Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Mal Seharga Rp 227 Miliar di Amerika Serikat Terbengkalai

Dona Rema - wolipop
Jumat, 20 Jul 2012 10:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta - Dixie Square Mall merupakan pusat perbelanjaan yang kini telah terbengkalai setelah 12 tahun beroperasi. Berlokasi di pinggiran kota Harvey, Illinois, Amerika Serikat, mal ini telah diabaikan selama lebih dari 30 tahun.

Pusat perbelanjaan tersebut mulai terkenal sejak digunakan sebagai tempat pembuatan film 'The Blues Brothers' pada tahun 1980. Belakangan terakhir, mal tersebut tengah menjadi buah bibir dalam pemberitaan di internet oleh sekelompok pengeksplorasi daerah perkotaan di daerah Illinois.

Seperti pusat perbelanjaan mati lainnya, mal ini terlihat memiliki tingkat kekosongan yang cukup tinggi dengan perlindungan yang sangat rendah. Oleh sebab itulah, Dixie Square Mall kini sudah ditutup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tempat belanja yang sudah dibangun sejak tahun 1965-1966 ini telah menghabiskan dana sebesar US$ 25 juta atau sekitar Rp 227 miliar. Tentunya angka tersebut sangat fantastis pada waktu itu. Karena itu pula pusat perbelanjaan ini disebut sebagai mal mewah.

Dixie Square Mall yang juga langsung beroperasi pada tahun 1966 itu, ternyata dulunya merupakan sebuah lapangan golf. Tak heran bila mal itu memiliki keluasan lebih dari 800.000 kaki persegi.

Setelah mal ini ditutup, berbagai macam rencana telah dibuat untuk menghancurkan bangunan mal itu. Namun, tidak ada satupun rencana yang berhasil.

Penghancuran mal ini padahal sudah dilakukan sejak akhir tahun 1970. Akan tetapi pembuatan film 'The Blues Brothers' yang dibintangi oleh John Belushi dan Dan Aykroyd itu telah menyelamatkan mal ini dari kehancuran. Hal tersebut disebabkan film itu yang berlatarkan tempat belanja ini.

Saat ini, salah satu bagian mal yg benar-benar telah hancur adalah dibagian pusat pembangkit energi listrik. Lantas, sebenarnya apa ya yang menjadikan mal ini ditutup?

Pada awal tahun 1970-an, kejahatan menjadi masalah yang meningkat di kota Harvey, sehingga beberapa insiden besar terjadi berdekatan dengan Dixie Square Mall. Lalu di bulan November 1972, seorang wanita muda ditembak di dekat mal dalam usaha perampokan yang gagal.

Tak hanya itu saja, setelah terjadinya insiden tersebut, masih ada lagi insiden lainnya yang bermunculan. Sehingga banyak para pedagang yang kabur dari mal itu. Meskipun ada usaha untuk membuat mal itu tetap beroperasi, namun tetap saja usaha tersebut gagal. Pada akhirnya pusat perbelanjaan itu akhirnya menjadi 'mal mati'.

(rma/rma)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads