Trik Mengatasi Grogi & Panik Jelang Menikah
wolipop
Jumat, 14 Jan 2011 12:24 WIB
Jakarta
-
Menjelang pernikahan, tidak jarang calon pengantin dilanda rasa grogi dan panik. Mereka khawatir apakah pernikahan akan berjalan lancar atau tidak. Bagaimana cara mengatasinya?
Jika Anda menggunakan jasa wedding organizer, hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah stop meneror mereka dan mencari tahu setiap kemajuan persiapan pernikahan. Tidak perlu juga tiba-tiba berubah menjadi sosok yang senewen.
Ketika hari-H pernikahan sudah dekat, inilah yang seharusnya Anda lakukan:
1. Lebih menikmati waktu dan bersantai bersama teman, keluarga, atau bahkan sendirian.
Langkah 1. Anda bisa pergi ke salon, merapikan rambut, creambath, hair spa, atau sekadar manicure. Lalu, berjalan-jalanlah menghirup udah segar, misalnya pergi ke mal atau ke taman. Kegiatan fisik akan membuat pikiran Anda lebih jernih dan tenang.
Langkah 2. Minumlah air mineral sebanyak mungkin agar Anda terbebas dari dehidrasi dan sediakan selalu minuman di dekat Anda. Hal ini akan membuat Anda bernapas secara lebih teratur dan tenang.
Langkah 3. Berkumpulah bersama teman-teman atau keluarga yang selalu bisa membuat Anda tertawa. Pergilah bersama mereka ke suatu cafe yang memainkan lagu-lagu favorit Anda atau ke restoran favorit.
Langkah 4. Saat hari H, jangan pernah jauhkan diri Anda dari iPod atau mp3. Dengarkanlah musik selama Anda melakukan kegiatan, bahkan ketika tiba saatnya Anda di make-up dan mengenakan gaun atau kebaya pernikahan
Langkah 5. Selalu berkomunikasi dengan sang Wedding Organizer. Tapi ingat, bukan berarti Anda bisa membongkar pasang pekerjaannya lagi yang telah dilakukan sangat rapi. Komunikasi hanya bertujuan agar Anda lebih percaya diri saat menyongsong hari-H dan mengerti apa yang harus dilakukan selama upacara dan acara berlangsung.
2. Menghilangkan stres dalam sekejap.
Langkah 1. Saat persiapan menghadapi jalan buntu dan sedikit kekacauan, segeralah menarik napas sedalam mungkin dan buang perlahan. Pejamkan mata, dan tarik napas kembali. Anda bisa melakukannya sambil duduk atau berbaring dalam posisi yang rileks. Lakukanlah napas teratur melalui hidung.
Langkah 2. Berpikir positif. Jika masalah menyerang Anda berdua secara bertubi-tubi menjelang hari pernikahan, ingat kembali semua hari indah, cita-cita, mimpi, dan janji yang telah Anda berdua katakan selama ini.
Langkah 3. Lakukan terapi pijat di tempat favorit Anda. Rasakan khasiatnya sekali lagi secara mental dan fisik. Anda bisa juga bersantai selama 15-30 menit di kursi memijat.
Langkah 4. Tetap lakukan olahraga secara teratur. Ini sangat penting, meskipun menjelang hari-H, rasanya tenaga Anda akan semakin terkuras. Olahraga bisa membuat Anda melupakan berbagai kejadian buruk pada hari itu dan membuat Anda tetap optimis.
3. Bersiap menghadapi datangnya serangan panik
Wajar saja, jika panik kadang menyerang. Masa lajang akan berakhir dan kebebasan Anda akan sedikit berkurang. Anda juga akan hidup bersama orang yang sama seumur hidup. Godaan selingkuh dan resiko perceraian seakan-akan selalu mengintai. Tapi jangan kabur buru-buru, Anda harus mengenal dulu obat penawarnya.
Langkah 1. Berbicara dengan orang terdekat dan yang paling Anda percayai. Cobalah mengenali perasaan Anda sendiri dan memahami apa yang sebenarnya Anda inginkan. Lari di kala gundah dan ragu, jelas bukan jawabannya.
Langkah 2. Jika perasaan takut lebih besar ketimbang perasaan bahagia menjelang pernikahan tersebut, Anda harus mencari tahu penyebabnya (jangan disembunyikan). Apakah murni ketidaknyamanan yang datang dari diri sendiri atau sebenarnya Anda masih meragukan si dia.
Langkah 3. Tekankan sekali lagi alasan Anda memilih si dia. Tentunya ada banyak faktor yang membuat Anda jatuh cinta, tergila-gila dan ingin hidup bersamanya. Coba bayangkan si dia ketika selalu bisa membuat Anda tertawa, tersenyum atau bahkan menangis bahagia.
Langkah 4. Bayangkan betapa cantik dekorasi tempat upacara dan pesta resepsi pernikahan Anda. Bayangkan Anda berdiri di samping si dia, di dalam ruangan tersebut, dikelilingi orang-orang tercinta.
Langkah 5. Jika terpaksa, menunda pernikahan bisa dilakukan. Tentunya dengan pembicaraan dan pemikiran yang matang dengan pasangan. Setelah itu, barulah Anda umumkan kepada keluarga dan tamu undangan.
(eny/eny)
Jika Anda menggunakan jasa wedding organizer, hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah stop meneror mereka dan mencari tahu setiap kemajuan persiapan pernikahan. Tidak perlu juga tiba-tiba berubah menjadi sosok yang senewen.
Ketika hari-H pernikahan sudah dekat, inilah yang seharusnya Anda lakukan:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah 1. Anda bisa pergi ke salon, merapikan rambut, creambath, hair spa, atau sekadar manicure. Lalu, berjalan-jalanlah menghirup udah segar, misalnya pergi ke mal atau ke taman. Kegiatan fisik akan membuat pikiran Anda lebih jernih dan tenang.
Langkah 2. Minumlah air mineral sebanyak mungkin agar Anda terbebas dari dehidrasi dan sediakan selalu minuman di dekat Anda. Hal ini akan membuat Anda bernapas secara lebih teratur dan tenang.
Langkah 3. Berkumpulah bersama teman-teman atau keluarga yang selalu bisa membuat Anda tertawa. Pergilah bersama mereka ke suatu cafe yang memainkan lagu-lagu favorit Anda atau ke restoran favorit.
Langkah 4. Saat hari H, jangan pernah jauhkan diri Anda dari iPod atau mp3. Dengarkanlah musik selama Anda melakukan kegiatan, bahkan ketika tiba saatnya Anda di make-up dan mengenakan gaun atau kebaya pernikahan
Langkah 5. Selalu berkomunikasi dengan sang Wedding Organizer. Tapi ingat, bukan berarti Anda bisa membongkar pasang pekerjaannya lagi yang telah dilakukan sangat rapi. Komunikasi hanya bertujuan agar Anda lebih percaya diri saat menyongsong hari-H dan mengerti apa yang harus dilakukan selama upacara dan acara berlangsung.
2. Menghilangkan stres dalam sekejap.
Langkah 1. Saat persiapan menghadapi jalan buntu dan sedikit kekacauan, segeralah menarik napas sedalam mungkin dan buang perlahan. Pejamkan mata, dan tarik napas kembali. Anda bisa melakukannya sambil duduk atau berbaring dalam posisi yang rileks. Lakukanlah napas teratur melalui hidung.
Langkah 2. Berpikir positif. Jika masalah menyerang Anda berdua secara bertubi-tubi menjelang hari pernikahan, ingat kembali semua hari indah, cita-cita, mimpi, dan janji yang telah Anda berdua katakan selama ini.
Langkah 3. Lakukan terapi pijat di tempat favorit Anda. Rasakan khasiatnya sekali lagi secara mental dan fisik. Anda bisa juga bersantai selama 15-30 menit di kursi memijat.
Langkah 4. Tetap lakukan olahraga secara teratur. Ini sangat penting, meskipun menjelang hari-H, rasanya tenaga Anda akan semakin terkuras. Olahraga bisa membuat Anda melupakan berbagai kejadian buruk pada hari itu dan membuat Anda tetap optimis.
3. Bersiap menghadapi datangnya serangan panik
Wajar saja, jika panik kadang menyerang. Masa lajang akan berakhir dan kebebasan Anda akan sedikit berkurang. Anda juga akan hidup bersama orang yang sama seumur hidup. Godaan selingkuh dan resiko perceraian seakan-akan selalu mengintai. Tapi jangan kabur buru-buru, Anda harus mengenal dulu obat penawarnya.
Langkah 1. Berbicara dengan orang terdekat dan yang paling Anda percayai. Cobalah mengenali perasaan Anda sendiri dan memahami apa yang sebenarnya Anda inginkan. Lari di kala gundah dan ragu, jelas bukan jawabannya.
Langkah 2. Jika perasaan takut lebih besar ketimbang perasaan bahagia menjelang pernikahan tersebut, Anda harus mencari tahu penyebabnya (jangan disembunyikan). Apakah murni ketidaknyamanan yang datang dari diri sendiri atau sebenarnya Anda masih meragukan si dia.
Langkah 3. Tekankan sekali lagi alasan Anda memilih si dia. Tentunya ada banyak faktor yang membuat Anda jatuh cinta, tergila-gila dan ingin hidup bersamanya. Coba bayangkan si dia ketika selalu bisa membuat Anda tertawa, tersenyum atau bahkan menangis bahagia.
Langkah 4. Bayangkan betapa cantik dekorasi tempat upacara dan pesta resepsi pernikahan Anda. Bayangkan Anda berdiri di samping si dia, di dalam ruangan tersebut, dikelilingi orang-orang tercinta.
Langkah 5. Jika terpaksa, menunda pernikahan bisa dilakukan. Tentunya dengan pembicaraan dan pemikiran yang matang dengan pasangan. Setelah itu, barulah Anda umumkan kepada keluarga dan tamu undangan.
(eny/eny)
Elektronik & Gadget
Polytron Partymax PPS 4PH12, Speaker Bluetooth yang Tahan 15 Jam Nonstop
Kesehatan
Cara Praktis Rawat Luka Ringan dengan Betadine Ointment
Pakaian Pria
Jordan Rare Air WSH 84 SS Crew, Worth It Dibeli? Simak Panduannya
Pakaian Wanita
Rekomendasi Pakaian Muslim Wanita yang Cocok di Lebaran 2026
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tahu Diselingkuhi, Istri Malah Tawarkan Untuk 'Sewa Suami' ke Selingkuhan
Kisah Viral Pria Nikahi Wanita 23 Tahun Lebih Tua, Istri Sering Dikira Ibunya
Wanita Ini Kaget, Ibunya yang Sudah Wafat Tercatat Menikah dengan Pamannya
TikTok Viral Verificator
Viral Souvenir Pernikahan Unik Berisi Sayur Segar, Tamu Pulang Bawa Labu Siam
TikTok Viral Verificator
Tidak Gengsi! Viral Pasangan Gen Z yang Pilih Nikah Sederhana di KUA Malang
Most Popular
1
9 Parfum Tahan Lama Terbaik untuk Lebaran, Wanginya Awet Tanpa Semprot Ulang
2
30 Ucapan Idul Fitri Bahasa Arab yang Menyentuh Hati dan Penuh Doa Baik
3
Kisah Sadis Model yang Jadi Kanibal Setelah Bunuh Suami
4
Ramalan Zodiak Cinta 19 Maret: Gemini Introspeksi Diri, Aries Harus Jujur
5
Foto Maia Estianty Bukber Bareng Anak-Calon Mantu, Ada Bumil & Calon Manten
MOST COMMENTED











































