Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

1 dari 4 Orang Tidak Ingat Kapan Terakhir Dipuji Pasangannya

Eny Kartikawati - wolipop
Rabu, 15 Agu 2012 08:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Pujian merupakan salah satu unsur penting yang bisa membuat pernikahan awet. Sayangnya tidak sedikit orang yang lupa memberikan pujian pada pasangannya. Survei pun menunjukkan 1 dari 4 orang lupa kapan terakhir dipuji suami atau istrinya.

Survei tersebut diadakan oleh situs About.com dan diikuti sekitar 1.483 pengguna internet. Dari survei itu juga terungkap, ada 2% orang yang mengaku tidak pernah dipuji pasangannya.

Untungnya hasil survei menunjukkan masih banyak orang yang peduli dan mau memuji pasangannya ketimbang yang tidak. 57% responden yang mengikuti riset tersebut mengaku baru sehari lalu mendapatkan pujian dari pasangan. Sementara 17% responden memperoleh pujian tersebut seminggu sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat hasil survei tersebut, pakar pernikahan pasangan suami-istri, Sheri dan Bob Stritof merasa cukup prihatin. Apalagi ada 23% orang yang mengaku lupa kapan terakhir dipuji pasangannya.

Menurut penulis buku The Everything Great Marriage Book itu, suatu pernikahan tentunya akan sulit dipertahankan jika di dalam hubungan tersebut tidak ada kebaikan dan pujian yang tulus. Kalau Anda dan suami memang ingin mengurangi sikap negatif, Sheri dan Bob yang sudah menikah selama 48 tahun menyarankan, mulailah berikan pasangan pujian setiap hari.

Tentunya pujian yang diberikan harus tulus, bukan sekadar basa-basi atau ada tujuan tertentu. Pujian tersebut juga sebaiknya jangan hanya karena pasangan sukses melakukan sesuatu.

Sheri dan Bob mengutip pendapat dari penulis 'The Art of the Compliment', Hara Estroff Marano, tentang pentingnya memberikan pujian yang memang tulus. "Pujian itu adalah hadiah kecil dari cinta. Itu seharusnya tidak diminta atau dituntut. Pujian hanya bisa dirasakan jika memang refleksi dari perasaan tulus yang kita pikirkan dan diberikan tanpa beban. Pujian bisa jadi bumerang kalau tidak diberikan dengan tulus. Pujian palsu membuat orang yang mengucapkannya tidak bisa dipercaya, memicu kecurigaan," urai Marano.

Teknik memberi pujian ini juga bukan hanya berlaku untuk Anda yang mengucapkan pujian tersebut. Penerima pujian pun perlu menunjukkan sikap yang baik. Tersenyum dan tunjukkan ketulusan saat mengucapkan terimakasih atas pujian yang diberikan. Kalau Anda menunjukkan wajah masam saat pasangan memuji, yg sebenarnya tulus, tentu dia akan kecewa.

(eny/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads