Kosmetik dan Parfum, Produk Favorit yang Dibeli Traveler di Bandara
wolipop
Selasa, 28 Apr 2015 16:41 WIB
Jakarta
-
Istilah travel retail, mungkin belum terlalu populer di Indonesia. Namun di Hong Kong, Singapura dan beberapa negara di Asia lainnya, travel retail sudah menjadi tren sekaligus bisnis yang cukup menjanjikan.
Dengan jumlah pelaku perjalanan internasional yang mencapai 2,5 miliar per tahunnya, penjualan produk-produk di bandara maupun saat berada dalam pesawat pun kian marak. Produk kosmetik, menjadi salah satu yang cukup diminati para traveler untuk membelanjakan uangnya ketika bepergian.
Riset yang dilakukan tim dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia untuk L'Oreal Brandstrom menunjukkan bahwa 73 persen orang yang bepergian ke luar negeri membeli kosmetik atau parfum di bandara. Salah satu tim peneliti Daviatri Apsariputri juga menuturkan bahwa travel retail merupakan pasar yang sangat potensial.
"Hasil ini didapat dari wawancara mendalam dengan lebih dari 100 traveler di mancanegara. Kami juga menganalisa data dari berbagai sumber mulai dari laporan keuangan, marketing dan searching website," tutur wanita yang biasa disapa Avi ini, saat ditemui di konferensi pers L'Oreal Brandstorm, L'Oreal Academy, Ciputra World, Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2015).
Mahasiswa Universitas Indonesia yang mengambil jurusan finance ini juga menuturkan, China menjadi negara dengan pembelanjaan travel retail tertinggi. Diikuti dengan Rusia, Korea dan Brazil.
Dari analisis data yang dilakukan Avi bersama dua rekannya sesama tim, L'Oreal juga menjadi perusahaan yang cukup intens menyasar pasar travel retail ini. Dijelaskan Avi, travel retail merupakan potensi keenam terbesar penjualan L'Oreal.
Riset ini dilakukan sejak November 2014 dan masih berjalan hingga April 2015, dengan melakukan wawancara lewat Skype yang diadakan di Amerika, Tokyo dan Jakarta. Selain wawancara, hasil riset juga didukung dari berbagai data serta laporan keuangan.
Avi bersama timnya yang terdiri dari Dhia Izza Nabila dan Rangga Husnaprawira merupakan pemenang L'Oreal Brandstorm 2015, yaitu kompetisi yang memberikan wadah bagi talenta muda untuk belajar di dunia pemasaran secara nyata. Setelah menjadi pemenang secara nasional, ketiganya akan bertolak ke Paris untuk mengikuti kompetisi berskala internasional.
Meskipun hanya kompetisi dan merupakan wadah untuk belajar, data yang diberikan L'Oreal kepada peserta bukanlah data fiktif. Laporan keuangan dan pemasaran yang mereka analisa memang benar adanya.
"Disajikan data-data mentah lalu mereka analisa. Analisanya juga harus kuat. Selain itu mereka juga dituntut untuk kreatif, percaya diri dan kerjasama tim yang baik," jelas Recruitment and Integration Manager L'Oreal Indonesia Elsa Alicia.
(hst/hst)
Dengan jumlah pelaku perjalanan internasional yang mencapai 2,5 miliar per tahunnya, penjualan produk-produk di bandara maupun saat berada dalam pesawat pun kian marak. Produk kosmetik, menjadi salah satu yang cukup diminati para traveler untuk membelanjakan uangnya ketika bepergian.
Riset yang dilakukan tim dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia untuk L'Oreal Brandstrom menunjukkan bahwa 73 persen orang yang bepergian ke luar negeri membeli kosmetik atau parfum di bandara. Salah satu tim peneliti Daviatri Apsariputri juga menuturkan bahwa travel retail merupakan pasar yang sangat potensial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahasiswa Universitas Indonesia yang mengambil jurusan finance ini juga menuturkan, China menjadi negara dengan pembelanjaan travel retail tertinggi. Diikuti dengan Rusia, Korea dan Brazil.
Dari analisis data yang dilakukan Avi bersama dua rekannya sesama tim, L'Oreal juga menjadi perusahaan yang cukup intens menyasar pasar travel retail ini. Dijelaskan Avi, travel retail merupakan potensi keenam terbesar penjualan L'Oreal.
Riset ini dilakukan sejak November 2014 dan masih berjalan hingga April 2015, dengan melakukan wawancara lewat Skype yang diadakan di Amerika, Tokyo dan Jakarta. Selain wawancara, hasil riset juga didukung dari berbagai data serta laporan keuangan.
Avi bersama timnya yang terdiri dari Dhia Izza Nabila dan Rangga Husnaprawira merupakan pemenang L'Oreal Brandstorm 2015, yaitu kompetisi yang memberikan wadah bagi talenta muda untuk belajar di dunia pemasaran secara nyata. Setelah menjadi pemenang secara nasional, ketiganya akan bertolak ke Paris untuk mengikuti kompetisi berskala internasional.
Meskipun hanya kompetisi dan merupakan wadah untuk belajar, data yang diberikan L'Oreal kepada peserta bukanlah data fiktif. Laporan keuangan dan pemasaran yang mereka analisa memang benar adanya.
"Disajikan data-data mentah lalu mereka analisa. Analisanya juga harus kuat. Selain itu mereka juga dituntut untuk kreatif, percaya diri dan kerjasama tim yang baik," jelas Recruitment and Integration Manager L'Oreal Indonesia Elsa Alicia.
(hst/hst)











































