Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Shopping Queen

Produk Lokal Thailand, Murah & Berkualitas

Elizabeth Caesaria Putri - wolipop
Minggu, 15 Mei 2011 15:31 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. wolipop
Jakarta -

Perjalanan kami ke Bangkok yang dimulai Rabu (11/5/2011) dan diakhiri Minggu (15/5/2011) itu, sungguh sangat berkesan. Tidak terasa lima hari telah berakhir. Semua hal yang kami lalui, benar-benar menyenangkan.
 
Menurut saya, diluar kendala bahasa, Bangkok relatif mudah untuk ditelusuri. Saya, Inge dan Eya yang belum pernah ke Bangkok saja, tidak pernah tersasar sama sekali. Selama perjalanan ke Bangkok, ada dua tempat belanja favorit kami. Pertama adalah Platinum dan tentu saja Chatuchak. Dua tempat ini benar-benar murah dan serba ada.

Bagi Anda yang suka belanja murah tapi tidak suka berpanas-panasan, Platinum bisa jadi pilihan yang tepat. Namun apabila 'medan pertempuran' tidak menjadi masalah, pasar Chatuchak wajib Anda datangi!

Hari minggu lalu (15/5/2011), setelah puas berkeliling Amarin dan Gaysorn, kami masih punya sedikit waktu untuk berkeliling. Awalnya kami mau ke Chatuchak, tapi karena kami sudah check out dari hotel dan masih harus transit selama tujuh jam di Changi, rasanya kami tidak rela berkeringat lagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mall Platinum pun menjadi pilihan kami karena letaknya tidak jauh dari Gaysorn. Kami menuju Platinum dengan berjalan kaki, waktu yang ditempuh hanya 15 menit. Lagi pula, kapan lagi kita jalan kaki dari mall ke mall. Belum tentu bisa dilakukan di Jakarta kan?

Sewaktu kami ke Platinum pertama kali, Kamis(12/5/2011), kami merasa telah menjelajah seluruh isi Platinum. Ternyata kami salah. Platinum ini memiliki dua gedung. Gedung yang sebelah kanan (dekat dengan Central World) sepertinya lebih baru dibandingkan dengan gedung satunya lagi.

Di gedung baru ini, lantainya lebih teratur dan tutupnya lebih malam. Kalau gedung lama tutup pada pukul 7 malam, gedung baru tutup sekitar jam 8 malam. Lantai 1 hingga 3 berisi pakaian wanita. Lantai 4 dan 5 campuran antara sepatu dan tas.

Mungkin karena tiap lantai isinya sama, jadi lebih mudah mencari sesuatu, misalnya model yang kita inginkan. Contohnya seperti di lantai sepatu, seandainya koper saya belum rapi, saya bisa gelap mata. Pilihan modelnya banyak dan tentu saja, harga yang terjangkau.

Saya dan Eya menyukai satu sepatu yang sama, pump shoes warna beige. Sepatu ini mirip sekali dengan desain Melissa Shoes, hanya saja tidak terbuat dari plastik dan modelnya lebih ramping. Harga sepatu hanya 800 baht saja atau sekitar Rp 240 ribu. Itu pun belum kami tawar lho! Tapi sayangnya, kami harus kecewa karena sepatu itu tinggal satu dan kebetulan bukan ukuran kami.

Di luar kekecewaan itu, saya meneliti kenapa sih barang-barang di Bangkok bisa sangat murah? Ternyata oh ternyata, sepatu tadi itu asli buatan Thailand. Hampir seluruh barang yang dijual di Bangkok, adalah buatan lokal. Seperti kaos dan seperti sepatu clog yang saya beli di Chatuchak, keduanya buatan Thailand.

Mereka bisa membuat barang up to date yang murah, dengan kualitas yang tidak kalah bersaing dengan produk luar negeri, luar biasa! Kira-kira apakah kita bisa mencintai produk lokal kita? Saya akan dengan tegas menjawab ya, apabila kualitas dan harganya bisa seperti produk Thailand.

(eya/eya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads