5 Tanda Suami Anda Terlalu Mengontrol & Cara Mengatasinya
Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 30 Mei 2013 18:51 WIB
Jakarta
-
Suami yang terlalu sering mengontrol biasanya sulit untuk bekerjasama dan selalu mencampuri seluruh aspek kehidupan rumah tangga. Mulai dari keuangan, anak, bahkan kehidupan sosial sang istri. Jika terus terjadi, bukan tidak mungkin pernikahan pun bisa retak nantinya.
Sebelum terlambat, kenali tanda-tanda suami yang suka mengontrol dan lima cara mengatasinya, seperti yang dikutip dari eHow.
1. Cobalah untuk mengidentifikasi seberapa jauh pasangan kebiasaan mengontrol pasangan. Jika hanya terjadi pada satu kehidupan saja, maka kebiasaan itu bisa lebih mudah diatasi. Ajak dia berdiskusi dan katakan padanya bahwa inti dari sebuah pernikahan adalah kerjasama.
Namun jika pasangan telah terlalu jauh mendominasi kehidupan Anda dan pernikahan, maka pasangan membutuhkan terapi. Hal ini diperlukan agar ia tetap bisa menjalani kehidupan pernikahan bersama Anda dengan cara yang adil.
2. Jangan ragu untuk menolak perintahnya saat pasangan mulai bersikap mengontrol. Bukan mengajarkan untuk tidak patuh terhadap suami, tetapi sikap seperti itu dapat menjelaskan padanya bahwa Anda pun memiliki 'suara' dan 'kekuatan' yang sama dengannya.
Beritahu padanya bahwa Anda pun bisa dipercaya untuk membawa pernikahan kepada tujuan yang baik. Mengalah atau membalasnya dengan amarah hanya membuat segalanya menjadi lebih buruk.
3. Ajak pasangan untuk mau berkonsultasi kepada terapis. Sikap suka mengontrolnya itu, bisa berakar dari rasa rasa marah karena sikap orangtuanya yang galak terdahulu atau masa anak-anak yang tidak menyenangkan. Jelaskan alasan mengapa Anda mengajaknya menemui terapis. Ini merupakan hal yang cukup sensitif, jadi Anda harus mencari waktu berbicara yang tepat.
4. Selain membantu pasangan untuk mengatasi sikapnya itu, Anda juga harus bisa menghadapi dampak sikap pasangan yang gemar mengontrol tersebut. Cobalah untuk memperbaiki kerusakan emosional, perbarui 'kekuatan' Anda dan buang pikiran bahwa pasangan adalah seorang diktator yang menakutkan. Semakin Anda merasa tertekan dan mengalah terhadapnya, maka pasangan akan semakin mengontrol Anda.
5. Setelah pasangan dan Anda mulai bisa memperbaiki perasaan dan sikap masing-masing, cobalah mengubah aturan yang ada pada pernikahan Anda. Hal ini jelas membutuhkan waktu dan usaha keras, pasangan harus mulai bisa mengaturl sifat dominasi serta amarahnya, sedangkan Anda harus tetap 'kuat' menghadapi rasa takut akan amarah pasangan.
(asf/ays)
Sebelum terlambat, kenali tanda-tanda suami yang suka mengontrol dan lima cara mengatasinya, seperti yang dikutip dari eHow.
1. Cobalah untuk mengidentifikasi seberapa jauh pasangan kebiasaan mengontrol pasangan. Jika hanya terjadi pada satu kehidupan saja, maka kebiasaan itu bisa lebih mudah diatasi. Ajak dia berdiskusi dan katakan padanya bahwa inti dari sebuah pernikahan adalah kerjasama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Jangan ragu untuk menolak perintahnya saat pasangan mulai bersikap mengontrol. Bukan mengajarkan untuk tidak patuh terhadap suami, tetapi sikap seperti itu dapat menjelaskan padanya bahwa Anda pun memiliki 'suara' dan 'kekuatan' yang sama dengannya.
Beritahu padanya bahwa Anda pun bisa dipercaya untuk membawa pernikahan kepada tujuan yang baik. Mengalah atau membalasnya dengan amarah hanya membuat segalanya menjadi lebih buruk.
3. Ajak pasangan untuk mau berkonsultasi kepada terapis. Sikap suka mengontrolnya itu, bisa berakar dari rasa rasa marah karena sikap orangtuanya yang galak terdahulu atau masa anak-anak yang tidak menyenangkan. Jelaskan alasan mengapa Anda mengajaknya menemui terapis. Ini merupakan hal yang cukup sensitif, jadi Anda harus mencari waktu berbicara yang tepat.
4. Selain membantu pasangan untuk mengatasi sikapnya itu, Anda juga harus bisa menghadapi dampak sikap pasangan yang gemar mengontrol tersebut. Cobalah untuk memperbaiki kerusakan emosional, perbarui 'kekuatan' Anda dan buang pikiran bahwa pasangan adalah seorang diktator yang menakutkan. Semakin Anda merasa tertekan dan mengalah terhadapnya, maka pasangan akan semakin mengontrol Anda.
5. Setelah pasangan dan Anda mulai bisa memperbaiki perasaan dan sikap masing-masing, cobalah mengubah aturan yang ada pada pernikahan Anda. Hal ini jelas membutuhkan waktu dan usaha keras, pasangan harus mulai bisa mengaturl sifat dominasi serta amarahnya, sedangkan Anda harus tetap 'kuat' menghadapi rasa takut akan amarah pasangan.
(asf/ays)
Pakaian Pria
Cari Sepatu Basket Nyaman & Grip Kuat? Coba Nike Jordan Luka 77 PF
Olahraga
Perut dan Paha Lebih Kencang Tanpa ke Gym? Coba 2 Alat Fitness Rumahan Ini yang Lagi Banyak Dipakai!
Kesehatan
Pegal Hilang Hitungan Menit! Alat Pijat Elektrik 5 in 1 Ini Jadi Solusi Relaksasi Praktis di Rumah
Makanan & Minuman
Cuma Ubi Cilembu dan Yoghurt, Dessert Viral Ini Bikin Penasaran!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Wanita Ini Kaget, Ibunya yang Sudah Wafat Tercatat Menikah dengan Pamannya
TikTok Viral Verificator
Viral Souvenir Pernikahan Unik Berisi Sayur Segar, Tamu Pulang Bawa Labu Siam
TikTok Viral Verificator
Tidak Gengsi! Viral Pasangan Gen Z yang Pilih Nikah Sederhana di KUA Malang
Most Pop: Viral Pernikahan Tak Biasa, Wanita Nikahi 2 Pria Sekaligus
TikTok Viral Verificator
Viral Pasangan Nikah di KUA, Demi Investasi Masa Depan Cuma Gelar Syukuran
Most Popular
1
Dirayakan Sederhana, Intip Kado Ultah Mewah Thariq Untuk Aaliyah Massaid
2
Penampilan Terbaru Bocil 'Baby Shark' Bikin Pangling, Kini Sudah Jadi ABG
3
Penampilan Terbaru Ha Ji Won Disebut Terlalu Kurus, Fans Khawatir
4
Gaya Hijab Sashfir hingga Ana Octarina Pakai Ciput Renda Jadul yang Tren Lagi
5
Viral Verificator
Viral Ramadan Core! Beli Baju Lebaran Lebih Awal, Saat Dicoba Bikin Syok
MOST COMMENTED











































