Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Shopping Queen

Wisata Budaya & Kuliner di Chinatown, Bangkok

Elizabeth Caesaria Putri - wolipop
Sabtu, 14 Mei 2011 09:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Wolipop
Jakarta -

Program Shopping Queen dari Wolipop ini benar-benar membuka wawasan kami. Belanja dari mall hingga pasar tradisional kami lakukan. Pada Jumat(13/5/2011), Chinatown mendapat giliran untuk kami kunjungi.

Seperti biasa, BTS skytrain selalu setia mengantar kami. Cara ke Chinatown, turun di stasiun Asok, kemudian berganti naik MRT menuju Hua Lampong. Selanjutnya tinggal berjalan kaki sekitar 15 menit.

Cukup jauh sih, tapi sembari jalan kaki, kita bisa melihat-lihat daerah sekitar. Banyak yang menarik untuk diamati. Hampir sepanjang jalan, dari stasiun menuju Chinatown, berjajar toko obat. Bau obat-obat tradisional itu tercium sangat kuat. Kami bertiga sampai mau pingsan karena tidak tahan baunya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sepanjang jalan juga banyak penjual makanan. Saya paling tidak bisa menahan diri melihat makanan-makanan itu, terutama gorengan. Saya tergoda untuk membeli sosis yang dibalut dengan crepes. Rasanya unik, karena manis bercampur asin. Harganya adalah 20 Baht atau sekitar Rp 6 ribu.

Lalu beberapa langkah berjalan, saya tergoda lagi oleh makanan berwarna hijau. Makanan ini ditabur dengan campuran gula dan kacang. Nah kalau yang ini agak mengecewakan. Manis sekali! Untung harganya murah, hanya 10 Baht.

Selain itu, kami juga menemukan tempat 'terlarang'. Terselip di antara restoran-restoran, kami melihat bangunan gelap yang ramai. Wanita dengan pakaian minim, duduk berjajar di tangga bangunan itu. Kami melihat pria bule menghampiri tempat tersebut. Salah satu dari wanita itu menyambut dengan manja. Hmm tempat apakah itu? Ya Anda tahulah.

Berjalan tidak jauh dari sana, kami mulai memasuki area belanja. Seperti Chinatown pada umumnya, area ini juga ramai dan padat. Kebanyakan yang dijual adalah mainan anak dan aksesori rambut.

Saya pribadi sih, tidak tertarik berbelanja di sana. Mainan yang dijual, mirip dengan pasar Gembrong, Jakarta. Begitu pula dengan aksesori rambut, tidak beda dengan yang dijual di ITC. Bagi yang ingin belanja, saya tidak merekomendasikan tempat ini. Chinatown lebih cocok untuk wisata budaya dan kuliner. Nilai plusnya, hampir semua penjual di sana bisa berbahasa Inggris. Jadi komunikasi lancar.

Hari sudah semakin siang. Kami memutuskan untuk segera berpindah tempat. Kali ini, Tuk-tuk menjadi pilihan kami untuk mengantar ke tempat selanjutnya.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads