Liputan Khusus
7 Sepatu yang Wajib Dibawa Renny Sutiyoso Saat Travelling
Eny Kartikawati - wolipop
Selasa, 12 Jun 2012 14:15 WIB
Jakarta
-
Bagi wanita, bukan hanya pakaian saja yang wajib dibawa ketika akan berlibur. Sepatu pun ikut jadi barang yang dikemas dalam koper dan jumlahnya pun lebih dari satu.
Renny Sutiyoso termasuk wanita yang tak mau melewatkan mengemas sepatu saat packing. Bukan hanya sepatu, tas juga menurutnya jadi benda yang ada dalam daftar 'wajib dibawa' ketika mempersiapkan barang bawaan untuk liburan.
"Karena dengan bawa barang-barang itu, kita kalau shopping bisa tahu mana yang kira-kira bisa cocok dengan baju ini, dengan tas ini atau sepatu ini yang kita bawa," ungkap Renny dalam wawancara dengan wolipop Jumat (8/6/2012).
Setiap berpergian, Renny menceritakan, dia selalu bawa minimal tujuh pasang sepatu. Sepatu-sepatu yang di bawanya di antaranya, sepatu keds untuk jogging, flat shoes, high heels warna hitam, sepatu pesta warna silver, gold, wedges dan boots.
"Boots kalau lagi winter (boots berhak dan tidak berhak). Tapi setiap sepatu nggak tentu jumlah yang dibawa," ungkap Renny yang juga tidak pernah lupa membawa sandal Havianas itu.
Selain sepatu, baju dan aksesori, Renny juga tidak lupa membawa produk kecantikan yang bisa mendukung penampilannya. "Lotion yang bagus karena biasanya udara dingin bikin kulit kering atau alergi," jelas Renny seraya menambahkan kalau dia juga selalu membawa blow rambut dan berbagai peralatan pendukungnya.
Dengan begitu banyaknya barang yang dibawa itu, bagaimana Renny mengemas semuanya ke koper? Putri mantan Gubernur DKI Sutiyoso itu tak punya trik khusus.
"Biasanya kaos dan baju saya gulung dan bisa saya sempilin di sepatu, tas, kotak yang lain biar bisa muat banyak barang," ungkap Renny yang kini amat dimanjakan suami dalam urusan packing untuk travelling. Jika dulu dia terbiasa packing sendiri, kini suaminya lah yang melakukannya untuknya.
Bicara soal barang bawaan ini, seperti wanita pada umumnya yang hobi shopping saat travelling, Renny pun pernah mengalami kelebihan barang bawaan atau excess baggage. Malah kejadian tersebut sering dialaminya.
"Berapa kilonya saya tidak ingat. Tapi biasanya kalau sudah over baggage saya tambah koper lagi dan bayar perk oper bukan per kilo. Dulu saya travelling sendiri pulang bawa ekstra empat koper lagi, ditambah dua yang memang sudah kehitung. Biasanya saya shipping koper saya, lebih praktis," urainya menjelaskan pengalamannya mengatasi excess baggage.
(eny/eny)
Renny Sutiyoso termasuk wanita yang tak mau melewatkan mengemas sepatu saat packing. Bukan hanya sepatu, tas juga menurutnya jadi benda yang ada dalam daftar 'wajib dibawa' ketika mempersiapkan barang bawaan untuk liburan.
"Karena dengan bawa barang-barang itu, kita kalau shopping bisa tahu mana yang kira-kira bisa cocok dengan baju ini, dengan tas ini atau sepatu ini yang kita bawa," ungkap Renny dalam wawancara dengan wolipop Jumat (8/6/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Boots kalau lagi winter (boots berhak dan tidak berhak). Tapi setiap sepatu nggak tentu jumlah yang dibawa," ungkap Renny yang juga tidak pernah lupa membawa sandal Havianas itu.
Selain sepatu, baju dan aksesori, Renny juga tidak lupa membawa produk kecantikan yang bisa mendukung penampilannya. "Lotion yang bagus karena biasanya udara dingin bikin kulit kering atau alergi," jelas Renny seraya menambahkan kalau dia juga selalu membawa blow rambut dan berbagai peralatan pendukungnya.
Dengan begitu banyaknya barang yang dibawa itu, bagaimana Renny mengemas semuanya ke koper? Putri mantan Gubernur DKI Sutiyoso itu tak punya trik khusus.
"Biasanya kaos dan baju saya gulung dan bisa saya sempilin di sepatu, tas, kotak yang lain biar bisa muat banyak barang," ungkap Renny yang kini amat dimanjakan suami dalam urusan packing untuk travelling. Jika dulu dia terbiasa packing sendiri, kini suaminya lah yang melakukannya untuknya.
Bicara soal barang bawaan ini, seperti wanita pada umumnya yang hobi shopping saat travelling, Renny pun pernah mengalami kelebihan barang bawaan atau excess baggage. Malah kejadian tersebut sering dialaminya.
"Berapa kilonya saya tidak ingat. Tapi biasanya kalau sudah over baggage saya tambah koper lagi dan bayar perk oper bukan per kilo. Dulu saya travelling sendiri pulang bawa ekstra empat koper lagi, ditambah dua yang memang sudah kehitung. Biasanya saya shipping koper saya, lebih praktis," urainya menjelaskan pengalamannya mengatasi excess baggage.
(eny/eny)










































