Sejarah Black Friday Pesta Diskon Besar-besaran di AS yang Mendunia

Eny Kartikawati - wolipop Jumat, 29 Nov 2019 11:19 WIB
Sejarah Black Friday, pesta diskon besar-besaran yang mendunia. Foto: BBC Magazine Sejarah Black Friday, pesta diskon besar-besaran yang mendunia. Foto: BBC Magazine

Jakarta - Black Friday tengah berlangsung di Amerika Serikat. Sejumlah e-commerce di Indonesia pun menawarkan diskon dalam rangka Black Friday. Sebenarnya apa itu Black Friday?

Black Friday adalah satu hari Jumat di akhir bulan November setelah hari Thanksgiving di mana para brand, retailer, dan situs belanja memberi diskon besar-besaran. Begitu besarnya diskon sampai-sampai orang-orang di Amerika Serikat rela antre berdesak-desakkan untuk berbelanja. Biasanya mereka akan berburu barang elektronik atau gadget yang memberikan diskon besar.

Bagaimana Black Friday bisa 'dirayakan' oleh orang-orang di Amerika Serikat? Sejarah Black Friday ini ternyata tidak seindah diskon yang kini dinikmati warga di Amerika Serikat.



Suasana Black Friday di Amerika Serikat.Suasana Black Friday di Amerika Serikat. Foto: Reuters


Kata Black Friday sendiri, seperti dikutip dari Telegraph, pertamakali muncul saat terjadi krisis keuangan. Penyebab krisis itu karena dua banker di Wall Street, Jim Fisk dan Jay Gould, membeli emas dalam jumlah besar dengan harapan harganya akan naik sehingga mereka akan untung besar saat menjualnya lagi. Namun ternyata pada Jumat, 24 September 1869, pasar emas turun di Amerika Serikat. Alhasil dua orang ternama di Wall Street itu pun bangkrut dan menyebut hari itu sebagai Black Friday.

Black Friday yang kini diasosiasikan dengan pesta diskon sendiri juga terjadi setelah adanya kehebohan di Philadelphia pada tahun 1950-an. Saat itu para polisi di Philadelphia menyebut kata Black Friday, satu hari setelah Thanksgiving, karena hari itu ada banyak turis dan warga yang menuju ke kota untuk menonton pertandingan football Army-Navy.

Polisi menyebut hari itu sebagai hari tergelap karena mereka menjadi sangat sibuk. Macet terjadi di mana-mana, belum lagi adanya kasus pencurian di toko meningkat. Oleh karena itulah hari Jumat itu mereka sebut Black Friday.



Kata Black Friday semakin populer setelah digunakan dalam sebuah iklan yang dipublikasikan di majalah The American Philatelist pada 1966. Pada akhir 1980-an, kata itu semakin terkenal ke seluruh negara bagian dan akhirnya oleh para retailer diasosiasikan sebagai diskon setelah hari Thanksgiving.

Kini Black Friday pun dirayakan dengan banyaknya toko dan retailer yang memberikan diskon besar. Bahkan department store Macy's rutin menggelar parade sebagai tanda dimulainya Black Friday.

Bagaimana dengan di Indonesia? Black Friday di Indonesia hadir dalam bentuk berbeda. Pesta diskon besar-besaran biasanya digelar e-commerce di Indonesia pada Hari Belanja Online Nasional yang digelar setiap tanggal 12-12 atau 12 Desember.

Meski demikian, demi ikut meramaikan Black Friday di Amerika Serikat, sejumlah e-commerce di Indonesia juga ada yang menawarkan diskon. Sebut saja Zalora, BliBli, Shopee hingga Bukalapak menawarkan diskon Black Friday menarik bagi kamu yang ingin berbelanja.




Simak Video "Cerita Uya Kuya Liburan ke Amerika Berburu Barang Diskon"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)