Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tidak Hanya Melindungi dari Hujan, Payung Ini Juga Bisa Ramal Cuaca

wolipop
Selasa, 24 Mar 2015 12:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta -

Payung kini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh dari kebasahan saat turun hujan. Dengan perkembangan teknologi, payung juga bisa meramal cuaca.

Seorang penemu asal Kroasia telah menciptakan payung yang bisa memprediksi cuaca saat itu. Goran Candrlic, nama penemu tersebut menyebut produk ciptaannya itu dengan Kisha.

Payung berwarna hitam ini bisa terhubung dengan aplikasi smartphone melalui koneksi Bluetooth, untuk meng-update ramalan cuaca secara akurat. Di dalam pegangan payung tersebut ditanamkan chip Bluetooth dan ketika dipasangkan dengan aplikasi gadget, Kisha akan melaporkan prakiraan cuaca selama lima hari ke depan. Sehingga pemakainya tahu apakah hari ini atau besok perlu membawa payung atau tidak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ide ini bermula ketika hujan tak henti-hentinya turun selama dua minggu dan teman mengirim pesan teks pada saya mengatakan, 'kita perlu membuat perusahaan payung' dan saya bilang 'kita harus memasukkan chip di dalamnya agar kamu tak kehilangan (payung) lagi'," jelas Goran seperti dikutip dari Daily Mail.

Ya, Kisha tidak hanya dilengkapi dengan informasi ramalan cuaca tapi juga chip Bluetooth agar keberadaannya bisa dilacak. Saat tertinggal di tempat umum, entah itu stasiun kereta api, restoran atau tempat umum lainnya, sang pemilik bisa tahu di mana posisi terakhir payung itu berada.

Ketika dihubungkan dengan aplikasi smartphone, Kisha akan mengirimkan peringatan kalau payung tersebut telah tertinggal dan di mana letaknya. Pemilik juga bisa melacak posisinya dengan peta digital.

"Kami menemukan pabrik yang bisa memproduksi payung berkualitas baik dan bisa disesuaikan dengan chip-nya. Kami ingin membuat produk payung terbaik. Kami ingin menciptakan produk yang tahan lama, bukan yang akan berakhir di tempat sampah," ungkapnya.

Material payung terbuat dari polyurethane dan kerangka payung memiliki 'sendi-sendi' tambahan. 'Persendian' tambahan ini akan membuat payung menekuk ke dalam ketika diterpa angin kencang. Sementara pada payung kebanyakan, biasanya kerangka akan membalik keluar dan langsung rusak.

Kisha sudah dipasarkan secara massal, sayangnya baru di kawasan Eropa dan Amerika Serikat. Di Amerika Serikat sendiri, payung ini sudah terjual hampir 30 juta buah setiap tahunnya.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads