Ini Dia, Cara Berdebat yang Sehat dengan Suami
wolipop
Senin, 14 Nov 2011 17:04 WIB
Jakarta
-
Perdebatan dalam kehidupan pernikahan adalah hal biasa. Walau bisa menjadikan hubungan semakin kuat, berdebat bisa berakibat bahaya jika masing-masing pasangan tak dapat mengontrol diri.
Tidak jarang perdebatan rumah tangga diwarnai dengan aksi tutup mulut selama beberapa hari atau membanting pintu. Sebelum mengetahui cara berdebat yang sehat dengan pasangan, ada baiknya Anda mengetahui hal-hal bodoh yang biasa dilakukan seseorang (atau mungkin Anda juga) ketika sedang berdebat.
1. Memiliki keinginan yang besar untuk selalu menang saat sedang berdebat. Bahkan ketika tahu bahwa diri Anda salah.
2. Terlalu memikirkan diri sendiri. Sebuah argumen kecil bisa menjadi hal yang berbahaya jika salah satua atau kedua pasangan hanya fokus pada keuntungan diri sendiri.
3. Terlalu mendominasi. Anda sering berpikir bahwa pasangan tidak melakukan sesuatu dengan cara yang benar. Namun pada kenyataannya, ia hanya tidak melakukannya dengan cara yang Anda inginkan.
4. Membalas. Misalnya, pasangan kesal dengan salah satu sifat Anda, ia pun mengatakan hal buruk. Anda menjadi sakit hati dan tidak terima dan membalasnya dengan perkataan yang sama buruknya. Lalu pada akhirnya, hal ini akan menjadi sebuah siklus.
5. Membanting pintu merupakan salah satu cara yang membuat perdebatan kecil menjadi lebih besar. Ketika Anda ingin melampiaskan kekesalan, cobalah untuk menjauhi medan konflik dan atur nafas dengan baik.
Lalu bagaimana caranya melakukan perdebatan yang sehat?
Kesalahan yang sering terjadi saat pasangan bertengkar adalah, seringkali mereka mengungkit hal-hal yang melenceng jauh dari masalah utamanya. Tindakan itu bukannya membuat pertengkaran mereda, tapi justru memperparah. Usahakan untuk fokus pada isu yang saat ini sedang dihadapi, bukan masalah di masa lalu atau hal-hal kecil yang bisa memperuncing pertengkaran.
Setiap kali Anda merasa akan mengeluarkan komentar yang keluar dari konteks permasalahan, berhentilah bicara dan tarik napas dalam-dalam. Dengan begitu, Anda bisa tetap fokus dan masalah pun jadi cepat terselesaikan.
Saat sama-sama dalam suasana yang memanas, orang jadi lebih mudah bersikap sarkastik dan meninggikan nada suara. Baik secara sengaja atau spontan, hal itu dilakukan semata-mata untuk menunjukkan dominasi, agar suaranya lebih didengar dan untuk mempertahankan argumennya. Hindari juga melontarkan kata-kata kasar. Semakin Anda berkonsentrasi terhadap cara bicara, akan lebih mudah menjaga suara tetap normal dan meredakan pertengkaran yang memanas.
Ketika Anda merasa emosi sudah mulai memuncak, minta waktu pada pasangan untuk berhenti sejenak. Tidak ada aturan semua masalah dalam percintaan harus diselesaikan di tempat dan saat itu juga. Katakan Anda butuh waktu untuk diam dan menenangkan pikiran, sehingga keputusan apapun yang akan diambil nanti sudah melalui pemikiran yang matang, bukan karena keputusan spontan karena dilingkupi emosi.
Kapan menghentikan kebiasaan berdebat?
Perdebatan akan selalu ada dalam setiap kehidupan rumah tangga. Namun dengan memahami serta menghindari kesalahan-kesalahan di atas, maka Anda bisa melakukan perdebatan sehat. Jika Anda melakukannya dengan benar, perdebatan akan menjadi lebih baik dengan tidak adanya teriakan, bantingan pintu atau sikap negatif lainnya, dan Anda pun bisa mengutarakan pendapat seperti layaknya diskusi santai.
(eya/eny)
Tidak jarang perdebatan rumah tangga diwarnai dengan aksi tutup mulut selama beberapa hari atau membanting pintu. Sebelum mengetahui cara berdebat yang sehat dengan pasangan, ada baiknya Anda mengetahui hal-hal bodoh yang biasa dilakukan seseorang (atau mungkin Anda juga) ketika sedang berdebat.
1. Memiliki keinginan yang besar untuk selalu menang saat sedang berdebat. Bahkan ketika tahu bahwa diri Anda salah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3. Terlalu mendominasi. Anda sering berpikir bahwa pasangan tidak melakukan sesuatu dengan cara yang benar. Namun pada kenyataannya, ia hanya tidak melakukannya dengan cara yang Anda inginkan.
4. Membalas. Misalnya, pasangan kesal dengan salah satu sifat Anda, ia pun mengatakan hal buruk. Anda menjadi sakit hati dan tidak terima dan membalasnya dengan perkataan yang sama buruknya. Lalu pada akhirnya, hal ini akan menjadi sebuah siklus.
5. Membanting pintu merupakan salah satu cara yang membuat perdebatan kecil menjadi lebih besar. Ketika Anda ingin melampiaskan kekesalan, cobalah untuk menjauhi medan konflik dan atur nafas dengan baik.
Lalu bagaimana caranya melakukan perdebatan yang sehat?
Kesalahan yang sering terjadi saat pasangan bertengkar adalah, seringkali mereka mengungkit hal-hal yang melenceng jauh dari masalah utamanya. Tindakan itu bukannya membuat pertengkaran mereda, tapi justru memperparah. Usahakan untuk fokus pada isu yang saat ini sedang dihadapi, bukan masalah di masa lalu atau hal-hal kecil yang bisa memperuncing pertengkaran.
Setiap kali Anda merasa akan mengeluarkan komentar yang keluar dari konteks permasalahan, berhentilah bicara dan tarik napas dalam-dalam. Dengan begitu, Anda bisa tetap fokus dan masalah pun jadi cepat terselesaikan.
Saat sama-sama dalam suasana yang memanas, orang jadi lebih mudah bersikap sarkastik dan meninggikan nada suara. Baik secara sengaja atau spontan, hal itu dilakukan semata-mata untuk menunjukkan dominasi, agar suaranya lebih didengar dan untuk mempertahankan argumennya. Hindari juga melontarkan kata-kata kasar. Semakin Anda berkonsentrasi terhadap cara bicara, akan lebih mudah menjaga suara tetap normal dan meredakan pertengkaran yang memanas.
Ketika Anda merasa emosi sudah mulai memuncak, minta waktu pada pasangan untuk berhenti sejenak. Tidak ada aturan semua masalah dalam percintaan harus diselesaikan di tempat dan saat itu juga. Katakan Anda butuh waktu untuk diam dan menenangkan pikiran, sehingga keputusan apapun yang akan diambil nanti sudah melalui pemikiran yang matang, bukan karena keputusan spontan karena dilingkupi emosi.
Kapan menghentikan kebiasaan berdebat?
Perdebatan akan selalu ada dalam setiap kehidupan rumah tangga. Namun dengan memahami serta menghindari kesalahan-kesalahan di atas, maka Anda bisa melakukan perdebatan sehat. Jika Anda melakukannya dengan benar, perdebatan akan menjadi lebih baik dengan tidak adanya teriakan, bantingan pintu atau sikap negatif lainnya, dan Anda pun bisa mengutarakan pendapat seperti layaknya diskusi santai.
(eya/eny)
Kesehatan
Bye Kusam! Suplemen Harian yang Bikin Kulit Tetap Sehat dan Lembap Saat Ramadan
Kesehatan
Anti Lemas Saat Puasa! Ini Rekomendasi Suplemen Tambah Darah yang Bikin Ramadan Lebih Fit
Kesehatan
Stop Andalkan Sikat Gigi! Ini Cara Biar Napas Tetap Fresh Saat Puasa
Kesehatan
Sering Merasa Napas Kurang Segar Saat Ramadan? Tambahkan Rutinitas 10 Detik Ini
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Viral Normalisasi Souvenir Sayur di Pernikahan, Bikin Emak-emak Jadi Happy
Viral Verificator
Viral Dokter dan Doktor Lulusan Luar Negeri Pilih Nikah Sederhana di KUA
Pecinta Anabul Wajib Tiru! Viral Pria Beri Seserahan Kucing untuk Pasangan
Viral Kisah Pria Cari Istri Pakai Excel, Alasannya Bikin Ngakak
Viral Pengantin Kembar Ini Nekat Gelar Pernikahan Barengan, Mitos Jadi Sorotan
Most Popular
1
40 Kata-kata Valentine Singkat tapi Ngena, Cocok Buat Story
2
Ramalan Zodiak 14 Februari: Aries Sering Bertengkar, Taurus Akui Kesalahan
3
8 Foto Anak CEO yang Jadi Aktris China, Dijuluki 'Huawei Princess'
4
Foto: Toko Perhiasan Tiffany & Co. Masih Tutup Setelah Disegel Bea Cukai
5
Ini yang Terjadi pada Tubuh Kalau Kamu Makan Pisang Setiap Hari
MOST COMMENTED











































