Dibandingkan Suami dengan Wanita Lain, Haruskah Cerai?
Saya istri dengan dua anak hendak meminta pandangan terhadap masalah yang saat ini saya hadapi. Dulu setelah kejadian tertentu, saya pernah meminta komitmen suami untuk jangan pernah menghubungi teman lama wanitanya, sebut saja Rina. Tentu saja ada alasan yang menurut saya sangat dapat diterima oleh akal sehat dan perasaan saya. Maksudnya saya sudah memikirkan secara matang. Dan Suami pada saat itu sepakat untuk itu.
Namun saat ini saya mengetahui kalau suami saya itu mencari tahu kembali dan menjalin "komunikasi" apapun bentuknya dengan Rina tersebut. Suami mengelak kalau dikatakan mereka berkomunikasi dan cenderung untuk terus berbohong tentang hal itu dan di akhir pembelaannya dia mengatakan bahwa dibanding kenal dengan saya dia lebih mengenal wanita itu.
Saya merasa terhina dan tentunya sangat sedih. Mendadak saya merasa tidak kenal dengan suami saya dan menjadi sangat tidak peduli. Saya juga schock, ternyata peristiwa seperti ini saja dapat menghancurkan perasaan saya terhadap suami. Saya mencoba menenangkan diri, namun ternyata sulit bagi saya untuk bisa menerima hal itu. Kalau saja tidak karena anak, mungkin saya inginkan berpisah saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kirana, 34 Tahun
Jawab:
Dear Kirana,
Setiap manusia mencari kebahagiaan dan tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Tolak ukur kebahagiaan setiap orang dapat berbeda. Pastikan fokus pada kebahagiaan yang bersifat kekal bukan hanya pada kebahagiaan yang bersifat semu ataupun sementara. Dan ingat bahwa kebahagiaan bukan ditunggu melainkan diciptakan oleh diri kita sendiri.
Diskusilah dengan suami kamu, apa yang diinginkan, diharapkannya dalam pernikahan kalian dan kelanjutan pernikahan kalian. Demikian juga kemukakan apa yang menjadi harapan dan keinginan kamu dalam pernikahan kalian. Pertimbangkan pula kesejahteraan dan kesehatan (baik psikologis maupun fisik/biologis), serta masa depan anak dalam bahasan kamu dan suami. Oleh karena anak merupakan tanggung jawab kalian berdua baik kalian tetap menikah ataupun tidak.
Fokuslah pada bahasan mengenai pernikahan kalian dan bukan mengenai teman wanitanya tersebut. Tentukan solusi kalian bersama mengenai persoalan pernikahan yang kalian hadapi. Larangan ataupun pemaksakan kehendak tidak akan menjadi solusi yang tepat kecuali hal tersebut datang dari niatan sendiri.
Manusia memang memiliki pilihan bebas untuk memutuskan, bersikap ataupun berperilaku. Namun, selalu akan ada konsekuensi yang mengikuti setiap pilihan yang kita ambil. Oleh karena itu apapun yang akan menjadi pilihan kamu dan suami, pastikan kalian mampu bertanggung jawab terhadap konsekuensi pilihan tersebut. Salam hangat Kirana.
(eny/eny)
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Lebih Fresh dalam 15 Menit, Rahasia Glow Alami dengan SKINFOOD Food Mask!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Bebas Jerawat Saat Lebaran dengan Numbuzin No.1 Pantothenic B5 Active Soothing Cream, Skincare Favorit dari Korea!
Elektronik & Gadget
Lari, Gowes, atau Workout? Tetap Dengar Sekitar dengan JOVITECH Wireless BC61 Bone Conduction Runfree Earphone!
Perawatan dan Kecantikan
Review Cushion Lokal Favorit untuk Makeup Lebaran yang Flawless dan Tahan Seharian!
Menghadapi Kekasih yang Suka Berubah-ubah Sikap, Kadang Mesra dan Cuek
Si Dia Ngaku Tidak Mau Pacaran Dulu, Cuma Alasan atau Sungguhan?
Tidak Cocok dengan Keluarga Kekasih, Akankah Berpengaruh Setelah Menikah?
Cara Menghadapi Pacar yang Terlalu Baik Pada Wanita Lain
Cara Mengatasi Rasa Kesal Pada Ibu Mertua yang Sikapnya Mudah Berubah
TikTok Viral Verificator
Viral! 4 Bersaudara Ini Bernama Merek Mobil, dari Volvo hingga Mercedes
Kisah Wanita Hampir Jadi Korban Epstein, Selamat karena Ikuti Kata Ibu
Ramalan Zodiak 14 Maret: Aries Dengarkan Pasangan, Gemini Ada Kejutan
Adu Gaya Personel BLACKPINK di Paris Fashion Week 2026, Lisa Pamer Pusar











































