Influencer Parfum Ditangkap, Koleksi 700 Parfum Hasil Modus Penipuan
Influencer sekaligus YouTuber parfum asal Chicago, Amerika Serikat, Philip Carter, ditangkap setelah polisi membongkar modus penipuan yang membuatnya mengumpulkan ratusan parfum mewah. Dari penggeledahan di apartemennya, polisi menyita lebih dari 700 botol parfum dengan nilai fantastis. Carter kini menghadapi tiga dakwaan kejahatan mail fraud serta tiga dakwaan pelanggaran ringan berupa penipuan.
Menurut dokumen pengadilan, Carter diduga menjalankan modus refund atau pengembalian barang dan uang dengan memesan parfum mewah secara online dari sejumlah toko besar, termasuk Nordstrom. Setelah paket diterima, ia mengambil parfum dari dalam kotaknya.
Agar paket tetap tampak normal, kotak tersebut diisi tanah liat khusus atau wadah bekas dengan berat yang menyerupai isi asli. Kotak paket kemudian direkatkan kembali menggunakan heat gun, lem industri, dan bahan kemasan baru hingga terlihat belum pernah dibuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, paket dikembalikan ke toko untuk mendapatkan uangnya kembali.
Salah satu transaksi yang menjadi sorotan melibatkan 39 botol parfum mewah senilai sekitar US$12.000 atau hampir Rp 215 juta. Kepada layanan pelanggan, Carter mengaku seluruh parfum tersebut adalah hadiah yang tidak diinginkan dan masih tersegel.
Namun saat pihak toko memeriksa paket retur, mereka menemukan kotak-kotak yang telah dimodifikasi dan diisi balok tanah liat berwarna abu-abu. Temuan itulah yang akhirnya membuat Nordstrom melapor ke aparat pada Maret 2026.
Ketika menggeledah apartemen Carter, polisi menemukan 714 botol parfum mewah dengan nilai pasar diperkirakan mencapai US$250.000 atau sekitar Rp 4,4 miliar. Selain parfum, penyidik juga menyita kardus pengiriman, lakban, heat gun, lem industri, hingga persediaan tanah liat yang diduga dipakai untuk menjalankan aksinya. Penyidik mengungkapkan Carter bahkan masih sempat memesan parfum tambahan saat penyelidikan berlangsung.
Sebelum ditangkap, Carter dikenal di komunitas pecinta parfum lewat kanal YouTube miliknya. Ia kerap memamerkan koleksi lebih dari 1.000 botol parfum mewah dan mengulas berbagai wewangian premium. Melalui akun Patreon, ia juga menjanjikan giveaway parfum eksklusif bagi pelanggan berbayar.
Menanggapi pengungkapan kasus ini, Kantor Sheriff Cook County bahkan menyelipkan candaan dalam unggahannya. "Bisa dibilang, ini adalah kasus penipuan yang benar-benar scent-sational," tulis mereka, memainkan kata scent (aroma) dengan sensational (sensasional).
(kik/kik)









































