Kenikmatan Hidangan Nusantara di Bunga Rampai Versi Wajah Baru

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 23 Apr 2021 18:45 WIB
Restoran Bunga Rampai Suasana wajah baru restoran Bunga Rampai di Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)
Jakarta -

Setelah sempat tutup beberapa bulan untuk renovasi, restoran Bunga Rampai yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, akhirnya membuka kembalinya. Kami pun penasaran untuk melihat wajah baru dari restoran yang beroperasi sejak 2007 ini.

Tampak luar tak ada perubahan berarti dari tampilan bangunan yang tadinya adalah sebuah rumah yang didirikan pada 1925 itu. Arsitektur asli yang bergaya kolonial tetap dipertahankan.

Perbedaan baru terasa ketika menginjakkan kaki ke dalam area restoran. Interior yang mengombinasikan unsur etnik dan klasik ditata sedemikian rupa sehingga meninggalkan kesan yang lebih homey.

Restoran Bunga RampaiSuasana restoran Bunga Rampai (Foto: Dok. Tim Muara Bagdja)

Pernak-pernik khas Palembang menjadi aksen yang cukup menonjol. Ada songket Palembang yang dipajang di dalam bingkai, lemari ukir, dan aneka dekorasi lacquer khas Palembang yang diletakkan di sudut-sudut tertentu.

Kehadiran unsur interior tersebut mempertegas identitas Bunga Rampai sebagai restoran masakan Indonesia yang berkonsep fine-dining. Interior desainer Agam Riadi yang telah menangani Bunga Rampai sejak awal kembali dipercayai.

Uniknya, ruangan-ruangan untuk sesi makan yang lebih privat mendapat nama baru yang terinspirasi dari bunga-bunga Nusantara. Sebut saja Bungong Jeumpa, Pinang Merah, Seroja, Kemuning dan Krisan.

Restoran Bunga RampaiSuasana restoran Bunga Rampai (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Salah satu ruangan tersebut rupanya memiliki nilai historis. Konon katanya, ruangan yang berada di lantai satu itu pernah menjadi tempat presiden pertama RI Ir. Soekarno melakukan pertemuan penting.

Tak cuma interior, busana para pramusaji pun tak luput dari nuansa baru. Sekali lagi, Bunga Rampai menggandeng desainer papan atas Tanah Air Sebastian Gunawan untuk memoles tampilan busana staf.

Mempertemukan budaya Jawa dengan Sumatera dalam sentuhan modern, Seba, begitu sapaan akrabnya, mengombinasikan warna krem, merah, emas, sogan, hitam, dan putih, sehingga berselaras senada dengan warna ruang.

Restoran Bunga RampaiStaf memakai seragam rancangan Sebastian Gunawan (Foto: Dok. Tim Muara Bagdja)

Kebaya kutubaru khas Kartini yang dilengkapi selendang atau baju kurung berselendang songket Sumatera untuk staf wanita. Sementara itu, para pria memakai beskap.

Tentu hidangan juga ada yang baru. Kami mencoba salah satunya, yakni Bebek Sultan Madura. Bebek diolah dengan bumbu rempah yang gurih sukses memanjakan lidah.

Restoran Bunga RampaiBebek Sultan Madura (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Sebagai pendamping, kami mencicipi tahu isi balok dengan isian sayuran segar. Makanan ini juga termasuk dalam menu baru.

Beberapa tawaran teranyar lain di antaranya Ayam Tangkap, Lodeh Gedongan, dan Nasi Hui, melengkapi Oseng Itik Rempah, Sate Banjar, Salad Kecipir, Sate Maranggi, Mendoan Urap Gulung dan Ikan Bakar Parape.

Restoran Bunga RampaiTahu balok isi (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Untuk menutup santap malam kami, gelato dengan rasa-rasa tradisional menjadi pilihan. Kami memilih rasa Klepon dan rujak bebek yang mungkin pada awalnya terasa aneh di lidah, tapi cukup nikmat untuk disantap sampai habis.


Dari segi pricing, Bunga Rampai masih sama seperti dulu. Kami membayar sekitar Rp 500 ribu untuk bersantap berdua. Lumayan sepadan dengan pengalaman yang ditawarkan.

Restoran Bunga RampaiGelato Klepon dan Rujak Bebek (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)


Simak Video "Kronologi Putusnya Kim Seon Ho dan Mantan Pacar Mencuat ke Publik"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)