4 Tips Agar Pernikahan Bahagia Berdasarkan Riset
wolipop
Rabu, 19 Okt 2011 17:10 WIB
Jakarta
-
Banyak cara bisa dilakukan agar pernikahan Anda sukses dan langgeng. Sejumlah peneliti memberikan tips agar pernikahan Anda bahagia, lewat beberapa riset yang telah mereka lakukan. Seperti yang dikutip dari livescience, berikut empat tips tersebut.
1. Nikahi Orang yang Memiliki Pola Belanja Sama dengan Anda
Scott Rick dari University of Michigan Ross School of Business dan rekannya menganalisa survei pada lebih dari 1.000 orang dewasa yang telah dan belum menikah. Scott menemukan, orang cenderung memilih pasangan yang memiliki pola belanja yang berlawanan. Dalam penelitian tersebut dijelaskan, pasangan yang menikah dan memiliki pola pengeluaran yang berbeda bisa lebih sering bertengkar dan merasa tak puas dengan pernikahan, ketimbang pasangan yang memiliki pola belanja sama.
"Meskipun orang yang boros akan memiliki utang lebih besar ketika ia menikahi orang yang juga boros, namun hal tersebut masih lebih baik. Orang yang boros akan lebih jarang berdebat mengenai uang dengan pasangannya yang juga boros," ujar Rick.
2. Sering Melakukan Seks
Anda mungkin bisa saja bertemu dengan pasangan yang merupakan seorang neurotik --punya sifat mudah marah, mood sering berubah dan terus merasa khawatir. Menurut Michelle Russell dan James McNulty dari University of Tennessee, kepribadian seperti itu tidak bisa bertahan dalam menjalani hubungan, dan tak sedikit dari mereka yang berakhir dengan perceraian.
Jika pasangan Anda adalah seorang neurotik, maka seks adalah jawabannya. Pengantin baru dengan neurotik yang sering melakukan seks menjadi lebih puas dengan kehidupan rumah tangganya, daripada mereka yang tidak neurotik dan jarang melakukan hubungan seks, menurut penelitian yang diterbitkan pada jurnal Social Psychological and Personality Science pada 2010.
Selain itu, seks juga memiliki pengaruh pada usia seseorang. Berdasarkan sebuah survei dalam jurnal BJU International, pria berusia 50 tahun lebih merasa puas dengan kehidupan seksualnya ketimbang pria 30 hingga 40 tahun. Tingkat kepuasan seksual pada pria usia 50 sama dengan tingkat kepuasan pria pada usia 20 hingga 29 tahun.
3. Katakan 'Terima Kasih' dan 'Kita'
Pada tahun 2007, peneliti dari Arizona State University meneliti beberapa pasangan menikah dan mahasiswa yang memiliki teman sekamar. Peneliti menanyakan apakah mereka saling menghargai tugas rumah yang dilakukan oleh pasangan atau temannya. Hasilnya ditemukan, bahwa sebagian besar dari mereka merasa sangat beruntung memiliki partner yang menghargai, paling tidak dengan cara berterima kasih. Selain itu, mereka yang dihargai lebih sedikit merasa benci ketika mereka melakukan pekerjaan lebih berat dari partnernya itu. Rasa dihargai juga membuat mereka puas terhadap hubungan yang dijalaninya.
Kata lain yang juga bisa meningkatkan kesenangan orang lain adalah 'kita'. Menurut sebuah jurnal 'Psychology and Aging', pasangan yang sering menggunakan kata 'kami' atau 'kita' saat membahas konflik, menunjukkan lebih banyak rasa kasih sayang, menurunkan rasa amarah serta menurunkan tingkat stres fisiologis selama berdebat. Menggunakan kata 'aku', 'kamu' saat berdiskusi identik dengan ketidakpuasan perkawinan.
4. Konflik
Jika Anda dan pasangan sering mengalami konflik dalam rumah tangga, jangan dulu khawatir. Menurut peneliti, perliaku yang tak baik dan konflik justru malah bisa membuat pernikahan menjadi lebih berkualitas.
Untuk sebagian pasangan menikah, cara terbaik untuk membuat kehidupan pernikahan lebih berkualitas adalah dengan cara menyalahkan satu sama lain, memberitahu pasangan untuk berubah dan tidak terlalu sering memaafkan. Sebaliknya, menurut psikolog James McNulty dari University of Tennessee, pasangan yang selalu berperilaku baik dan berpikiran positif, hubungan pernikahan mereka bisa terancam oleh bahaya seiring berjalannya waktu.
(eya/eya)
1. Nikahi Orang yang Memiliki Pola Belanja Sama dengan Anda
Scott Rick dari University of Michigan Ross School of Business dan rekannya menganalisa survei pada lebih dari 1.000 orang dewasa yang telah dan belum menikah. Scott menemukan, orang cenderung memilih pasangan yang memiliki pola belanja yang berlawanan. Dalam penelitian tersebut dijelaskan, pasangan yang menikah dan memiliki pola pengeluaran yang berbeda bisa lebih sering bertengkar dan merasa tak puas dengan pernikahan, ketimbang pasangan yang memiliki pola belanja sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Sering Melakukan Seks
Anda mungkin bisa saja bertemu dengan pasangan yang merupakan seorang neurotik --punya sifat mudah marah, mood sering berubah dan terus merasa khawatir. Menurut Michelle Russell dan James McNulty dari University of Tennessee, kepribadian seperti itu tidak bisa bertahan dalam menjalani hubungan, dan tak sedikit dari mereka yang berakhir dengan perceraian.
Jika pasangan Anda adalah seorang neurotik, maka seks adalah jawabannya. Pengantin baru dengan neurotik yang sering melakukan seks menjadi lebih puas dengan kehidupan rumah tangganya, daripada mereka yang tidak neurotik dan jarang melakukan hubungan seks, menurut penelitian yang diterbitkan pada jurnal Social Psychological and Personality Science pada 2010.
Selain itu, seks juga memiliki pengaruh pada usia seseorang. Berdasarkan sebuah survei dalam jurnal BJU International, pria berusia 50 tahun lebih merasa puas dengan kehidupan seksualnya ketimbang pria 30 hingga 40 tahun. Tingkat kepuasan seksual pada pria usia 50 sama dengan tingkat kepuasan pria pada usia 20 hingga 29 tahun.
3. Katakan 'Terima Kasih' dan 'Kita'
Pada tahun 2007, peneliti dari Arizona State University meneliti beberapa pasangan menikah dan mahasiswa yang memiliki teman sekamar. Peneliti menanyakan apakah mereka saling menghargai tugas rumah yang dilakukan oleh pasangan atau temannya. Hasilnya ditemukan, bahwa sebagian besar dari mereka merasa sangat beruntung memiliki partner yang menghargai, paling tidak dengan cara berterima kasih. Selain itu, mereka yang dihargai lebih sedikit merasa benci ketika mereka melakukan pekerjaan lebih berat dari partnernya itu. Rasa dihargai juga membuat mereka puas terhadap hubungan yang dijalaninya.
Kata lain yang juga bisa meningkatkan kesenangan orang lain adalah 'kita'. Menurut sebuah jurnal 'Psychology and Aging', pasangan yang sering menggunakan kata 'kami' atau 'kita' saat membahas konflik, menunjukkan lebih banyak rasa kasih sayang, menurunkan rasa amarah serta menurunkan tingkat stres fisiologis selama berdebat. Menggunakan kata 'aku', 'kamu' saat berdiskusi identik dengan ketidakpuasan perkawinan.
4. Konflik
Jika Anda dan pasangan sering mengalami konflik dalam rumah tangga, jangan dulu khawatir. Menurut peneliti, perliaku yang tak baik dan konflik justru malah bisa membuat pernikahan menjadi lebih berkualitas.
Untuk sebagian pasangan menikah, cara terbaik untuk membuat kehidupan pernikahan lebih berkualitas adalah dengan cara menyalahkan satu sama lain, memberitahu pasangan untuk berubah dan tidak terlalu sering memaafkan. Sebaliknya, menurut psikolog James McNulty dari University of Tennessee, pasangan yang selalu berperilaku baik dan berpikiran positif, hubungan pernikahan mereka bisa terancam oleh bahaya seiring berjalannya waktu.
(eya/eya)
Pakaian Wanita
Casio LTP-V007L-7E2UDF, Jam Tangan Analog Wanita yang Elegan dan Minimalis
Perawatan dan Kecantikan
Rambut Terlihat Kusam? Ini Rahasia Produk yang Bikin Rambut Glow Lagi
Perawatan dan Kecantikan
Foundation vs Cushion, Mana yang Lebih Flawless dan Paling Aman Dipakai Bukber?
Kesehatan
Rahasia Puasa Tetap Kuat Seharian! 3 Superfood Ini Bikin Tubuh Lebih Fresh dan Nggak Gampang Lemas
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Kisah Wanita Bersumpah Melajang Seumur Hidup, 2 Minggu Kemudian Dinikahi Bule
Viral Pernikahan Crazy Rich India, Wedding Cake-nya Berbentuk Chandelier
TikTok Viral Verificator
Tak Disangka, Viral Wanita Ini Hamil Bareng Ibu dan Kini Urus 4 Adik Sendiri
Miliarder 102 Tahun Diam-diam Nikahi Perawat 68 Tahun, Picu Konflik Keluarga
TikTok Viral Verificator
Bukan Pedang Pora, Viral Prosesi Kirab Pengantin 'Cangkul Pora' di Cilacap
Most Popular
1
Lee Dong Wook Ungkap Alasan Single di Usia 44 Tahun, Jawabannya Bikin Syok
2
8 Kebiasaan Buruk Saat Puasa yang Diam-diam Bikin Berat Badan Naik
3
Putus Asa Tak Dapat Kerja, Pria Ini Sengaja Masuk Penjara Demi Bertahan Hidup
4
Mantan CEO Google Beristri Digosipkan Pacari Model 43 Tahun Lebih Muda
5
Kisah Wanita Bersumpah Melajang Seumur Hidup, 2 Minggu Kemudian Dinikahi Bule
MOST COMMENTED











































