Populer di China, Tongkat Anti Pelecehan Seksual untuk Wanita

Vina Kurniawan - wolipop Sabtu, 28 Okt 2017 11:16 WIB
Foto: istimewa Foto: istimewa

Jakarta - Kejahatan seksual masih kerap terjadi dan korbannya kebanyakan wanita dan anak-anak. Maraknya kejahatan seksual, seperti pelecehan dan pemerkosaan, terutama di negara-negara berkembang membuat para wanita merasa was-was bepergian sendirian.

Untuk membantu kaum wanita melawan dan membela diri dari kejahatan seksual, perusahaan di China menciptakan alat perlindungan diri berupa tongkat yang bisa menyala dan menyemburkan panas. Sebagian orang menyebut alat ini Light Saber karena bentuknya mirip senjata di film 'Star Wars'. Sebagian orang lagi menamainya 'senjata antimesum'.

Foto: istimewa

Dikutip dari Koreaboo, alat sepanjang 30 cm ini dapat menyemburkan api yang panasnya mencapai 1500 derajat Celcius. Di China, senjata ini dibanderol dengan harga ¥33 hingga ¥199, atau sekitar Rp 67 ribuan - Rp 400 ribuan.

Salah satu vendor penjual di situs e-Commerce mengklaim, alat ini bisa membakar bahkan mencederai penyerang. Ada pula penjual yang mengatakan bisa menyebabkan luka bakar permanen. Meskipun bisa menyebabkan luka dan cedera, sejumlah vendor menegaskan bahwa alat tersebut bukanlah senjata.

"Api dan suhu yang sangat tinggi sudah cukup untuk menakuti orang jahat. Di saat-saat yang krusial, Anda bisa jadi pasukan antiteror SWAT," klaim salah satu online shop.
Foto: istimewa

Api dari tongkat ini bisa bertahan selama 30 menit. Jika sudah habis, dayanya perlu diisi ulang kembali.

Kini tongkat perlindungan diri tersebut sangat populer di China. Dalam sebulan, bisa terjual lebih dari 300 tongkat.
Foto: istimewa

Namun dikutip dari Telegraph, Kepolisian China memperingatkan bahwa penjualan alat ini belum legal. Transaksi jual-beli tongkat 'antimesum' bisa dianggap melanggar hukum, meskipun beberapa vendor masih menjualnya di Internet.

Ada kekhawatiran jika alat ini sampai ke tangan anak-anak, bisa mereka gunakan untuk bermain-main dan mungkin saja tombolnya tak sengaja tertekan dan melukai. Alat ini juga mungkin saja menyebabkan cedera pada pemakainya sendiri ketika membawanya bepergian. Tombol bisa tertekan dan menyala di dalam tas.
Foto: istimewa

Bagaimana menurut kamu? Alat ini terbilang aman untuk melawan pelaku kejahatan seksual atau justru jadi bumerang yang membahayakan pemakainya sendiri?
(hst/hst)