Aroma Buah-buahan yang Bikin Belanja di Mal dan Supermarket Lebih Boros

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 03 Sep 2019 12:41 WIB
Foto: shutterstock Foto: shutterstock

Jakarta -

Seringkali mendapati jumlah belanjaan jadi lebih boros dari yang seharusnya? Trik supermarket memang patut disalahkan. Bukan rahasia lagi jika tempat belanja melakukan sejumlah cara untuk menarik pelanggan agar beli lebih banyak. Tak hanya dengan penempatan barang dan musik pelan, aroma buah-buahan ternyata bisa memunculkan hasrat untuk belanja lebih banyak.

Hal tersebut terungkap dari riset yang dilakukan Profesor Mark Leenders dari Melbourne's RMIT University. Penelitian dilakukan untuk mengetahui reaksi pengunjung akan berbagai aroma yang ditemukan di supermarket. Secara mengejutkan, aroma buah melon yang dianggap manis dan segar adalah salah satu penyebab orang belanja lebih impulsif.

Selain membuat lebih boros, ternyata aroma melon juga bisa memberi pengaruh positif baik untuk pembelanja dan pemilik toko. Dikatakan melon dapat meningkatkan mood positif orang yang menciumnya. Hal tersebut juga bisa membuatnya bertahan lebih lama di sebuah toko sehingga kemungkinan beli lebih banyak meningkat.

Melon menjadi aroma paling kuat yang bisa mempengaruhi pembelanja. Menurut penelitian, 43% pelanggan terpicu dengan bau melon ketika akan melakukan transaksi. Dikatakan bahwa orang yang mencium bau kuat melon merasa lebih optimis dan punya sikap positif terhadap produk.

Namun bukan bau melon saja yang bisa mengecoh pembelanja. Berdasarkan riset, aroma mint dan lemon yang sering tercium di toko fashion juga bisa mempengaruhi Anda. Sedangkan bau jeruk atau teh sering dihadirkan di toko furnitur rumah dengan tujuan yang sama. Sementara bau cengkeh, jahe, dan grapefruit menghasilkan efek maksimalkan ketika dimunculkan di department store dan mal.

Profesor Leenders mengatakan jika bau-bauan juga dapat mempengaruhi konsep waktu. Artinya aroma tertentu bisa jadi alasan Anda merasa betah berlama-lama di pusat perbelanjaan.
"Menariknya, kami juga mengonfirmasi studi sebelumnya yang mengatakan bau mempengarhui persepsi waktu konsumer. Di tingkat intensitas yang paling tinggi, pembelanja sering merendahkan (perkiraan) waktu mereka dalam toko selagi tingkat terendah meninggikan (perkiraan) waktu kunjungan," kata Profesor Leenders kepada Daily Telegraph.


Simak Video "Saat Api Menari Mengikuti Alunan Musik"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)