Bukan Menyuruh Orang Cerai, Ini Manfaat Punya Divorce Planner
Ken Yunita - wolipop
Selasa, 03 Des 2013 11:54 WIB
Jakarta
-
"Saat perceraian terjadi, biasanya akan menyita fisik dan psikis. Mereka tidak bisa berpikir jernih sehingga perlu bantuan," ujar Aidil Akbar, seorang perencana perceraian.
Profesi ini 'ditemukan' Akbar secara tak sengaja. Waktu itu, pada 2005, pria yang berprofesi sebagai perencana keuangan ini bertemu dengan seorang wanita berusia 47 tahun, sebut saja Rindi.
Saat itu Rindi ingin bercerai dari suaminya, sebut saja namanya Joko. Rindi mengutarakan niatnya kepada Akbar, dan meminta saran bagaimana agar hak-haknya sebagai istri terpenuhi setelah bercerai.
Ingin tahu cerita selanjutnya, simak artikel lengkapnya di majalah detik.
(eny/eny)
Pernahkah Anda mendengar profesi Divorce planner? Apakah ini artinya Anda bisa merencanakan perceraian? Begitu mungkin reaksi orang saat mendengar profesi divorce planner alias perencana perceraian. Unik, ya?
Memang unik. Sekilas, profesi ini terkesan negatif karena dianggap mendukung perceraian terjadi. Padahal sebenarnya justru positif. Mereka bisa membantu orang--khususnya wanita--yang akan bercerai.
Tentu bukan membantu soal masalah yang menyebabkan suami-istri bercerai. Tapi seorang divorce planner membantu merencanakan supaya perceraian tidak mengakibatkan keuangan seseorang porak-poranda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profesi ini 'ditemukan' Akbar secara tak sengaja. Waktu itu, pada 2005, pria yang berprofesi sebagai perencana keuangan ini bertemu dengan seorang wanita berusia 47 tahun, sebut saja Rindi.
Saat itu Rindi ingin bercerai dari suaminya, sebut saja namanya Joko. Rindi mengutarakan niatnya kepada Akbar, dan meminta saran bagaimana agar hak-haknya sebagai istri terpenuhi setelah bercerai.
Ingin tahu cerita selanjutnya, simak artikel lengkapnya di majalah detik.
(eny/eny)











































