Shopping Queen
Merasakan Keramahan Polisi di Seoul
Lima hari di Seoul cukup membuat kami berurusan dengan polisi. Kenapa? Bukan, kami bukan buron lho tetapi ada suatu kejadian yang menyebabkan paspor Yunita terselip dan kami harus membuat surat laporan dari polisi setempat untuk pengurusan ke KBRI. Maka dengan mengucap doa, kami meminta tolong petugas hotel untuk menuliskan pada notebook maksud kedatangan kami dalam bahasa Korea.
Kantor polisi tidak terlalu jauh dari hotel tempat kami menginap, PJ Hotel. Malam itu saat akan minta surat laporan dari polisi, waktu sudah menunjukkan pulul 10.30 malam.
Terlihat tiga polisi pria sedang berjaga dan langsung saja kami menyodorkan buku yang berisi pesan dari petugas hotel. Mereka mengangguk-angguk. Kami lalu langsung disuruh menunggu. Sambil menunggu terlihat mereka saling mengobrol dan menelepon ke hotel kami. Ketika itu salah seorang dari mereka tersenyum dan berkata, "Indonesia?" "Ya ya ya yes," Jawab kami.
Pembicaraan ternyata terus berlanjut dengan bahasa Tarzan yang sangat kocak dan seru. Tidak habis-habisnya kami tertawa terbahak-bahak di dalam kantor polisi ini bersama mereka. Tidak ada rasa takut sedikitpun, terasa sekali mereka ramah dan melindungi. Mereka bilang "Aaah Indonesia girl…funny and beautiful!"
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam waktu kurang lebih 15 menit surat pun selesai, mereka sangat ramah, baik dan terlihat sangat melindungi, membantu turis yang perlu pertolongan. Karena ini pengalaman yang mungkin jarang kami dapatkan lagi maka kami beranikan diri meminta foto dengan salah satu di antara mereka.
Jeprat jepret! Gamsa Hamnidaaa Pak Polisi!
(eny/eny)











































