Tidak Tahan karena Suami Suka Berkata Kasar? Ini yang Harus Dilakukan
Kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT tidak melulu melibatkan fisik. Hinaan atau perkataan kasar dari pasangan juga dapat dikategorikan KDRT. Apakah suami Anda kerap melakukan hal tersebut? Jika iya, sebaiknya jangan hanya berdiam diri dan pasrah.
Psikolog Ratih Ibrahim mengatakan, perkataan dan perlakuan kasar pasangan bukanlah hal yang pantas untuk dilakukan karena istri pada dasarnya memiliki hak untuk dihormati, dihargai dan diperlakukan dengan pantas. Ketika seorang istri membiarkan perkataan dan perlakuan kasar suami, hal itu hanya akan membuat tindakan yang sama terulang terus-menerus.
"Kondisi ini bisa berdampak buruk untuk kesehatan mental diri dan mengancam pernikahan," jelas Ratih yang merupakan pendiri pusat konseling PT Personal Growth itu dalam konsultasi cintanya pada pembawa Wolipop.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa juga diungkapkan psikolog Kasandra Putranto. "Ada orang-orang tertentu yang memiliki sifat keras baik itu diturunkan dari ayah atau ibu. Sifat itu lahir dari cara mereka dibesarkan, misalnya orangtua yang cenderung otoriter dan suka mengatur orang lain," ujarnya saat diwawancara Wolipop beberapa waktu lalu.
Meskipun sikap kasar suami ini bisa jadi karena faktor genetik dan lingkungannya, ditekankan Ratih dan Kasandra, tetap saja hal tersebut jangan ditolerir. Yang sebaiknya dilakukan ketika sudah tidak tahan dengan ucapan kasar suami adalah dengan membicarakannya atau mengkonfrontasi pada pasangan.
Carilah waktu dan tempat yang tepat untuk mengajak suami berdiskusi serius. "Mulailah dengan memberitahukan bahwa Anda peduli dengannya namun Anda tidak senang dengan cara ia memperlakukan Anda, hal ini mempengaruhi perasaan Anda terhadapnya dan Anda khawatir hal ini dapat merusak hubungan," saran Ratih.
Saat berdiskusi ini, jika memang dia merasa tidak mengetahui apa saja perilakunya yang dianggap kasar oleh Anda, jelaskan dengan contoh-contoh. Saat suami mulai kembali marah dan berkata kasar, katakan padanya dengan tegas dan yakin bahwa apa yang dilakukannya itu menyakiti Anda.
"Terus ingatkan kembali dirinya secara konsisten ketika ia mengulangi kembali perilaku yang bersifat merendahkan / tidak menghargai Anda," jelas Ratih.
Jika suami tidak bisa diajak berdiskusi, lakukan konfrontasi langsung saat dia berkata-kata kasar pada Anda. Jangan terpancing untuk berdebat meskipun suami membela diri dan membuat alasan. Cukup terus tegaskan bahwa Anda tidak mau berbicara dengan cara yang kasar karena hal tersebut termasuk penganiayaan secara emosional.
(eny/eny)
Kesehatan
Sering Pegal & Kaku Saat Kerja? Lenovo Massage Gun 8 Kepala Ini Jadi Andalan Kaum Jompo
Kesehatan
Solusi Teeth Whitening Tanpa Ribet ke Klinik! Dengan PUTIH Wireless Whitening Light
Hobi dan Mainan
ORCA MAGMA01 vs Donner DAG-1CE: Gitar Ringkas atau Full Size, Mana Lebih Pas?
Kesehatan
Suplemen Harian Jaga Imun Tubuh di Tengah Aktivitas Padat! Review Swisse Ultiboost Vitamin C 1000mg
Most Popular: Viral Pengantin Paling Tak Bahagia, Muka Suram di Pernikahan
Viral Verificator
Viral Souvenir Pernikahan Tak Biasa, Tamu Bebas Merangkai Bunga Sendiri
TikTok Viral Verificator
Viral Momen Dosen Pertanian Mantu, Souvenir Bibit Tanaman Jadi Sorotan
TikTok Viral Verificator
Viral! Pengantin Bagikan Souvenir 100 Anak Ayam Warna-warni, Tuai Kritik
Daftar Tanggal Cantik 2026, Cocok Untuk Lamar Kekasih Hingga Gelar Pernikahan
Foto: Gaya Denada Sambut 2026, Seksi Pakai Gaun Menerawang
Meghan Trainor Tanggapi Sindiran Ashley Tisdale soal Geng Ibu-ibu Toxic
Mantan Desainer Marni Pindah ke GU Uniqlo, Siap Rancang Fashion Ramah Kantong
Viral Verificator
Bikin Melongo! Viral Aksi Emak-emak Pungut Sayur Sisa di Pasar untuk Dimasak











































