Cerita dari Negara yang Hingga Kini Tidak Kena Virus Corona

Vina Oktiani - wolipop Rabu, 08 Apr 2020 10:38 WIB
Malawi/Istimewa Peta Malawi. Foto: istimewa
Jakarta -

Pandemi virus Corona hingga saat ini telah menginfeksi 211 negara di dunia dan jumlah pasien terinfeksi diperkirakan akan terus bertambah hingga ribuan setiap harinya. Di Indonesia sendiri sudah ada 2.738 pasien terjangkit COVID-19. Sebanyak 204 orang dinyatakan sembuh sementara 221 lainnya meninggal dunia.

Penyebarannya yang sangat cepat membuat virus Corona mampu menginfeksi jutaan orang di dunia hanya dalam waktu yang singkat. Namun sejauh ini masih ada negara yang tidak kena virus Corona, salah satunya adalah Malawi. Walaupun tidak memiliki satupun kasus mengenai COVID-19, tetapi Presiden Malawi Peter Mutharika telah menyatakan bahwa virus Corona sebagai bencana nasional untuk mencegah negaranya terjangkit virus tersebut.


Saat ini beberapa upaya telah dilakukan di Malawi demi mencegah infeksi COVID-19 di negara yang tidak kena virus Corona itu. Seperti dengan menutup sekolah dan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta sejak Senin (23/3/2020). Selain itu, pemerintah Malawi juga sudah membatasi pertemuan publik hingga kurang dari 100 orang. Pembatasan ini berlaku untuk semua pertemuan, seperti, pernikahan, pemakaman, gereja, sidang, rapat, dan pertemuan pemerintah. Tidak main-main, pihak keamanan nasional juga telah diminta untuk menegakkan pembatasan tersebut.

Danau MalawiDanau Malawi Foto: (iStock)



Seperti dikutip dari Quartz Africa, walaupun hingga saat ini Malawi tidak memiliki satupun kasus infeksi COVID-19, namun menurut kementerian kesehatan negara yang berada di Afrika itu, mereka tetap melakukan pemeriksaan suhu tubuh setiap orang yang datang melalui perbatasan darat dan di bandara.

"Dua belas orang yang menunjukkan tanda dan gejala penyakit telah diuji dan hasilnya menunjukkan negatif melalui laboratorium rujukan kesehatan masyarakat pemerintah," kata Joshua Malango, juru bicara kementerian kesehatan Malawi.

Walaupun demikian, tetap ada kekhawatiran di masyarakat bahwa kemungkinan sudah ada kasus infeksi COVID-19 yang belum terdeteksi di sana. Dikarenakan hampir mustahil untuk melakukan pengecekan secara efisien. Namun Malango menegaskan bahwa pemerintah sudah berusaha keras melakukan segala cara agar tes bisa berjalan dengan efisien.


Sebenarnya risiko Malawi untuk terinfeksi COVID-19 cukup tinggi, mengingat sebagian besar negara Afrika sudah terkena virus tersebut. Termasuk negara tetangganya, Afrika Selatan yang memiliki jumlah kasus infeksi tertinggi di Afrika. Selain itu karena tingginya jumlah orang Malawi yang tinggal dan bekerja di Afrika Selatan membuat virus COVID-19 sangat mudah terbawa dan masuk ke Malawi. Diperkirakan ada sekitar 100 ribuan orang Malawi yang bekerja di sana.

George Jobe, direktur Malawi Health Equity Network telah mengimbau pemerintah Malawi untuk melakukan persiapan secara intensif guna mengantisipasi hal yang terburuk terjadi. Masalahnya, saat ini negara yang tidak kena virus Corona seperti Malawi, memiliki kemungkinan besar untuk terinfeksi mengingat banyak masyarakatnya yang melakukan perdagangan dan perjalanan ke Afrika Selatan. Afrika Selatan sendiri hingga kini sudah melaporkan sebanyak 544 kasus infeksi Corona.


Tetangga lain Malawi, Tanzania, juga mengkhawatirkan karena negara tersebut telah terjangkit dan mendaftarkan 12 kasus infeksi Covid-19. Tanzania juga menjadi negara yang sering dikunjungi oleh masyarakat Malawi untuk mengumpulkan barang-barang yang dikirim di pelabuhan Dar es Salaam.

Mengingat bahwa Malawi adalah salah satu negara yang tidak kena virus Corona dengan pendapatan produk domestik sekitar Rp 112 miliar, virus Corona hanya akan memperburuk kondisi ekonomi negara tersebut.



Simak Video "Ilmuwan Ungkap Cara Paling Aman Bercinta di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/kik)