ADVERTISEMENT

Rani Dharma
Tarot Expert
Rani Dharma
SEND YOUR QUESTION

Konsultasi Tarot

Bertahan dengan Pernikahan karena Agama, Padahal Suami Minta Cerai

- wolipop Kamis, 06 Jan 2022 16:45 WIB
asian depression sad woman is standing by windows alone at home and thinking negative thoughts Foto: Getty Images/PonyWang
Jakarta -

Aku menikah masih seumur jagung yaitu 2 tahun tapi ternyata Tuhan ijinkan untuk aku mengalami masalah yang berat. Aku menikah secara Katolik yang di mana perkawinan kami tidak bisa diceraikan. Aku dikembalikan ke orangtuaku dan tidak mendapatkan kabar apapun tentangnya.

Dia memaksa untuk tetap bercerai dengan alasan sudah tidak bisa bersamaku karena mentalku sebagai penyandang bipolar disorder sedangkan dia tahu aku memiliki kondisi itu sejak sebelum menikah. Aku tetap memilih bertahan dalam perkawinan karena berjanji di hadapan Tuhan dan dalam gereja Katolik pun aku tidak bisa bercerai. Aku meminta terakhir padanya bila ingin mengurus perceraian ini maka dia wajib menyelesaikan urusan dalam gereja. Bila gereja telah mengeluarkan surat pembatalan perkawinan baru aku akan menerima untuk dilanjutkan ke persidangan negeri. Gereja juga melihat bahwa tidak ada cacat dalam perkawinanku dan tidak bisa dibatalkan. Maka aku memilih saat ini diam dan meninggalkan untuk masalah ini karena aku memilih untuk tetap bertahan dalam perkawinanku. Apakah menjadi hal yang salah keputusanku?


(Pipit)

Jawab:

Kartu yang terbuka adalah Ring - Woman - Mountain. Dari sini terlihat bahwa Pipit berkomitmen pada pernikahan sebagai janji sakral dan cenderung akan terus memegang teguh janji ini sebagai pihak wanita. Namun, di sini juga terlihat bahwa interaksi Anda dengan suami tidak ada alias memang tidak terlihat kartu koneksi dalam pernikahan ini. Di kartu ketiga ada gunung batu yang diinterpretasikan sebagai penghalang Anda dalam melihat situasi sekitar.

Jadi kesimpulannya Anda harus bertanya pada diri, apakah Anda bertahan demi status, tetapi pernikahan hampa dan koneksi tidak ada. Atau Anda ingin merasakan bahagia yang sesungguhnya dengan melepas seseorang yang disebut suami, demi harapan masa depan yang lebih baik? Karena saat ini penglihatan Anda dibatasi institusi.

Perceraian memang bukan hal yang diharapkan siapapun, namun Anda harus objektif, ketika salah satu pihak (apapun alasannya) sudah tidak ingin berada dalam institusi tersebut, maka sesungguhnya (formal atau tidak) pernikahan tersebut sudah hancur. Sekarang yang sebaiknya dipikirkan adalah bagaimana jalan ke depannya.



Simak Video "Ribuan Wanita Ikut Pawai Kebaya Bersama Iriana Joko Widodo"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)