Virus Corona Mengkhawatirkan, Amankah Belanja Online dari China?

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 27 Jan 2020 14:38 WIB
VANCOUVER, BRITISH COLUMBIA - APRIL 4:  Reporter Wendy Luo holds up a N95 mask manufactured by 3M, one of the only masks that guards against germs such as severe acute respiratory syndrome (SARS) April 4, 2003 in Vancouver, British Columbia, Canada. A SARS clinic opened at noon today at St. Vincents Hospital in Vancouver, British Columbia, Canada. SARS is a flu-like illness which has killed at least 80 people, mostly in Asia, and more than 2,200 have been infected around the world. U.S. President George W. Bush listed the mystery virus as a communicable disease by executive order today.  (Photo by Don MacKinnon/Getty Images) Foto: thinkstock
Jakarta -
Meski belum merebak di Indonesia, virus Corona telah mengkhawatirkan banyak orang. Tak hanya lebih peduli dengan kebersihan dan kesehatan, beberapa juga menghindari pembelian barang impor dari China. Ditakutkan jika virus yang pertama kali mewabah di Wuhan itu menempel di barang dan menular ke manusia. Apakah benar bisa demikian?

Karena harganya yang kadang lebih murah, barang dari China memang sering jadi favorit pecinta belanja online. Tapi mewabahnya Corona yang memang mematikan membuat sebagian orang berpikir ulang karena takut virus itu bisa menular lewat paket belanjaan. Mengenai ini, sejumlah pakar mengungkap jika virus Corona tidak terbawa melalui benda mati.

Ketakutan virus Corona menyebar lewat paket belanja sempat menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah netizen yang khawatir dengan masalah ini pun menanyakan pada dokter atau akun tentang kesehatan. Akun Twitter Blog Dokter pun menjawab jika virus Corana memang bisa menular secara tidak langsung melalui benda mati. Tapi jika benda tersebut memang terkena cairan tubuh penderita.



Karena itu, Anda yang khawatir dengan ketidakamanan paket bisa langsung membuang bungkusnya dan membersihkan barang belanjaan. Misalnya, paket dari China itu adalah sebuah baju, Anda mungkin bisa mencucinya dengan air panas jika memang ingin memastikan tak ada virus dan bakteri menempel.



Belakangan viral sebuah becandaan di Twitter bahwa angpao bisa membawa virus Corona. dr. Gia Pratama pun menjelaskan lebih lengkap mengapa virus tidak bisa dibawa oleh barang. Dikatakan jika virus tidak memiliki dinding sel sehingga tidak bisa bertahan lama di benda mati. Virus Corona sendiri menyebar via sel-sel saluran pernapasan.



Sedangkan koresponden BBC Health Michelle Roberts menjelaskan jika belum ada bukti bahwa barang bisa membawa virus Corona. Dikatakan pula jika virus biasanya bertahan kurang dari 24 jam di luar tubuh manusia. Karenanya, paket belanja dari China kemungkinan tidak berbahaya.

"Tidak ada bukti bahwa ini adalah sebuah risiko. Beberapa penyakit, seperti coronavirus yang menyebabkan Sars bisa menyebar melalui permukaan yang terkontaminasi oleh orang batuk atau bersin. Belum terlihat jika coronavirus baru ini bisa melakukannya,"

"Bahkan jika bisa, masih dipertanyakan apakah pengiriman internasional akan menjadi masalah besar. Virus dingin cenderung bertahan hingga 24 jam di luar tubuh manusia walaupun norovirus bisa bertahan berbulan-bulan di luar tubuh,"

"Fakta yang paling menenangkan sejauh ini adalah kasus-kasus ini butuh kontak dekat dengan orang lain, sebutlah anggota keluarga atau pekerja kesehatan, untuk bisa menyebar," kata Michelle.



Simak Video "'Singles Day', Perayaan untuk Jomblo yang Munculkan Diskon Belanja Online 11.11"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)