Empat Tahun Pacaran Break Gara-gara Tak Ada Kepastian Menikah
wolipop
Senin, 18 Agu 2014 09:25 WIB
Jakarta
-
Saya sudah berpacaran selama empat tahun lebih dengan pacar saya dan sangat menyayangi dia. Dan umur kami sama. Sifatnya yang over cemburu dan curiga kalau saya berada di luar membuat hubungan saya sempat putus nyambung. Setahun belakangan, saya menanyakan padanya mau dibawa ke mana hubungan ini? Tapi dia tidak memberi jawaban pasti. Dan ketika ditanya selalu menjawab belum siap, belum bisa membahagiakan orangtua, dll. Alasan itu tidak berubah selama setahun. Terakhir dia bilang ingin beli rumah atau buka usaha.
Sementara dari pihak orangtua saya sendiri menanyakan keseriusan hubungan saya dengan dia. Dan tiba saatnya saya memberi ultimatum untuk bisa memberi jawaban. Saya selalu bilang akan menunggu setahun atau dua tahun lagi. Tapi dia sepertinya uring-uringan menjawab. Yang saya butuhkan hanya keseriusan saja. Saya tidak memaksa harus nikah tahun ini.
Pada akhirnya saya menghilangkan diri, memutuskan contact dari dia. Tapi dia tidak pernah sadar kenapa saya memutuskan kontak dengannya. Terakhir jawabannya jangan egois dan jangan keras kepala dan menanyakan status hubungan. Saya hanya menjawab mau status hadapi keluarga saya, biar saya yakin sama hubungan ini. Tapi tidak ada balasan SMS dari dia. Jujur saya masih sayang karena pacaran yang sudah cukup lama. Tapi saya seolah digantung dengan jawaban dia. Lalu, apa yang saya harus lakukan dengan kondisi kebimbangan saya?
(Gesita, 25 Tahun)
Jawab:
Dear Gesita, menjalin hubungan dengan pasangan memang membutuhkan usaha dari kedua belah pihak, termasuk dalam meyakinkan orangtua kamu. Saran saya sebaiknya kamu memikirkan dan memutuskan langkah apa yang kamu ingin lakukan dengan dia secara objektif.
Tidak salah bila kamu masih memiliki perasaan sayang terhadap dia, namun komitmen untuk berpacaran dan melangkah ke tahap yang lebih serius merupakan pilihan diri sendiri. Jika memang dia tidak bisa berkomitmen untuk menjalin hubungan serius dengan kamu, sebaiknya kamu kembali mempertimbangkan hubungan kamu dengannya.
Dengan segala sikap, perilaku, serta kebaikan dan keburukan dirinya, apakah dia yang terbaik untuk kamu. Kamu juga harus memikirkan apakah kamu sudah yakin untuk nanti menghabiskan sisa hidup kamu dengan karakteristik orang seperti dia. Apapun keputusan kamu, pastikan kamu sudah memikirkannya dengan matang tanpa penyesalan di kemudian hari, dan berkomitmen menjalankannya dengan tulus. Salam hangat Gesita.
(eny/eny)
Sementara dari pihak orangtua saya sendiri menanyakan keseriusan hubungan saya dengan dia. Dan tiba saatnya saya memberi ultimatum untuk bisa memberi jawaban. Saya selalu bilang akan menunggu setahun atau dua tahun lagi. Tapi dia sepertinya uring-uringan menjawab. Yang saya butuhkan hanya keseriusan saja. Saya tidak memaksa harus nikah tahun ini.
Pada akhirnya saya menghilangkan diri, memutuskan contact dari dia. Tapi dia tidak pernah sadar kenapa saya memutuskan kontak dengannya. Terakhir jawabannya jangan egois dan jangan keras kepala dan menanyakan status hubungan. Saya hanya menjawab mau status hadapi keluarga saya, biar saya yakin sama hubungan ini. Tapi tidak ada balasan SMS dari dia. Jujur saya masih sayang karena pacaran yang sudah cukup lama. Tapi saya seolah digantung dengan jawaban dia. Lalu, apa yang saya harus lakukan dengan kondisi kebimbangan saya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jawab:
Dear Gesita, menjalin hubungan dengan pasangan memang membutuhkan usaha dari kedua belah pihak, termasuk dalam meyakinkan orangtua kamu. Saran saya sebaiknya kamu memikirkan dan memutuskan langkah apa yang kamu ingin lakukan dengan dia secara objektif.
Tidak salah bila kamu masih memiliki perasaan sayang terhadap dia, namun komitmen untuk berpacaran dan melangkah ke tahap yang lebih serius merupakan pilihan diri sendiri. Jika memang dia tidak bisa berkomitmen untuk menjalin hubungan serius dengan kamu, sebaiknya kamu kembali mempertimbangkan hubungan kamu dengannya.
Dengan segala sikap, perilaku, serta kebaikan dan keburukan dirinya, apakah dia yang terbaik untuk kamu. Kamu juga harus memikirkan apakah kamu sudah yakin untuk nanti menghabiskan sisa hidup kamu dengan karakteristik orang seperti dia. Apapun keputusan kamu, pastikan kamu sudah memikirkannya dengan matang tanpa penyesalan di kemudian hari, dan berkomitmen menjalankannya dengan tulus. Salam hangat Gesita.
(eny/eny)
Hobbies & Activities
Upgrade Raket Padel Andalan! 4 Rekomendasi Produk Biar Makin Semangat Latihan!
Hobbies & Activities
Nggak Cuma untuk Anak! Ini Rekomendasi Mainan Anti Stres untuk Dewasa, Bikin Pikiran Lebih Rileks
Hobbies & Activities
Berkendara Lebih Aman dan Tenang dengan Dashcam Retouch Riding System Sprite S2
Home & Living
Tidur Jadi Lebih Nyaman! Kasur dari Turu Lana Ini Bikin Tidur Kamu Makin Berkualitas!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Menghadapi Kekasih yang Suka Berubah-ubah Sikap, Kadang Mesra dan Cuek
Si Dia Ngaku Tidak Mau Pacaran Dulu, Cuma Alasan atau Sungguhan?
Tidak Cocok dengan Keluarga Kekasih, Akankah Berpengaruh Setelah Menikah?
Cara Menghadapi Pacar yang Terlalu Baik Pada Wanita Lain
Cara Mengatasi Rasa Kesal Pada Ibu Mertua yang Sikapnya Mudah Berubah
Most Popular
1
Perampok Gugat Balik Nana eks After School, Kini Ngaku Diimingi 40 Juta Won
2
Sinopsis The Judge Returns, Ji Sung Jadi Hakim Korup, Balik ke Masa Lalu
3
Most Pop: Pernikahan Viral Roboh Diterjang Badai, Resepsi Tetap Jalan
4
7 Rekomendasi Drama Korea tentang Musuh Jadi Cinta yang Bikin Baper
5
Gantengnya Park Bo Gum Pakai Hanbok, Cetak Rekor Dilihat 22 Juta Kali
MOST COMMENTED











































