Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Istri Kira Selingkuh, Suami Ternyata Sakit Kanker

wolipop
Rabu, 18 Jan 2012 18:14 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta - Wanita ini awalnya mengira suaminya selingkuh sampai-sampa dia menyewa detektif untuk menyelidikinya. Ternyata belakangan terungkap, sang suami menderita kanker otak.

Dalam wawancara dengan ABC News, Catherine Graves mengungkapkan kisahnya merawat suaminya tersebut. Ia juga menuliskan kisahnya itu dalam sebuah buku berjudul 'Checking Out: An In-Depth Look at Losing Your Mind'.

Melalui bukunya tersebut, Catherine berharap, wanita-wanita lain yang tengah merawat suaminya bisa tetap semangat. Diakuinya, masa-masa itu memang sangat berat dan menguras emosi. Apalagi dia kurang mendapat banyak dukungan dan bantuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Catherine dan suaminya, John Graves menikah pada 2001. Mereka dikaruniai enam anak dan punya sebuah perusahaan yang sukses dan bermasa depan cerah.

Namun dalam beberapa tahun, kebahagian pernikahan Catherine dan John terusik. Wanita itu merasa suaminya berubah. "Dia seperti depresi. Dia tidak tahu di mana dirinya dan bagaimana caranya pulang," tutur Catherine.

Awalnya wanita 45 tahun itu menduga suaminya mengonsumsi obat-obatan dan alkohol. Ia juga sempat mengira suaminya depresi, selingkuh dan main judi.

Catherine pun menyewa seorang detektif untuk menyelidiki kenapa suaminya berubah dan tidak dikenalinya lagi. Tapi hasil investigasi detektif tersebut tidak membuahkan jawaban untuknya. Justru dari penjelasan dokter, wanita asal Arizona, Amerika Serikat itu mengetahui kenapa kini suaminya tak seperti dulu lagi.

Menurut dokter, John menderita kanker otak. Penyakit itulah yang mengubah kepribadiannya dan mempengaruhi pernikahannya dengan Catherine.

Setelah mengetahui yang sebenarnya, Catherine pun berdedikasi merawat John. Saat itu, dia belum tahu kalau merawat orang sakit seperti suaminya, yang sulit mengontrol emosinya, benar-benar bisa membuatnya depresi dan hampir gila juga.

"Di luar aku tampak normal, tapi di dalam aku seperti kehilangan arah dan menjauh," ujar Catherine yang kehilangan suaminya lima bulan lalu.

Bagaimana agar tetap sadar dan tidak ikut menjadi gila? Catherine mengatakan cobalah untuk jujur mengenai hal tersebut. Jangan sangkal perasaan bahwa Anda pun sebenarnya juga depresi.

"Menurutku hanya karena kita jujur bukan berarti cinta kita pada suami berkurang. Bukan berarti aku tidak ingin merawatnya lagi atau melakukan apapun," tuturnya.

Kunci dari melalui cobaan tersebut, menurut Catherine adalah kesabaran. "Hanya kesabaran, tidak ada yang lain," kata wanita yang kini membantu tenaga kesehatan untuk memberi dukungan pada mereka yang merawat orang sakit itu.

(eny/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads