Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Shopping Queen

Itaewon, Tempat Belanja Favorit Turis Asing

Yunita Triyana - wolipop
Rabu, 08 Jun 2011 12:03 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Wolipop
Jakarta -

Salah satu tempat belanja yang 'wajib' dikunjungi di Seoul adalah Itaewon. Tempat ini sangat mirip dengan Legian dan Seminyak di Bali, tapi dengan sentuhan country ala Amerika klasik.

Banyak bar dan kafe yang sangat menggambarkan suasana Amerika. Tidak heran, karena rata-rata pengunjung di tempat ini adalah turis asing. Uniknya, di kawasan yang terkenal sebagai tempat para turis asing ini terdapat Seoul Central Mosque yang merupakan satu-satunya masjid di Seoul.

Sayangnya kami tidak sempat mengunjungi masjid tersebut. Kami hanya menyempatkan diri untuk melihat-lihat dan makan siang. Bicara soal makan siang, di sini banyak sekali makanan halal. Bahkan bisa dibilang Itaewon adalah pusat makanan halal di Korea Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain bar dan kafe, di sini banyak juga toko yang menjual berbagai souvenir. Mulai dari gantungan kunci, magnet kulkas, kaos bertuliskan Korea, sampai jaket kulit dengan kualitas yang konon katanya sangat bagus.

Bagi para pecinta belanja perlu hati-hati di tempat ini, karena kabarnya di sini banyak barang tiruan (umumnya yang berlokasi di dalam gang). Tapi kalau di jalan utamanya, jarang kita temukan barang tiruan. Jadi tenang saja, barangnya bagus-bagus kok, namun harga pas dan tidak bisa ditawar.

Untuk masalah harga, ternyata souvenir di sini relatif lebih mahal dibandingkan di Namdaemun. Wajar memang, karena ini daerah turis. Suasana di kawasan ini sangat nyaman untuk jalan-jalan. Terutama bila Anda suka jalan malam, di sinilah tempatnya.

Itaewon paling mudah ditempuh menggunakan subway Line 6 via stasiun Itaewon, Noksapyeong dan Hanganjin. Harga tiket subway sekitar 2 ribu Won untuk sampai ke tempat ini. Lokasi Itaewon berdekatan dengan Hamilton Hotel sampai Hannam-dong. Hampir sekitar 2.000 toko, restoran dan night club ada di sini.

Kami sempat menemukan Hardrock Cafe di sini. Sayang ternyata kafe itu sudah tidak lagi beroperasi hanya gedungnya saja yang ada, dan berganti menjadi nama sebuah toko baju.

"Kenapa Hardrock Cafe ini tutup ya? Padahal di sini kan tempatnya para turis?" tanya saya dalam hati.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads