Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ini Sebabnya Belanja Keperluan Natal Bisa Picu Stres

Dona Rema - wolipop
Rabu, 11 Des 2013 11:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Perayaan Natal dan Tahun Baru tinggal hitungan hari. Bagi Anda yang merayakan Natal, tentu saja salah satu persiapan yang akan dilakukan yaitu dengan berbelanja kebutuhan.

Tapi berhati-hatilah! Seorang psikologis, Dr David Lewis, memperingatkan bahwa belanja Natal bisa menyebabkan stres dan memicu agresifitas untuk bertengkar. Duh, mengapa bisa?

Ia mengatakan, ketika semua orang berkunjung ke mal atau pusat perbelanjaan untuk tujuan yang sama, maka orang akan menjadi lebih agresif. Masing-masing akan menghidupkan mekanisme pertahanan dasar. Apa maksudnya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penuh dan sesaknya tempat belanja, perjuangan untuk tawar-menawar, hingga tempat parkir yang penuh sesak, itulah yang menyebabkan kelelahan dan kecemasan, serta rasa bersalah dan perasaan tidak mampu. Terlebih lagi jika tidak bisa mendapatkan barang yang diinginkan.

"Belanja musiman memberikan dampak stres. Kehadiran orang lain menjadi faktor utama. Orang lain merupakan ancaman besar dan orang asing lebih dari sebuah ancaman. Anda dapat mulai melihat orang-orang yang bergerak lebih lambat dari Anda, seperti orang tua, sebagai musuh. Ini menyebabkan kemarahan belanja," ungkap Lewis kepada Telegraph, seperti dikutip dari dailymail.

Menurut Lewis, dalam kondisi seperti itu denyut jantung akan meningkat, berkeringat lebih banyak dan tubuh mulai memproduksi hormon stres yaitu kortisol. Hal ini akan memicu agresifitas, bahkan ingin melarikan diri dari keramaian.

Tentunya ada cara untuk mencegahnya agar kondisi buruk seperti itu tidak terjadi. Menurut Lewis cara pertama yaitu, sebelum pergi berbelanja maka seseorang sebaiknya membuat daftar apa yang akan mereka beli nantinya. Ini untuk mengurangi banyak waktu terbuang untuk mencari-mencari dan menghadapi ketegangan. Cara ini pun dapat menghindari pembeli untuk membeli sesuatu yang tidak penting.

Kedua yaitu orang tidak harus berbelanja saat mereka benar-benar lapar atau dalam keadaan mendesak. Sebab, berbelanja saat lapar dapat membuat Anda membeli lebih banyak barang dan akhirnya terbuang mubazir.

Cara ketiga, pikirkanlah secara baik-baik sebelum memberi hadiah mahal untuk Natal. Jangan sampai yang Anda beli hanya karena lapar mata, dan Anda pun tidak tahu bagaimana dan untuk apa penggunaannya, atau apakah orang yang akan diberikan akan suka atau tidak.

Cara terakhir, sebaiknya pikiran kembali untuk belanja keperluan Natal secara online. Hal ini untuk menghindari hiruk pikuk di mal yang akhirnya menyebabkan seseorang menjadi pemarah, kesal, serta stres.

(rma/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads