yang dikirimkan oleh Tyrel. Si pria tidak sadar kalau dia mengirimkan kado tersebut pada wanita yang ternyata menjadi istrinya 14 tahun kemudian. Bagaimana kisah mereka?

Semua bermula saat Tyrel baru berusia tujuh tahun. Pria yang tinggal di Midville, Idaho, Amerika Serikat, itu diajak kedua orangtua untuk berperan serta membantu sesama dengan mengirimkan kado Natal yang terbuat dari kardus sepatu dan diisi berbagai perlengkapan sekolah, mandi dan mainan kecil. Kado tersebut akan diberikan pada anak-anak di Filipina melalui sebuah lembaga amal.

Setiap kado yang dikirimkan kepada anak-anak di Filipina itu tidak hanya berisi hadiah. Di dalam kotak kado disertakan juga foto, nama dan alamat rumah dari si pengirim. Dan Tyler menyertakan foto dirinya tengah berpose dengan latar belakang pegunungan memakai baju koboi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun demi tahun berlalu, Tyrel tidak pernah ingat lagi akan kado yang dikirimkannya itu. Hingga suatu hari pada 2009, dia menerima permintaan berteman di Facebook dari seorang wanita bernama Joana Marchan. Merasa tidak kenal, dia pun mengabaikan permintaan tersebut.

Dua tahun berlalu, wanita yang sama mengajukan lagi permintaan berteman pada Tyrel. Penasaran, pria tersebut pun mengirimkan pesan pada Joana dan bertanya bagaimana dia bisa mengenalnya. Dan si wanita menjawab pesan tersebut. Dalam surat elektroniknya dia mengaku sebagai gadis asal Filipina yang menerima kado Natal dari Tyrel. Dia ingin mengucapkan terimakasih karena kado tersebut benar-benar berarti dan berguna untuknya. Saat itu Tyrel tidak terlalu ingat soal kado tersebut. Dia pun bertanya pada ibunya, Denise, dan barulah dia ingat.

Dalam suratnya di Facebook Joana mengatakan dia sebenarnya pernah mengirimkan surat via pos ke alamat rumah Tyler. Surat ucapan terimakasih itu rupanya tidak pernah sampai. "Aku penasaran seperti apa dia sekarang. Apakah dia juga kuliah sepertiku," demikian kata Joana, seperti dikutip People saat ditanya alasannya mencari dan mengirimkan pesan pada Tyrel di Facebook.

Setelah mengetahui siapa Joana, Tyrel pun berteman dengan wanita itu via situs jejaring sosial. Mereka kemudian rutin berkomunikasi dan menyadari menemukan banyak kesamaan seperti soal agama dan hobi mendengarkan musik.

Setahun saling mengobrol via internet, Tyrel dan Joana memutuskan bertemu langsung. Pada Mei 2013 setelah Tyrel lulus sekolah menengah dan mengumpulkan uang dengan bekerja untuk usaha ayahnya, dia terbang ke Manila, Filipina. Selama 10 hari dia berada di negeri tersebut.

"Aku tahu aku mengambil risiko besar. Aku belum pernah pergi sendirian, apalagi di negara asing dan aku akan bertemu dengan orang yang aku belum kenal atau bahkan mungkin tidak ada," ucap Tyler yang kini sudah berusia 20 tahun.

Selama perjalanan panjang ke Filipina dari Idaho, Tyler diliputi rasa cemas, grogi sekaligus bersemangat. Rasa penasarannya akhirnya terjawab saat dia bertemu Joana. Awalnya dia mengira sedang bermimpi karena benar-benar bertemu wanita yang selama ini hanya ditemuinya melalui internet. "Aku langsung merasa tertarik padanya," katanya.

Saat berada di Filipina dan bertemu keluarga Joana, Tyler merasa kini matanya juga lebih terbuka dalam hal melihat kehidupan di dunia lain. Di negeri tersebut dia melihat bagaimana keluarga Joana hidup dalam rumah yang kecil. Dalam satu rumah ada delapan anggota keluarga dan kalau malam mereka tidur di satu kamar.

"Di sini di Amerika, banyak orang mendapat kenikmatan dan setelah melihat rumah Joana, aku jadi memiliki pandangan berbeda dalam melihat kehidupan," ujarnya.

Setelah 10 hari berlalu, Tyler harus kembali ke Amerika Serikat. Dia dan Joana sama-sama merasa berat untuk berpisah karena sudah saling jatuh cinta. Dia pun berjanji akan membawa Joana ke negaranya.

Hubungan pasangan muda itu kembali berlanjut via dunia maya. Dan pada 27 November 2013, Tyler kembali terbang ke Filipina untuk meminta restu ayah kekasihnya karena dia ingin menikahi Joana. Dan restu itu pun didapat. Namun dari pihak ibunda Tyler ada keraguan karena merasa keduanya masih terlalu muda. Tapi Tyler mencoba meyakinkan dan restu kedua orangtua diperolehnya.

Tyler pun terbang bersama ayahnya ke Filipina untuk menemui keluarga Joana pada Mei 2014 lalu. Pesta pertunangan pun digelar saat mereka sudah tiba. Dan setelah itu jalan menuju pernikahan dimulai. Joana mengajukan aplikasi visa untuk tinggal di Amerika Serikat. Pada 4 September, dia dan Tyler sudah tinggal di kota yang sama.

Pernikahan pasangan muda itu kemudian digelar pada 5 Oktober 2014 di rumah keluarga Tyler. Sayangnya pernikahan yang dihadiri 100 tamu itu tidak bisa dilihat langsung langsung oleh kedua orangtua Joana karena gagal mendapatkan visa. Pada hari bahagianya itu Tyler mengenakan barong, baju tradisional pengantin pria Filipina.

Setelah menikah, pasangan ini berkomitmen untuk mengirimkan kado pada anak-anak yang membutuhkan setiap Natal. Dan di dalam kotak kado itu akan disertakan juga kisah pertemuan mereka. "Kami bukan bermaksud memberikan mereka khayalan, tapi kami ingin menunjukkan bahwa kami peduli dan ingin berbagi cinta kami," ujar Tyler.

(eny/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads