Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pasaraya Buka Toko Khusus Busana Muslim Karya 60 Desainer Indonesia

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 10 Jun 2014 17:14 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Arina Yulistara/Wolipop
Jakarta -

Perkembangan tren busana muslim di Indonesia semakin pesat. Bahkan para desainer kini sedang berusaha mengupayakan agar Indonesia menjadi kiblat fashion muslim dunia di 2020. Hal tersebut dimanfaatkan oleh para perancang mode untuk membuat sesuatu yang baru demi meningkatkan kualitas busana muslim di Tanah Air.

Bukan hanya desainer, tapi juga pusat perbelanjaan di kota-kota besar, salah satunya Pasaraya. Department store yang terletak di kawasan Blok M ini baru saja memperkenalkan toko terbarunya, Al Madina, dengan ragam koleksi dari para desainer busana muslim Indonesia.

"Berkembangnya berbagai model busana muslim menjadi inspirasi Pasaraya untuk menghadirkan pusat fashion busana muslim di Al Madina," tutur Medina Latief Harjani, President Director Pasaraya, saat konferensi pers di Lantai Dasar Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (10/7/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Toko tersebut berisi rangkaian koleksi terbaru dari 60 desainer ternama Indonesia. Desainer yang menjual koleksinya di Al Madina berasal dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) seperti Monika Jufry, Iva Latifah, Irna Mutiara, Najwa Yanti, Jeni Tjahyawati, Malik Moestaram, dan sederet nama desainer lainnya.

Dian Pelangi, Ida Royani, Arzetty Bilbina dan Stephanus Hamy juga menjual rancangan terbaik mereka di Al Madina. Busana yang dijual oleh para desainer memiliki ragam model yang lebih cocok diterapkan ke acara formal.

Medina mengatakan, sebenarnya Al Madina sudah dibuka sejak 2013 lalu tapi baru diperkenalkan di tahun ini karena awalnya merasa pesimis. Medina tidak yakin bahwa konsep toko terbaru ini bisa diterima baik oleh para konsumen.

Namun setelah satu tahun, penjualannya tanpa disangka melesat tinggi. Baru kemudian pihak Pasaraya ingin memperkenalkan toko terbarunya itu secara resmi.

Selain desainer, toko seluas 1.300 meter persegi ini juga menyediakan koleksi dari beragam label lokal seperti Sessa, Taqeeya, Marocco, Up To Date, Irna La Perla, dan sejumlah nama brand lainnya. Tidak hanya busana muslim yang ready to wear tapi ada pula koleksi untuk umrah, haji, perlengkapan salat, serta aksesori.

Pada acara pembukaan, Pasaraya memamerkan rangkaian busana muslim yang dijual di Al Madina dengan menyelenggarakan fashion show. Medina menuturkan, masih banyak label yang akan bergabung nantinya saat Ramadan.

"Al Madina belum sempurna ya masih sekitar 70 persen karena sisanya akan masuk di bulan Ramadan. Saya berharap Al Madina bisa mendapatkan profit lebih dari 30 persen dari tahun kemarin," tutupnya.

(aln/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads