Howdy Hello Hola Hey Ho, Resto Vietnam Bernuansa Bronx
wolipop
Rabu, 14 Mei 2014 17:29 WIB
Jakarta
-
Namanya yang unik membuat banyak orang, termasuk tim Wolipop bertanya-tanya, seperti apa restoran ini dan menu apa yang ditawarkan? Howdy Hello Hola Hey Ho, mungkin menjadi nama restoran terpanjang yang pernah saya datangi. Agak sulit menyebut dan menghafalkannya tapi cukup menimbulkan rasa penasaran untuk masuk ke dalamnya.
Sebut saja namanya secara singkat dengan Howdy Hello. Resto yang baru beberapa bulan berdiri ini terletak di lantai 5 Grand Indonesia Shopping Town, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat. Nuansa urban cukup kental di resto ini, bahkan sudah terasa dari depan ruangan dengan penempatan tulisan 'Howdy Hello Hola Hey Ho' yang menggunakan lampu neon. Tampak depan seperti sebuah klub atau bar, tapi ternyata resto ini menawarkan ragam makanan khas Asia.
Bagian dalam resto ini memiliki pencahayaan yang temaram, mirip sebuah klub dan bar 'underground'. Di beberapa dindingnya terdapat grafiti dan lukisan grafis bernuansa Bronx dan sangat khas anak muda. Di bagian depan terdapat meja bar yang berseberangan dengan beberapa set meja kursi. Masuk lebih ke dalam, suasana semakin redup dan lebih banyak kursi dan meja untuk menikmati makanan.
Terdapat beberapa rak dari kayu yang tampak kusam dan berkesan unfinished untuk menempatkan ornamen-ornamen berupa pot tanaman, buku-buku serta properti berdesain unik. Seperti namanya, resto ini sepertinya memang mencoba menghadirkan ambiens yang unik dan berbeda dari tempat lain yang lebih 'mainstream.'
Untuk menu, Howdy Hello banyak menyajikan kuliner khas Vietnam dan beberapa makanan Thailand. Sebagai starter, Wolipop memilih Fried School Prawns yaitu udang goreng tepung yang diberi taburan bumbu bercitarasa rempah dan asin, disajikan dalam keranjang kecil. Pertama kali menyentuh lidah, menu ini terasa gurih namun lama kelamaan menjadi sangat asin. Mungkin karena taburan bumbunya terlalu banyak.
Menu pembuka kedua adalah Uncle Ho's Crunchy Wings, yakni sayap ayam goreng tepung dengan 'guyuran' saus manis-asin serta taburan daun seledri. Kulit ayamnya renyah, sausnya pun gurih dan unik, hanya saja rasanya juga terasa terlalu asin untuk ukuran lidah orang yang memang tidak terlalu menyukai konsumsi banyak garam. Hal yang sama juga terjadi pada Gai Yang Chicken, ayam bakar dengan saus asam-manis dan selada mangga.
Satu-satunya menu yang kami pesan, yang masih bisa ditolerir rasa asinnya adalah Banh Mi Beef. Sandwich ala Vietnam dengan isian acar wortel dan bengkuang, ketimun, daun seledri serta irisan daging sapi panggang. Perpaduan rasa asam dan gurihnya daging terasa pas saat berkumpul di mulut. Porsinya lumayan besar sehingga cukup mengenyangkan.
Sebagai penghilang dahaga, kami merekomendasikan Virgin Passion Fruit Mojito. Mocktail dengan campuran soda, lime serta buah markisa yang memiliki rasa asam segar eksotis. Coba juga Hellow Mellow, yaitu campuran jeruk nipis dan jus semangka, dengan potongan buah semangka di atasnya.
Secara keseluruhan, Howdy Hello menawarkan suasana resto yang cukup unik dan nyaman. Namun untuk makanan, setidaknya menu yang kami pesan lebih dominan rasa asin sehingga kurang cocok di lidah orang yang kurang suka makanan asin. Range harga makanan di resto ini mulai dari Rp 25 ribuan, sedangkan minuman (mocktail) mulai dari Rp 40 ribuan.
(hst/hst)
Sebut saja namanya secara singkat dengan Howdy Hello. Resto yang baru beberapa bulan berdiri ini terletak di lantai 5 Grand Indonesia Shopping Town, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat. Nuansa urban cukup kental di resto ini, bahkan sudah terasa dari depan ruangan dengan penempatan tulisan 'Howdy Hello Hola Hey Ho' yang menggunakan lampu neon. Tampak depan seperti sebuah klub atau bar, tapi ternyata resto ini menawarkan ragam makanan khas Asia.
Bagian dalam resto ini memiliki pencahayaan yang temaram, mirip sebuah klub dan bar 'underground'. Di beberapa dindingnya terdapat grafiti dan lukisan grafis bernuansa Bronx dan sangat khas anak muda. Di bagian depan terdapat meja bar yang berseberangan dengan beberapa set meja kursi. Masuk lebih ke dalam, suasana semakin redup dan lebih banyak kursi dan meja untuk menikmati makanan.
Terdapat beberapa rak dari kayu yang tampak kusam dan berkesan unfinished untuk menempatkan ornamen-ornamen berupa pot tanaman, buku-buku serta properti berdesain unik. Seperti namanya, resto ini sepertinya memang mencoba menghadirkan ambiens yang unik dan berbeda dari tempat lain yang lebih 'mainstream.'
Untuk menu, Howdy Hello banyak menyajikan kuliner khas Vietnam dan beberapa makanan Thailand. Sebagai starter, Wolipop memilih Fried School Prawns yaitu udang goreng tepung yang diberi taburan bumbu bercitarasa rempah dan asin, disajikan dalam keranjang kecil. Pertama kali menyentuh lidah, menu ini terasa gurih namun lama kelamaan menjadi sangat asin. Mungkin karena taburan bumbunya terlalu banyak.
Menu pembuka kedua adalah Uncle Ho's Crunchy Wings, yakni sayap ayam goreng tepung dengan 'guyuran' saus manis-asin serta taburan daun seledri. Kulit ayamnya renyah, sausnya pun gurih dan unik, hanya saja rasanya juga terasa terlalu asin untuk ukuran lidah orang yang memang tidak terlalu menyukai konsumsi banyak garam. Hal yang sama juga terjadi pada Gai Yang Chicken, ayam bakar dengan saus asam-manis dan selada mangga.
Satu-satunya menu yang kami pesan, yang masih bisa ditolerir rasa asinnya adalah Banh Mi Beef. Sandwich ala Vietnam dengan isian acar wortel dan bengkuang, ketimun, daun seledri serta irisan daging sapi panggang. Perpaduan rasa asam dan gurihnya daging terasa pas saat berkumpul di mulut. Porsinya lumayan besar sehingga cukup mengenyangkan.
Sebagai penghilang dahaga, kami merekomendasikan Virgin Passion Fruit Mojito. Mocktail dengan campuran soda, lime serta buah markisa yang memiliki rasa asam segar eksotis. Coba juga Hellow Mellow, yaitu campuran jeruk nipis dan jus semangka, dengan potongan buah semangka di atasnya.
Secara keseluruhan, Howdy Hello menawarkan suasana resto yang cukup unik dan nyaman. Namun untuk makanan, setidaknya menu yang kami pesan lebih dominan rasa asin sehingga kurang cocok di lidah orang yang kurang suka makanan asin. Range harga makanan di resto ini mulai dari Rp 25 ribuan, sedangkan minuman (mocktail) mulai dari Rp 40 ribuan.
(hst/hst)
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Lebih Fresh dalam 15 Menit, Rahasia Glow Alami dengan SKINFOOD Food Mask!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Bebas Jerawat Saat Lebaran dengan Numbuzin No.1 Pantothenic B5 Active Soothing Cream, Skincare Favorit dari Korea!
Elektronik & Gadget
Lari, Gowes, atau Workout? Tetap Dengar Sekitar dengan JOVITECH Wireless BC61 Bone Conduction Runfree Earphone!
Perawatan dan Kecantikan
Review Cushion Lokal Favorit untuk Makeup Lebaran yang Flawless dan Tahan Seharian!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Misoa Story, Resto Comfort Food Nuansa Industrial-Playful di Kelapa Gading
Munch Club, Spot Makan Bergaya Diner dengan Interior Minimalis Modern
Rahasia Meja Chinese New Year Berkelas, Belajar Langsung dari Florist Profesional
Restoran Rooftop Terbaru di Jakarta Barat, Cocok Buat Merayakan Tahun Baru
Epice Kemang, Resto Baru yang Cocok Jadi Tempat Kumpul Keluarga Saat Natal
Most Popular
1
Gaya Effortless Sherina Munaf di Acara One Piece Live Action, Banjir Pujian
2
Pramugari Ungkap Kelakuan Miliuner di Superyacht: Cincin Kawin Hanya Dekorasi
3
Gaya Fuji & Felicya Angelista Kompak Tampil Bak Artis Bollywood Pakai Lehenga
4
Potret Gaya Paula Verhoeven Bercadar Saat Umrah di Bulan Ramadhan
5
Wajah Aktris Cantik Ini Terbakar Gara-gara Tren Tiup Kue Ulang Tahun TikTok
MOST COMMENTED











































