8 Hal yang Nggak Mau Dibeli Millennial, Mobil Hingga Rumah
Rahmi Anjani - wolipop
Selasa, 03 Jul 2018 11:43 WIB
tautan telah disalin
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Foto: Thinkstock
Jakarta -
Millennial diketahui punya kebiasaan dan pola pikir yang berbeda dari generasi sebelumnya. Tak hanya terkait cara bekerja, kebiasaan mereka dalam menghabiskan uang juga tidak seperti orangtua dan para pendahulu. Perkembangan zaman dan pergeseran cara pandang membuat millennial tidak mau membeli delapan hal berikut:
TV Berbayar
Foto: Ari Saputra
Menonton stasiun televisi berbayar menjadi salah satu kemewahan bagi generasi sebelumnya. Namun para millennial tak lagi memerlukan televisi dan jaringan TV kabel. Anak-anak muda zaman sekarang hanya butuh laptop atau komputer dan internet untuk menonton acara televisi atau film yang mereka suka.
Investasi
Foto: Muhammad Ridho
Millennial juga jarang berinvestasi. Hal ini sebenarnya cukup disayangkan mengingat penghasilan yang sebenarnya tak terlalu besar dibanding uang yang dikeluarkan untuk pendidikan dan gaya hidup. Dilansir Time, salah satu alasannya adalah banyak millennial yang tidak percaya dengan pasar saham karena tumbuh di masa-masa resesi. Untuk itu, millennial lebih pilih menabung saja yang lebih aman.
Mobil
Foto: Pool
Beli mobil menjadi impian banyak orang. Tapi tidak begitu untuk sebagian millennial. Golongan orang yang tahun ini berusia 19 hingga 33 tahun tersebut tidak terlalu butuh kendaraan pribadi. Berdasarkan laporan Yahoo Finance, ada penurunan presentase pembuatan SIM. Begitu juga dengan jumlah anak muda yang membeli mobil di tahun 2010. Apalagi kini cari kendaraan lebih mudah dengan aplikasi taksi online.
Rumah
Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Dikatakan jika millennial ingin tinggal di rumah orangtua mereka selamanya. Alasannya bukan selalu karena mereka manja tapi karena tidak mampu beli rumah. Sebuah studi Harvard mengungkap jika kepemilikan rumah orang dwasa muda di bawah 35 tahun menurun 12% di tahun 2006 hingga 2011.
Pernikahan
Foto: Dok. Floravere
Pernikahan dengan konsep yang simpel mulai tren di kalangan millennial. Salah satu alasannya agar menghemat pengeluaran dan ingin mengutamakan keintimiman. Selain itu, pernikahan juga semakin jarang dilakukan karena banyak dari millennial yang menunda. Kebanyakan dari mereka menunggu hingga kondisi finansial sudah mumpuni sebelum mulai berkeluarga.
Anak
Foto: thinkstock
Karena menunda pernikahan, para millennial juga tidak menghabiskan uang untuk anak. Tak seperti orang dewasa muda pada generasi sebelumnya, banyak pula millennial yang tidak berencana memiliki buah hati. Berdasarkan studi di 2012 terungkap jika kurang dari setengah millennial ingin punya anak. Presentase itu menurun 36% dari 20 tahun lalu. Alasannya tidak selalu karena mereka tidak suka anak kecil namun lebih karena masalah kesiapan ekonomi.
Asuransi Kesehatan
Foto: Thinkstock
Banyak millennial yang tak terlalu peduli dengan asuransi kesehatan. Asuransi memang bisa sangat dibutuhkan apalagi jika tiba-tiba mengalami kecelakaan atau penyakit keras. Namun millennial menganggap diri mereka sehat sehingga tak merasa membutuhkannya. Banyak pula yang lebih mengandalkan asuransi dari pemerintah atau perusahaan.
Apapun yang Disuruh
Foto: Thinkstock
Millennial tidak mau mendengarkan pendapat orangtua yang menyuruh mereka membeli sesuatu. Kebanyakan dari mereka malah lebih percaya dengan testimoni online dari pada opini orang-orang sekitar.