Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pakai Tato Henna, Calon Pengantin Masuk Rumah Sakit

wolipop
Selasa, 22 Nov 2011 17:06 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Bagi calon pengantin wanita yang ingin menghias tangannya dengan henna, perlu berhati-hati. Seorang wanita di Arab masuk rumah sakit karena memakai tato henna.

Seperti dikutip dari Emirates, wanita tersebut harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami alergi setelah tangannya dipakaikan henna. Tato tersebut dipakainya tepat sehari sebelum pernikahannya, demikian laporan koran berbahasa Arab 'Emirat Alyoum'.

Sebelumnya, keluarga sang mempelai wanita meminta dua pekerja salon kecantikan di Diba, Fujeirah datang ke rumah mereka. Dua pekerja itulah yang menghias tangan si mempelai wanita dengan henna dan kosmetik tradisional lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak lama setelah henna tersebut dipakaikan ke tangan dan kaki, wanita 18 tahun yang akan menikah itu mengalami alergi. Insiden tersebut kemudian dilaporkan ke polisi.

"Sang wanita dan keluarganya menuduh dua pekerja salon menggunakan bahan-bahan berbahaya pada henna, sehingga dia jadi alergi," begitu tulis surat kabar tersebut.

Namun berdasarkan pemeriksaan rumah sakit, tidak ada substansi berbahaya dalam henna yang dipakai si wanita. Meski begitu polisi tetap menyelidiki laporan tersebut.

Memakai henna sebagai tato memang perlu berhati-hati. Seperti dikutip dari detikhealth, para peneliti di Timur Tengah menemukan kasus leukemia lebih tinggi terjadi pada perempuan lokal. Hasil penelitian menemukan kebiasaan masyarakat lokal untuk menggunakan henna sebagai salah satu hiasan kulit yang menjadi pemicunya.

Peneliti percaya bukan henna itu sendiri yang bermasalah, tapi senyawa yang digunakan sebagai pelarut bubuk henna yang berbahaya. Diketahui masyarakat menggunakan larutan benzena (zat kimia untuk pelarut) yang sudah diketahui menyebabkan kanker. Senyawa ini telah dilarang penggunaannya di berbagai negara, meski demikian masih ada yang menggunakannya.

"Sebagian besar perempuan di Uni Emirat Arab secara rutin menggunakan henna untuk mewarnai kuku, tangan, kaki dan untuk menghias sebagian besar kulit lengan dan kaki dengan alasan sebagai kosmetik," ujar tim dari rumah sakit United Arab Emirates yang diterbitkan dalam jurnal Leukaemia and Lymphoma, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (11/5/2010).

Tim ini juga mengungkapkan penggunaan henna harus dibatasi bagi perempuan lokal yang sering menggunakannya. Karena benzena atau bahan kimia lain yang ditambahkan dalam henna bisa menjadi faktor risiko yang paling memungkinkan. Beberapa salon terkadang menambahkan zat aditif kimia lainnya untuk memperbaiki warna yang timbul dari henna.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads