Cara Menghadapi Suami yang Egois, Tidak Mau Dengar Pendapat Istri

- wolipop Senin, 25 Nov 2013 09:38 WIB
Dok. Thinkstock Dok. Thinkstock

Jakarta - Riset menyebutkan masalah komunikasi menjadi penyebab nomer satu pasangan cerai. Riset yang dibuat oleh situs Your Tango itu melibatkan100 ahli kesehatan mental sebagai responden. Penelitian dilakukan pada 6 November dan 12 November 2013 lalu.

Dari riset itu diketahui 65% responden menyebutkan komunikasi yang menjadi penyebab paling banyak pasangan mengakhiri rumah tangga. Masalah komunikasi seperti apa yang membuat pasangan cerai? Salah satunya adalah wanita merasa kurang dihargai pendapat dan perasaannya (80%), dan wanita menganggap pasangan mereka tidak mau mendengarkan atau terlalu banyak membicarakan diri mereka sendiri (56%).

Bagaimana cara menghadapi suami yang egois seperti ini? Psikolog Ratih Ibrahim mengatakan, bukan tanpa sebab suami jadi kurang menghargai pendapat Anda. Dikatakan Ratih, kesibukan suami terkadang menyita banyak waktu di luar rumah sehingga menyebabkan ia merasa lelah karena energi yang sudah banyak terkuras.

"Pada saat suami berada di rumah (bersama dengan istri) ia merasa bahwa dirinya harus dipahami, dilayani," ujar Ratih yang mengasuh konsultasi cinta di wolipop.

Melihat situasi tersebut, Ratih menyarankan agar para istri mengenali kapan waktu yang tepat untuk mengajak suami bicara. Apalagi jika dalam obrolan tersebut, istri bermaksud memberikan kritikan pada pasangan.

"Perhatikan juga kata-kata yang diucapkan agar suami tidak merasa disalahkan. Suami akan mudah menerima masukkan atau kritikan di saat kamu dan suami sedang bermesraan, dan lebih banyak menggunakan kata "saya" daripada "kamu", jelas pendiri Conseling and Development Center PT Personal Growth itu.

Ratih mencontohkan, misalnya Anda hendak meminta suami agar tidak terus-menerus pulang larut malam. Kalimat yang bisa dikatakan misalnya, "saya akan sangat senang kalau kamu pulang lebih awal, sehingga kita lebih banyak waktu untuk berdua".

Kalimat ini bisa membuat suami paham akan keinginan kita dan ia tidak merasa disalahkan. Kalimat yang tidak langsung menyalahkan suami, bisa membuatnya sadar diri. Sehingga hubungan dengan suami ke depannya juga dapat terjalin lebih baik lagi.



(eny/rma)