Cara Menghadapi Pria yang Insecure Terhadap Kekasihnya
wolipop
Rabu, 16 Jul 2014 10:42 WIB
Jakarta
-
Jawab:
Hi Resty,
Keputusan yang kamu ambil untuk tidak gegabah memberikan harapan yang lebih jauh mengenai kelanjutan hubungan kalian ke depannya merupakan tindakan yang tepat. Benar sekali bahwa kamu masih membutuhkan waktu lebih lanjut untuk membuat penilaian-penilaian apakah kekasih kamu saat ini merupakan calon suami yang tepat untuk kamu ke depannya. Untunglah kamu juga mampu bersikap peka terhadap sikap dia dan menanyakan masalah ini.
Menurut saya, kekasih kamu tidak insecure dengan kamu ataupun dengan hubungan kalian. Sebaliknya, dia merasa insecure dengan dirinya sendiri sehingga merasa minder dengan teman-teman kamu, dan khawatir kamu meninggalkannya. Rasa insecure ini tumbuh akibat pengalaman di masa lalu yang kurang menyenangkan dan butuh dicari tahu akar permasalahan yang sesungguhnya agar dapat ditangani dengan baik. Oleh sebab itu, saya sangat menyarankan Resty agar dapat mengajak kekasih menemui psikolog dan melakukan konseling dengannya. Kamu dapat membujuk dia dengan alasan untuk kepentingan hubungan kalian ke depannya.
(eny/fer)
Saya merasa kekasih saya (30 tahun) terlalu insecure terhadap hubungan kami. Dia bilang dia sangat mencintai saya, tapi terkadang sikapnya membuat saya kesal. Dia kerap melarang saya pergi dengan teman-teman saya. Kalau diajak, dia mengaku tidak merasa nyaman dan minder dengan mereka. Padahal menurut saya, dia tidak perlu merasa minder dan punya kualitas diri yang baik.
Saya memang belum menunjukkan ketertarikan ke arah hubungan yang lebih serius karena kami beberapa bulan pacaran. Hal ini pun membuat dia insecure. Apa yang harus saya lakukan menghadapi kekasih yang seperti ini? Bagaimana cara meyakinkannya agar tidak merasa insecure terhadap saya atau hubungan kami?
(Resty, 27 Tahun)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hi Resty,
Keputusan yang kamu ambil untuk tidak gegabah memberikan harapan yang lebih jauh mengenai kelanjutan hubungan kalian ke depannya merupakan tindakan yang tepat. Benar sekali bahwa kamu masih membutuhkan waktu lebih lanjut untuk membuat penilaian-penilaian apakah kekasih kamu saat ini merupakan calon suami yang tepat untuk kamu ke depannya. Untunglah kamu juga mampu bersikap peka terhadap sikap dia dan menanyakan masalah ini.
Menurut saya, kekasih kamu tidak insecure dengan kamu ataupun dengan hubungan kalian. Sebaliknya, dia merasa insecure dengan dirinya sendiri sehingga merasa minder dengan teman-teman kamu, dan khawatir kamu meninggalkannya. Rasa insecure ini tumbuh akibat pengalaman di masa lalu yang kurang menyenangkan dan butuh dicari tahu akar permasalahan yang sesungguhnya agar dapat ditangani dengan baik. Oleh sebab itu, saya sangat menyarankan Resty agar dapat mengajak kekasih menemui psikolog dan melakukan konseling dengannya. Kamu dapat membujuk dia dengan alasan untuk kepentingan hubungan kalian ke depannya.
(eny/fer)











































