Perceraian Kontroversial Bupati Aceng & Dampaknya Pada Wanita

- wolipop Selasa, 04 Des 2012 15:07 WIB
Dok. Detikfoto
Jakarta - Bupati Garut Aceng Fikri kini tengah jadi kontroversi karena menceraikan istri yang baru dinikahinya, Fany Octora, dengan alasan wanita tersebut ternyata sudah tidak virgin lagi. Tak sampai di situ, Aceng pun kemudian memberikan pernyataan yang mengesankan wanita sebagai barang yang layak diperjualbelikan.

"Saya sudah keluar uang hampir habis Rp 250 juta, hanya nidurin satu malam. Nidurin artis saja tidak harga segitu," kata Aceng kepada majalah detik, Sabtu (1/12/2012).

"Pas saya beli ternyata 'lho, tidak sesuai speknya,' ya nggak apa-apa dikembalikan," begitu pernyataan Aceng yang dianggap mendeskreditkan wanita.

Banyak wanita yang kesal dan gusar dengan pernyataan Aceng tersebut. Termasuk Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar. "Saya sangat menyesal dan prihatin kasus ini. Saya terusik dan dia melecehkan perempuan ini. Perempuan dianggap sebagai barang dagangan kapan mau dipakai dan tidak dipakai," kata Linda saat ditemui di di Hotel The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2012).

Perilaku Aceng tersebut bisa berdampak pada wanita jika Anda tidak hati-hati dalam memilih pasangan. Menurut psikolog Kassandra A. Putranto, pejabat publik atau public figure yang melakukan hal kontroversi itu bisa semakin mengondisikan orang lain melihat apa yang dilakoninya itu memang layak untuk dicoba.

"Hal ini memberikan efek imitasi pada orang-orang lain. Mereka beranggapan jika artis ataupun petinggi publik saja bisa melakukan hal itu, berarti ia pun boleh melakukannya," jelas Kassandra dalam wawancara dengan Reportase Trans7.

Oleh karena itulah, agar tak jadi korban pria seperti Aceng, Kassandra menyarankan kenali karakter pasangan dengan baik sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

"Mau menikah harus kenal. Kenal pribadinya sendiri dan juga kenal akan pasangannya," jelas psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.

Saat seseorang menikah kemudian cerai hanya dalam selang waktu yang singkat, ada kesalahan yang dilakukan orang tersebut serta pasangannya. "Ketika menikah tiga hari setelah itu berpisah, menunjukan orang tersebut tidak kenal akan dirinya dan juga tidak tahu apa yang ia inginkan, serta tidak mengetahui secara mendalam hal-hal seputar pasangannya, dan yang paling penting adalah kemungkinan ketiga, yakni ada sesuatu yang diperjanjikan namun ternyata tidak ada," urai Kassandra.



(eny/eny)