Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Galau Karena Tahu Suami Ternyata Gay, Harus Bagaimana?

Alissa Safiera - wolipop
Jumat, 18 Jul 2014 09:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta -

Kasandra, 30 Tahun

Saya wanita 30 tahun yang telah menikah selama suami dua tahun dan dikaruniai satu anak. Belakangan saya baru mengetahui dari teman bahwa suami saya memiliki kehidupan ganda. Ia memiliki akun di media sosial dengan nama yang berbeda dan mengencani sesama jenis. Hal ini semakin terbukti saat ia lembur dan saya mengikutinya di mal sedang berjalan di mal dan kemudian pergi ke sebuah hotel. Hal ini berulang kali terjadi namun saya diam saja menahan sedih.

Awalnya saya berpikir positif, namun beberapa kali saya tidak bisa tidur dan melihat notifikasi di smartphonenya ada pesan nakal dari pria yang berbeda-beda.
Sebut saja Windu, ternyata kesibukannya lembur di sebuah bank swasta bukan untuk pekerjaan namun kencan satu malam di hotel bersama pria-pria. Apa yang harus lakukan untuk pernikahan ini?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hobinya fitnes sampai malam pun juga ternyata pebuh kebohongan. Dandanan suami saya dan tingkah lakunya sangat maskulin dan ia pun cenderung homophobic di depan saya. Namun di belakang itu saya melihat sendiri kalau ia memang penyuka sesama jenis khususnya pria-pria bertubuh kekar di gym. Apa yang harus saya lakukan? Bercerai? Saya jijik membayangkan setelah ia meniduri pria lain lalu tidur di ranjang kami bersama anak.

Hi Kasandra,

Saya sangat mengerti perasaan kamu saat ini. Sebagai perempuan normal memiliki suami dengan perilaku demikian memang sungguh membuat tidak nyaman ya. Namun keputusan untuk bercerai hendaknya tidak dilakukan terburu-buru. Ingat, perceraian kedua orangtua besar kemungkinan akan sangat berdampak dengan anak.

Akan lebih baik jika kita mencari kebenaran terlebih dahulu mengenai perilaku suami, apakah suami sungguh penyuka sesama jenis, ataukah ada motif lain yang mendasari perilakunya tersebut. Sebagai bagian dari masyarakat metropolitan, ada kemungkinan hubungan sesama jenis dilakukan oleh seseorang demi gaya hidup, bukan karena dorongan dari dalam diri. Jika ini yang terjadi, maka perilaku suami lebih mudah dapat diperbaiki.

Sampaikanlah kepada suami secara jujur mengenai apa yang kamu ketahui, bagaimana perasaan kamu, dan apa yang menjadi kekhawatiran kamu. Ajaklah ia menemui psikolog untuk konseling dan mencari solusi yang terbaik atas kondisi kejiwaan suami saat ini, begitu pula untuk memperbaiki kondisi rumah tangga kalian. Terpenting dan terutama, konseling jugalah untuk diri kamu sendiri. Saya yakin kondisi ini sangat membuat kamu stress. Temuilah psikolog agar kamu lebih tenang dan lebih yakin dengan keputusan yang kelak akan kamu ambil.

(asf/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads