Mengenal Vanuatu, Salah Satu Negara yang Tidak Kena Virus Corona

Hestianingsih - wolipop Rabu, 15 Apr 2020 15:39 WIB
Vanuatu Vanuatu, salah satu negara yang tidak terkena virus Corona. Foto: iStock
Jakarta -

Virus Corona telah menyebar ke 210 negara di berbagai belahan dunia. Namun masih ada beberapa negara yang tidak terkena virus Corona.

Salah satu negara yang tidak terkena virus Corona adalah Vanuatu. Negara di Samudra Pasifik, tepatnya sebelah timur Australia ini, belum melaporkan satu pun kasus positif COVID-19.

Vanuatu merupakan negara kepulauan dengan 80 pulau yang membentang di sepanjang timur laut Kaledonia Baru. Memiliki populasi hanya 300 ribu penduduk, Vanuatu menjadi negara di Pasifik yang tidak terkena virus Corona, bergabung dengan Tonga, Samoa, Kepulauan Solomon dan Tuvalu.

Kondisi negara kepulauan yang jauh dari pusat penyebaran COVID-19 diyakini menjadi faktor kenapa Vanuatu masih aman dari penyakit yang telah menewaskan 119 ribuan orang di seluruh dunia itu. Meski begitu pemerintah Vanuatu tetap melakukan sejumlah langkah pencegahan agar virus Corona tak sampai masuk ke negaranya.

EFATE, VANUATU - NOVEMBER 30: Kids play at Eton Beach on November 30, 2019 in Efate, Vanuatu. Satellite data show sea level has risen about 6mm per year around Vanuatu since 1993, a rate nearly twice the global average, while temperatures have been increasing since 1950. 25 percent of Vanuatu's 276,000 citizens lost their homes in 2015 when Cyclone Pam, a category 5 storm, devastated the South Pacific archipelago of 83 islands while wiping out two-thirds of its GDP. Scientists have forecast that the strength of South Pacific cyclones will increase because of global warming. Vanuatu's government is considering suing the world's major pollution emitters in a radical effort to confront global warming challenges and curb global emissions, to which it is a very small contributor. (Photo by Mario Tama/Getty Images)Vanuatu, salah satu negara yang tidak terkena virus Corona. Foto: Mario Tama/Getty Images


Pada Minggu (12/4/2020), 62 orang baru saja menyelesaikan masa karantina di sebuah resort selama 14 hari di Port Villa, ibu kota Vanuatu. Mereka merupakan warga Port Villa yang harus menjalani karantina diri setelah bepergian dari Sydney, Australia, sesaat sebelum Vanuatu menutup semua perbatasan masuk dan keluar kepulauan.

Kapal pesiar pun telah dilarang bersandar di sepanjang perairan Vanuatu. Maskapai mereka, Air Vanuatu, menutup penerbangan masuk dan keluar negara tersebut. Banyak pula restoran dan hotel yang secara sukarela menutup bisnis mereka.

Pemerintah Vanuatu pun memberlakukan jam malam. Beberapa restoran dan pelayanan publik hanya diperbolehkan beroperasi hingga pukul 7.30 malam. Sementara orang-orang dilarang keluar rumah mulai pukul 9.00 malam hingga 4.00 pagi.

Langkah pencegahan lainnya, pemerintah mewajibkan toko, bank dan restoran menyediakan tempat cuci tangan di depan gedung mereka. Tempat cuci tangan berbentuk dispenser plastik dengan kran portabel serta sabun cair.

EFATE, VANUATU - NOVEMBER 30: Kids play at Eton Beach on November 30, 2019 in Efate, Vanuatu. Satellite data show sea level has risen about 6mm per year around Vanuatu since 1993, a rate nearly twice the global average, while temperatures have been increasing since 1950. 25 percent of Vanuatu's 276,000 citizens lost their homes in 2015 when Cyclone Pam, a category 5 storm, devastated the South Pacific archipelago of 83 islands while wiping out two-thirds of its GDP. Scientists have forecast that the strength of South Pacific cyclones will increase because of global warming. Vanuatu's government is considering suing the world's major pollution emitters in a radical effort to confront global warming challenges and curb global emissions, to which it is a very small contributor. (Photo by Mario Tama/Getty Images)Vanuatu, salah satu negara yang tidak terkena virus Corona. Foto: Mario Tama/Getty Images


Langkah pencegahan ini dilakukan demi melindungi warga Vanuatu dari paparan virus. Sebagai negara terpencil, virus Corona bisa menjadi ancaman besar, karena keterbatasan rumah sakit dan tenaga medis.

"Sebagai seorang ayah dan penduduk negara ini, saya sangat khawatir. Kami tidak punya fasilitas memadai untuk mengendalikan virus itu. Kami bahkan tidak punya cukup air untuk cuci tangan," ujar Kalfau Moli, salah seorang warga Vanuatu, seperti dikutip dari Guardian.

Juru bicara tim penanggulangan COVID-19 Russel Tamata juga menyatakan terpaksa melakukan tindakan preventif cukup agresif ini, mengingat Vanuatu bukan merupakan negara dengan fasilitas kesehatan terbaik. Bahkan bisa dibilang punya banyak keterbatasan.

"Kita tahu cara penyebaran virus dan jika melihat budaya dan bagaimana masyarakat kami hidup, bisa menguntungkan bagi (penyebaran) virus ini. Kalau sampai masuk, akan jadi bencana. Dalam titik ini, kami harus jaga perbatasan dengan ketat," ungkapnya.

EFATE, VANUATU - NOVEMBER 30: Kids play at Eton Beach on November 30, 2019 in Efate, Vanuatu. Satellite data show sea level has risen about 6mm per year around Vanuatu since 1993, a rate nearly twice the global average, while temperatures have been increasing since 1950. 25 percent of Vanuatu's 276,000 citizens lost their homes in 2015 when Cyclone Pam, a category 5 storm, devastated the South Pacific archipelago of 83 islands while wiping out two-thirds of its GDP. Scientists have forecast that the strength of South Pacific cyclones will increase because of global warming. Vanuatu's government is considering suing the world's major pollution emitters in a radical effort to confront global warming challenges and curb global emissions, to which it is a very small contributor. (Photo by Mario Tama/Getty Images)Vanuatu, salah satu negara yang tidak terkena virus Corona. Foto: Mario Tama/Getty Images


"Ketakutan kami jika (virus Corona) sampai masuk Vanuatu, penyebarannya bisa terjadi sangat cepat dan kami tidakpunya sumber daya dan fasilitas untuk mengatasinya. Sedikit saja kesalahan akan berpengaruh sangat buruk bagi kami," lanjutnya.

Terlepas dari minimnya fasilitas kesehatan dan kekhawatiran pemerintahnya akan bahaya virus Corona, Vanuatu merupakan salah satu negara paling bahagia. Dilansir BBC, Vanuatu masuk sebagai empat besar negara paling bahagia di dunia.

Gelar ini didapatkan berdasarkan penilaian dari Happy Planet Index yang melihat dari sejumlah kategori. Mulai dari kesejahteraan bangsa, angka harapan hidup, tingkat kesenjangan dan ekologi.

Semoga saja Vanuatu tetap bisa mempertahankan statusnya hingga pandemi ini berakhir. Selain sebagai negara paling bahagia, juga sebagai negara yang tidak terkena virus Corona.



Simak Video "Tahu Nggak Sih? Ini Daya Tahan Virus Corona di Berbagai Benda"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)