Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Siapkan Dana Nikah

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Siapkan Biaya Pernikahan

Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 08 Nov 2013 11:51 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Menggelar pesta pernikahan tentu butuh dana tersendiri yang harus disiapkan jauh hari sebelumnya agar tidak terlibat hutang. Anda tentu tidak ingin di awal pernikahan sudah sering bertengkar karena masalah hutang. Namun sebelum memikirkan biaya pernikahan, ada beberapa hal lain yang juga penting dipertimbangkan terutama dari pengaturan keuangan masing-masing. Apa saja? Simak uraiannya di sini.

1. Hutang
Menurut Perencana Keuangan Lisa Soemarto, hutang yang dibawa oleh Anda atau pasangan harus dilunasi sebelum berencana menikah. "Kalau ada hutang konsumtif harus dilunasi dulu baru kita boleh memikirkan dana pernikahan," ujar Lisa saat berbincang dengan Wolipop di Pacific Place, kawasan SCBD, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (6/10/2013).

2. Penghasilan
Apa Anda dan pasangan memiliki penghasilan atau hanya salah satu saja? Penghasilan juga penting dipertimbangkan sebelum menyusun rincian pernikahan. Menurut Psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi.M.Si., ini perlu dibicarakan karena bisa mempengaruhi keuangan Anda setelah menikah. Mungkin saja Anda atau pasangan ada yang merasa keberatan dengan penghasilan masing-masing, terutama bila salah satunya tidak bekerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

3. Memberikan Uang ke Keluarga
Terkadang, memberikan uang kepada orangtua serta keluarga bisa menjadi masalah setelah menikah. Maka dari itu, psikolog yang akrab disapa Nina itu menyarankan agar membicarakan hal ini sebelum menyusun biaya pernikahan. Selain menghindari pertengkaran, keuangan Anda akan lebih teratur nantinya.

4. Pengaturan Keuangan Saat Berumah Tangga
Sebelum menyusun rincian biaya pernikahan, ada baiknya mengatur keuangan setelah berumah tangga. Misalnya saja, biaya hidup tanggung jawab suami, tapi nanti liburan istri yang membiayai, sedangkan untuk pendidikan anak dari dibagi rata. Ini perlu disepakati terlebih dahulu. Jika sudah mencapai kesepakatan, Anda tentu akan lebih mudah menyusun biaya pernikahan.

5. Pengeluaran Masing-masing
Terbuka juga mengenai pengeluaran masing-masing, apa Anda termasuk tipe shopper atau saver. Jika keduanya tipe saver atau yang bisa menyimpan uang mungkin tidak terlalu menjadi masalah. Bagaimana bila keduanya tipe shopper atau salah satunya sangat gemar belanja? Ini dapat memicu konflik ketika berumah tangga nantinya.

"Sebenarnya financial habit itu harus dibicarakan sebelum kita menentukan mau nikah atau nggak karena itu jauh lebih penting. Kalau kita sudah bisa paham habit kita maupun pasangan menyimpan dan mengeluarkan uang kita lebih terbangun rasa percaya yang lebih besar pada pasangan sehingga saat membicarakan dana pernikahan jadi lebih mudah," ujar Nina.

(ays/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads