Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Galau karena Suami Rahasiakan Pernikahan dari Mantan Istrinya

wolipop
Kamis, 12 Mar 2015 11:16 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Saya menikah dengan duda beranak satu. Dari awal kenal dengan dia, saya sudah terima dia apa adanya. Anaknya ikut dengan ibunya atau mantan istri suami. Dari sebelum nikah saya selalu ajak suami saya untuk melihat anaknya tapi selalu tidak mau dengan alasan belum saatnya kenal dengan anaknya.

Sekarang setelah menikah ternyata sama saja, malah dia berbohong kalau dia hilang kontak dengan anaknya, padahal setelah saya cek dia masih kontak dengan anaknya dan mantan istrinya. Suami bilang kalau komunikasi hanya sebatas masalah anak, tapi yang saya lihat tidak begitu karena ternyata mereka saling memberi perhatian. Apa salah kalau saya marah?

Dia juga masih merahasiakan kalau kami sudah menikah dengan alasan kasihan kepada anaknya kalau sampai tahu, pasti anaknya jadi pelampiasan marah ibunya. Saya bingung harus bagaimana? Saya marah, suami lebih marah karena katanya saya tidak mengerti perasaan dia. Kalau sampai mantannya tahu dia sudah menikah lagi pasti dia tidak diizinkan bertemu dengan anaknya. Tolong Mbak Ratih apa yang harus saya lakukan. Terimakasih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(Manda, 39 Tahun)

Jawab:

Dear Manda, situasi yang kamu hadapi saat ini harus dihadapi dengan penuh pertimbangan matang dan tidak gegabah dalam menyikapinya. Oleh karena itu coba ajak bicara suami secara baik-baik. Kesampingkan dulu emosi dan kemarahan yang akan memperburuk suasana dan coba berbicara dengan kepala dingin.

Tanyakan pada suami apakah ia sudah mencoba membicarakan dan menyelesaikan hubungannya dengan mantan secara baik-baik. Berikan kesempatan suami untuk menerangkan penjelasannya baru kemudian kamu tanggapi, mungkinkah ada alasan tertentu yang belum suami sampaikan pada kamu sehingga menyebabkan kesalahpahaman.

Bentuk komunikasi yang jujur dan terbuka untuk dapat menyelesaikan masalah secara baik-baik. Utarakan pula apa yang kamu rasakan, bahwa situasi ini sama-sama memberatkan semua pihak dan membutuhkan solusi bersama. Apabila kamu merasa kesulitan, kamu dapat meminta bantuan dari para ahli seperti psikolog atau konselor pernikahan. Semoga dapat membantu. Salam hangat Maila.

(eny/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads