Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Cara Menghadapi Pacar yang Tukang Bohong

Ratih Ibrahim - wolipop
Senin, 23 Nov 2015 14:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Mba Ratih, pacar saya sudah beberapa kali ketahuan berbohong. Kemarin dia bilang kalau sedang kurang enak badan dan ada di rumah, tapi waktu saya ke rumahnya dia tidak ada. Sampai saya tunggu dia ternyata belum pulang juga.

Saat saya konfirmasi, dia malah menyangkal dan bilang kalau saya tidak mempercayainya. Sebenarnya saya tidak ingin mempermasalahkannya dan ingin diam saja, tapi saya takut nanti akan jadi kebiasaan buruknya dan saya juga ingin tahu sebenarnya sebab dia berbohong.

Tapi pacar saya orangnya sangat tertutup dan dia menghindar kalau saya tanya kenapa dia berbohong. Temannya juga pernah cerita kalau dia pernah dibohongi oleh pacar saya. Bagaimana caranya mbak, agar dapat menyadarkan pacar saya dan dia mau lebih berterus terang dan tidak berbohong lagi? Saya tidak ingin dia dinilai negatif oleh orang lain. Bagaimana cara menyampaikannya ke pacar saya agar dia juga tidak tersinggung dan merusak hubungan kami.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disa, 30 Tahun

Jawab:

Dear Disa,

Tegaskan pada pacar kamu bahwa kamu tidak suka dibohongi. berikan contoh nyata: “bilang di rumah tapi ketika disamperin tidak ada di rumah”. Kemukakan juga bahwa sikap dan perilakunya ini dapat merusak hubungan kalian berdua. Salah satunya adalah membuat kamu tidak percaya padanya.

Tanyakan kembali alasannya berbohong, kamu boleh memancing dengan memberikan beberapa kemungkinannya alasan berbohong, seperti: takut dilarang pergi, malas bertengkar dan ditanya-tanya, dsb. Cermati jawabannya, bila masuk akal dan dapat kamu percaya maka sepakatilah solusi bersama agar tidak lagi ada kebohongan di lain waktu.

Tapi jika dia masih tidak mau menjawab dan malah menyalahkan diri kamu, seperti mengatakan kamu tidak percaya dengannya maka artinya dia tidak mau bekerjasama untuk mengatasi persoalan kalian ini. Jika demikian maka keputusan ada di kamu untuk memilih dan menentukan sikap. Kalau kamu masih mau bersamanya maka kamu harus dapat menerima dan menyesuaikan diri dengan sikap-perilakunya. Salam hangat Disa.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads