Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Tanah Abang, Tempat Memulai Karir Sebagai Desainer Mode

Alissa Safiera, eya - wolipop
Jumat, 27 Jul 2012 15:50 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. wolipop
Jakarta -

Pasar Tanah Abang dikenal sebagai pusat belanja grosir terbesar di Asia Tenggara. Jadi tak heran jika pasar Tanah Abang disebut-sebut sebagai tempat yang tepat untuk memulai karir di bidang mode.

Hal tersebut diungkapkan oleh desainer ternama Indonesia, Lenny Agustin. Menurutnya, mengawali karir sebagai desainer mode dengan berbelanja, melakukan riset mengenai ragam bahan atau membuka toko di Tanah Abang tidak ada salahnya untuk dicoba. Bagi Lenny, pasar Tanah Abang cukup menjanjikan dari segi bisnis.

"Nggak ada ruginya untuk memulai karir di Tanah Abang, lagipula dari segi bisnis Tanah Abang itu bagus banget. Apalagi untuk para desainer pemula. Bahan di Tanah Abang rata-rata merupakan buatan China. Jadi bagi pemula bolehlah untuk belajar cutting dan lain-lain. Bahan disana murah dan variasinya banyak, jadinya bagus buat latihan," tutur Lenny saat diwawancara wolipop, Selasa, (24/07/2012).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada keuntungan, ada pula kerugian yang ditawarkan pasar Tanah Abang. Salah satunya adalah produk dagangan serupa yang ditawarkan oleh para pedangan di pasar Tanah Abang. Apa yang sedang menjadi tren di kalangan artis, maka dijual pula di pasar yang dibangun pada 30 Agustus 1735 itu.

"Problemnya di Tanah Abang itu para pedagangnya saling mencontek model, jadi barang-barangnya seragam. Apa yang lagi laku, atau ngeliat di sinetron, dipake artis misalnya, terus semuanya jual barang yang sama. Dengan menempatkan desainer lokal disana, masyarakat jadi memiliki pilihan barang yang unik, dan beda ala desainer lokal, tapi dengan harga yang tetap murah," tutur desainer kelahiran Surabaya, tahun 1973.

Dari segi kualitas barang, pasar Tanah Abang sebenarnya tidak kalah bagus dengan barang fashion yang sering ditemui di mal-mal besar. Lenny juga menambahkan bahwa, banyak baju yang dijual di mal, namun juga bisa ditemui di Tanah Abang. Pastinya baju-baju di pasar Tanah Abang, ditawarkan setengah harga dari baju-baju yang ada dibutik.

Namun tidak bisa dipungkiri, harga juga menentukan kualitas. Lenny mengakui bahwa barang-barang yang ditawarkan dengan harga sekitar Rp 100 Ribuan ke atas, kualitasnya akan lebih baik dibanding dengan barang seharga Rp 75 Ribu ke bawah.

(eya/eya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads