Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pernikahan Bermasalah Bisa Ancam Kesehatan

wolipop
Senin, 04 Jul 2011 17:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. thinkstock
Jakarta - Perbedaan pendapat dalam sebuah hubungan rumah tangga adalah hal yang wajar. Tetapi bila hal itu sering kali membuat Anda stres bahkan depresi, pernikahan malah bisa memberikah dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Seperti yang dikutip dari msnbc, berikut empat masalah kesehatan yang diakibatkan oleh pernikahan yang tak sehat.

1. Meningkatnya risiko penyakit jantung koroner
Berdasarkan sebuah penelitian pada tahun 2002, mengungkapkan bahwa wanita dengan perkawinan yang bermasalah memiliki kemungkinan 2.9 kali membutuhkan operasi jantung, mengidap dan bahkan meninggal karena penyakit jantung ketimbang wanita yang masalah pernikahannya baik-baik saja. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal American Medical Association ini disesuaikan dengan faktor lain seperti usia, kebiasaan merokok, diabetes, tekanan darah dan kadar kolesterol yang buruk.

Selain itu, penelitian yang diterdapat dalam jurnal American Journal of Cardiology menunjukkan bahwa kualitas perkawinan dan dukukang sosial sangat penting dalam pengembangan dan pengelolaan penyakit gagal jantung kongestif. Studi ini menjelaskan bahwa pasien dengan penyakit jantung parah dan memiliki pernikahan bermasalah memiliki risiko meninggal tertinggi selama empat tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Buruknya kesehatan mental
Perilaku negatif seperti permusuhan, konflik dan ketegangan dalam sebuah hubungan sangat berkaitan dengan dampak negatif pada kesehatan mental seseorang. Penelitian di Inggris pada thun 2004 menemukan bahwa menjalani hidup dengan beberapa transisi hubungan seperti perceraian dan perpisahan, sangat mempengaruhi kesehatan mental wanita. Sebanyak 2.127 pria dan 2.303 wanita diteliti dan hasilnya, wanita yang sering mengalami perpisahan cenderung memiliki kesehatan mental yang buruk daripada wanita yang melajang sepanjang hidup mereka.

3. Adanya efek negatif pada kesehatan secara keseluruhan
Penelitian kembali menunjukkan bahwa bagi para wanita, efek buruk dari pernikahan yang bermasalah setara dengan efek kesehatan yang disebabkan oleh merokok dan malas beraktivitas.

Wanita yang mengalami konflik dan perselisihan dalam rumah tangganya juga memiliki risiko lebih tinggi terhadap tekanan darah tinggi, obesitas, gula darah tinggi dan rendahnya tingkat kolesterol baik, menurut sebuah penelitian yang melibatkan 276 pasangan suami-istri. Hasil penelitian yang diumumkan pada American Pshychosomatic Society di tahun 2009 ini juga menemukan bahwa kesehatan mental istri lebih mudah terpengaruh ketimbang suami.

4. Menimbun stres
Tekanan pada perkawinan juga bisa menimbulkan stres kronis. Menurut penjelasan dalam jurnal Physiology and Behavior, pernikahan yang penuh tekanan merupakan sumber utama penyebab stres pada pasangan. Bahkan, orang yang tidak bahagia dengan pernikahnnya cenderung tidak memiliki hidup yang sejahtera ketimbang seseorang yang belum menikah.

Para peneliti juga menemukan bahwa masalah dalam perkawinan juga dapat meluas ke tempat kerja. Berdasarkan artikel 2005 di Annals of Behavioral Medicine, ketegangan dalam rumah tangga dapat mempengaruhi kualitas kerja seseorang. Masalah perkawinan membuat orang alami stres sepanjang hari, memiliki tekanan darah tinggi di tengah-tengah waktu kerja serta tingkat kortisol yang lebih tinggi. Seiring berjalannya waktu, faktor-faktor ini dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, depresei, jantung dan juga stroke.


(eya/eya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads