6 Hal yang Dikhawatirkan Pria Setelah Menikah
wolipop
Senin, 01 Okt 2012 18:15 WIB
Jakarta
-
Setelah menikah, yang paling ditakutkan pria bukan bagaimana mereka harus bisa setia pada satu wanita saja. Ada banyak hal-hal lainnya yang ditakutkan pria setelah memutuskan mengubah statusnya menjadi seorang suami.
Terapis pernikahan yang juga pendiri situs BetheSmartWife, Carin Goldstein menjelaskan, ketakutan para suami biasanya bersumber dari penolakan dan kekhawatiran. Berikut ini enam hal yang paling sering suami takutkan mengenai pernikahan seperti dikutip dari Womans Day:
1. Tidak Dianggap Penting
Anak-anak, pekerjaan dan urusan rumah tangga, semua itu bisa menyita perhatian para istri sehingga terkadang suami merasa dia bukan lagi prioritas untuk Anda. "Seiring berkembangnya pernikahan, pria kadang merasa mereka hanya dianggap penting dalam urusan bayar-membayar," ujar psikoterapis yang juga penulis 'The Pathway to Love', Julie Orlov. Oleh karena itu untuk membuat suami tetap merasa dirinya memang tetap Anda nomorsatukan, laungkan waktu sejenak setidaknya 30 menit untuk mengobrol. Orlov menyarankan, dalam obrolan itu coba bahas hal-hal di luar urusan anak, uang atau mertua.
2. Anda Berubah Menjadi Ibunya
Suami tentunya sangat senang jika Anda memiliki kemampuan mengurus anak dan rumah tangga dengan baik, persis seperti ibunya. Tapi dalam hidupnya, tentunya dia tidak butuh dua ibu. Inilah yang sering menjadi kekhawatiran para suami, menurut penulis 'Marriage Magic! Find It, Keep It and Make It Last', Karen Sherman, PhD. Agar suami tidak merasa seperti hidup bersama ibunya, katakan saja pada suami, minta dia ingatkan Anda jika memang Anda mulai bersikap seperti ibunya atau ibu Anda sendiri.
3. Membicarakan Kejelekannya dengan Orang Lain
Cukup banyak wanita yang senang curhat dengan sahabat wanitanya ketika memiliki masalah rumah tangga. Tak jarang saat mengobrol itu, wanita pun menceritakan keburukan suaminya. Memang setelah curhat, Anda akan merasa lebih baik. Tapi kalau setiap Anda bertengkar dengan pasangan kemudian bercerita pada teman, ini artinya Anda sedang mencari dukungan. "Ini menjadi masalah karena membuat suami menjadi si bad guy," ujar Orlov. Disarankannya, ketika bertengkar atau ada masalah sebaiknya bicarakan masalah Anda pada suami, bukan orang lain. Dengan melakukan ini pasangan bisa belajar untuk saling mendukung dan memperkuat ikatan.
4. Berhenti Bercinta
Setelah menikah bertahun-tahun, seks bisa jadi hal yang tidak lagi Anda tunggu-tunggu seperti ketika masih menjadi pasangan pengantin baru. Belum lagi ditambah semakin banyaknya hal yang harus diurus, seperti anak dan urusan rumah tangga. Apakah memang ini bisa membuat pasangan berhenti bercinta? Tentu saja tidak. Jika memang pasangan berkomitmen untuk saling membahagiakan, seks seharusnya menjadi 'hadiah' karena Anda dan suami sudah sama-sama berusaha mewujudkan kebahagiaan itu. Bagaimana jika Anda lelah? Dr. Sherman menganjurkan mintalah bantuan suami untuk mengerjakan tugas rumah tangga atau mengurus anak. Ketika dia melakukannya, beri dia ucapan terimakasih dengan mencium atau memeluknya. "Atau dengan langsung mengatakan, jika kamu membantuku, kita bisa lebih sering bercinta," ujar Dr. Sherman.
5. Tidak Punya Persamaan Lagi
Menurut Orlov ada sebuah ungkapan lama yaitu: "Wanita menikahi pria dengan harapan dia berubah, sementara pria menikahi wanita dengan harapan tidak akan ada yang berubah." Sekarang, coba Anda tanyakan pada diri Anda sendiri, kira-kira apa yang berubah dari Anda setelah menikah. Misalnya jika dulu Anda suka berolahraga, kenapa sekarang tidak lagi? Apakah memang kewajiban Anda yang membuat Anda berhenti melakukannya?
6. Anda Berusaha Mengubahnya
Meskipun sudah menikah, pria tidak ingin Anda mengubah siapa dirinya sekarang. "Apa yang Anda lihat, itulah yang Anda dapat," begitu kata-kata yang sering dikatakan Dr. Sherman pada kliennya. Kalimat itu sering dikatakan Dr. Sherman pada kliennya, khususnya para wanita karena banyak wanita merasa mereka bisa mengubah pasangannya, sementara pria akan semakin menolak untuk melakukannya. Padahal memang ada hal-hal yang ingin diubah seperti kebiasaan merokok, pemarah, terlalu bergantung pada ibunya, dan lain-lain. Jika memang Anda ingin mengubah kebiasaan buruk suami lakukan dengan lembut dan penuh kasih sayang. "Kalau Anda menuntunya mengubah apa yang Anda tidak sukai, itu bisa semakin membuatnya menjauh," jelas Dr. Sherman.
(eny/kik)
Terapis pernikahan yang juga pendiri situs BetheSmartWife, Carin Goldstein menjelaskan, ketakutan para suami biasanya bersumber dari penolakan dan kekhawatiran. Berikut ini enam hal yang paling sering suami takutkan mengenai pernikahan seperti dikutip dari Womans Day:
1. Tidak Dianggap Penting
Anak-anak, pekerjaan dan urusan rumah tangga, semua itu bisa menyita perhatian para istri sehingga terkadang suami merasa dia bukan lagi prioritas untuk Anda. "Seiring berkembangnya pernikahan, pria kadang merasa mereka hanya dianggap penting dalam urusan bayar-membayar," ujar psikoterapis yang juga penulis 'The Pathway to Love', Julie Orlov. Oleh karena itu untuk membuat suami tetap merasa dirinya memang tetap Anda nomorsatukan, laungkan waktu sejenak setidaknya 30 menit untuk mengobrol. Orlov menyarankan, dalam obrolan itu coba bahas hal-hal di luar urusan anak, uang atau mertua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suami tentunya sangat senang jika Anda memiliki kemampuan mengurus anak dan rumah tangga dengan baik, persis seperti ibunya. Tapi dalam hidupnya, tentunya dia tidak butuh dua ibu. Inilah yang sering menjadi kekhawatiran para suami, menurut penulis 'Marriage Magic! Find It, Keep It and Make It Last', Karen Sherman, PhD. Agar suami tidak merasa seperti hidup bersama ibunya, katakan saja pada suami, minta dia ingatkan Anda jika memang Anda mulai bersikap seperti ibunya atau ibu Anda sendiri.
3. Membicarakan Kejelekannya dengan Orang Lain
Cukup banyak wanita yang senang curhat dengan sahabat wanitanya ketika memiliki masalah rumah tangga. Tak jarang saat mengobrol itu, wanita pun menceritakan keburukan suaminya. Memang setelah curhat, Anda akan merasa lebih baik. Tapi kalau setiap Anda bertengkar dengan pasangan kemudian bercerita pada teman, ini artinya Anda sedang mencari dukungan. "Ini menjadi masalah karena membuat suami menjadi si bad guy," ujar Orlov. Disarankannya, ketika bertengkar atau ada masalah sebaiknya bicarakan masalah Anda pada suami, bukan orang lain. Dengan melakukan ini pasangan bisa belajar untuk saling mendukung dan memperkuat ikatan.
4. Berhenti Bercinta
Setelah menikah bertahun-tahun, seks bisa jadi hal yang tidak lagi Anda tunggu-tunggu seperti ketika masih menjadi pasangan pengantin baru. Belum lagi ditambah semakin banyaknya hal yang harus diurus, seperti anak dan urusan rumah tangga. Apakah memang ini bisa membuat pasangan berhenti bercinta? Tentu saja tidak. Jika memang pasangan berkomitmen untuk saling membahagiakan, seks seharusnya menjadi 'hadiah' karena Anda dan suami sudah sama-sama berusaha mewujudkan kebahagiaan itu. Bagaimana jika Anda lelah? Dr. Sherman menganjurkan mintalah bantuan suami untuk mengerjakan tugas rumah tangga atau mengurus anak. Ketika dia melakukannya, beri dia ucapan terimakasih dengan mencium atau memeluknya. "Atau dengan langsung mengatakan, jika kamu membantuku, kita bisa lebih sering bercinta," ujar Dr. Sherman.
5. Tidak Punya Persamaan Lagi
Menurut Orlov ada sebuah ungkapan lama yaitu: "Wanita menikahi pria dengan harapan dia berubah, sementara pria menikahi wanita dengan harapan tidak akan ada yang berubah." Sekarang, coba Anda tanyakan pada diri Anda sendiri, kira-kira apa yang berubah dari Anda setelah menikah. Misalnya jika dulu Anda suka berolahraga, kenapa sekarang tidak lagi? Apakah memang kewajiban Anda yang membuat Anda berhenti melakukannya?
6. Anda Berusaha Mengubahnya
Meskipun sudah menikah, pria tidak ingin Anda mengubah siapa dirinya sekarang. "Apa yang Anda lihat, itulah yang Anda dapat," begitu kata-kata yang sering dikatakan Dr. Sherman pada kliennya. Kalimat itu sering dikatakan Dr. Sherman pada kliennya, khususnya para wanita karena banyak wanita merasa mereka bisa mengubah pasangannya, sementara pria akan semakin menolak untuk melakukannya. Padahal memang ada hal-hal yang ingin diubah seperti kebiasaan merokok, pemarah, terlalu bergantung pada ibunya, dan lain-lain. Jika memang Anda ingin mengubah kebiasaan buruk suami lakukan dengan lembut dan penuh kasih sayang. "Kalau Anda menuntunya mengubah apa yang Anda tidak sukai, itu bisa semakin membuatnya menjauh," jelas Dr. Sherman.
(eny/kik)
Olahraga
Cocok bagi Kolektor, Kaos Kaki Merchandise FIBA Basketball World Cup 2023
Olahraga
Nike Vapor 12 Hard Court, Sepatu Tenis Nyaman dan Responsif
Fashion
Cari Outfit Stylish untuk Acara Malam? Coba Bustier Tank dari H&M Divided
Perawatan dan Kecantikan
Bedak Sering Nempel Nggak Rata? Coba Ganti Puff Kamu Ke Pilihan Produk Ini
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Viral! 10 Tahun Cerai, Pasangan Ini Menikah Lagi Demi Wujudkan Impian Anak
TikTok Viral Verificator
Viral Tren Gen Z Nikah di KUA Tanpa Resepsi, Sorenya Langsung Healing Bareng
TikTok Viral Verificator
Viral Tradisi Adat Unik, Pengantin Diarak Keliling Kampung Naik Burung Raksasa
Viral Heboh Kebun Binatang Mini di Pernikahan, Tamu Bisa Foto Bareng Hewan
Viral Kisah Pilu Pengantin Baru: Istri Hilang Ingatan Setelah 3 Bulan Menikah
Most Popular
1
10 Makanan yang Bantu Menurunkan Hormon Stres, Cocok Disantap saat Burnout
2
Ramalan Zodiak 4 April: Libra Masalah Menghadang, Scorpio Jangan Takut
3
Ramalan Zodiak Cinta 4 April: Aquarius Jangan Emosi, Leo Jaga Cara Bicara
4
Heboh Penampilan Terbaru Ju Ji Hoon dengan Gigi Ompong Saat Promosi Drakor
5
Gaya Rambut 'Ayam Jantan' Putri Kim Jong Un Dilarang untuk Ditiru
MOST COMMENTED











































