Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kekasih Direbut Sahabat Sendiri, Bagaimana Menghadapinya?

wolipop
Rabu, 29 Apr 2015 15:44 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Dear Ibu Ratih. Saya sedang sangat sedih. Sebelumnya saya memiliki kekasih dan juga sahabat. Namun kini keduanya mengkhianati saya. Kekasih saya direbut sahabat saya sendiri. Saya sebenarnya bingung apakah apa yang dilakukan sahabat saya bisa dibilang merebut kekasih saya. Tapi pastinya kekasih belakangan sering meminta putus hanya karena pertengkaran yang sebenarnya sepele.

Belakangan saya sadar kalau permintaan putusnya itu karena dia sudah berencana memacari sahabat saya. Tidak lama setelah putus dari saya, terbukti dia dan sahabat saya langsung pacaran. Bagaimana menghadapi hal seperti ini? Kehilangan sahabat yang seperti itu apakah memang pantas? Perlukah mengakhiri saja persahabatan saya dengan teman saya yang sudah saya kenal sejak remaja ini?

Gia, 23 Tahun

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawab:

Dear Gia,

Apabila kamu merasa sedih, sakit hati dengan sahabat dan mantan pasanganmu, dan sulit untuk melupakan atau bahkan memaafkannya, adalah suatu hal yang wajar. Namun, kamu harus dapat berjuang untuk move on dari kejadian yang baru kamu alami tersebut dan tidak membesar-besarkan masalah yang kamu alami (drama). Untuk move on, kamu dapat mencari kesibukan yang bermanfaat. Misalnya, fokus pada tugas-tugas kuliah, atau mengembangkan kemampuanmu dalam bekerja, mengerjakan hobby, atau ‘me time’ dengan melakukan perawatan rambut dan tubuhmu.

Dengan melakukan banyak kegiatan, diharapkan kamu hanya mempunyai sedikit waktu untuk bersedih memikirkan kejadian yang baru kamu alami. Dan mempunyai banyak waktu untuk mempercantik diri kamu dari dalam dan luar, dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan kamu. Usahakan untuk tidak menghubungi mantan pasanganmu selama kamu berusaha untuk move on.

Untuk mengetahui jawaban apakah kamu masih perlu berteman dengan dan sahabatmu sendiri, kamu dapat merenungkan apakah sahabatmu memang merupakan sahabat yang terbaik untukmu. Kamu dapat merenungkan apa saja yang dilakukannya selama kamu bertengkar dengan mantan pasanganmu, apa yang diucapkannya kepadamu ketika ia memutuskan untuk berpacaran dengan mantan pasanganmu, serta perilaku dan perkataannya terhadapmu. Keputusan kembali pada kamu, untuk memilih dan menentukan kelanjutan hubungan persahabatanmu. Semoga membantu. Salam hangat Gia.

(eny/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads