Liputan Khusus
Hati-hati, Gila Belanja Bikin Hubungan Asmara Tidak Harmonis
Belanja menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan untuk siapapun. Bahkan beberapa wanita sudah kecanduan belanja sehingga tidak bisa mengontrol keuangan mereka. Hal itu bisa berdampak negatif untuk Anda.
Psikolog klinis dan forensik, Kasandra Putranto, menuturkan, belanja memberikan perasaan nyaman bagi sebagian wanita. Bahkan beberapa dari mereka berbelanja bukan karena ingin membeli kebutuhannya tapi agar perasaan nyaman tersebut kembali dirasakan. "Akhirnya yang dikejar bukan belanjanya tapi memperoleh perasaan enak itu," tutur Kasandra saat berbincang-bincang dengan wolipop melalui telepon, Rabu (19/6/2013).
Bila perasaan tersebut terus dituruti bisa 'membahayakan' diri sendiri. Wanita 45 tahun itu mengatakan, salah satu bahaya atau kerugiannya adalah membuat hubungan dengan pasangan tidak harmonis. Tidak hanya itu, ada kerugian lain yang mungkin terjadi jika terlalu gemar belanja. Berikut uraiannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu kerugiannya memang membuat hubungan Anda dengan pasangan atau keluarga menjadi tidak harmonis. "Akhirnya bisa membuat rusak hubungan dengan suami juga, sama keluarga, apalagi kalau dia bukan orang yang bisa cari uang," tutur wanita lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu.
2. Bangkrut
Wanita yang gila belanja terkadang tidak ingat berapa banyak ia menghabiskan uang. Hal itu tentu dapat membuat penghasilan dan tabungan habis terkuras untuk belanja barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Jika tidak segera berubah atau konsultasi ke psikolog bisa menyebabkan Anda pailit.
"Kita jadi adiktif mengejar itu, kita mengejar perasaan itu terus-menerus bisa bahaya, bahaya buat dompet terutama, bangkrut," kata wanita yang sudah membuka praktek psikolog sejak tahun 1997 itu.
3. Terlibat Hutang
Wanita yang sudah jadi belanja mania akan sulit mengubah kebiasaannya sebelum diobati ke psikolog kemudian psikiater. Mereka bisa menghalalkan segala cara demi berbelanja walaupun harus berhutang sana-sini, atau mungkin selalu memakai kartu kredit untuk belanja. "Bisa terlibat hutang, bisa jadi juga karena pakai kartu kredit," ujarnya.
(ays/eny)










































