Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Demi Anak-anak, Haruskah Memaafkan Suami yang Selingkuh?

wolipop
Senin, 23 Jun 2014 15:58 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Saya ibu dengan dua orang anak, anak yang pertama umur 5 tahun, yang ke dua umur 1 tahun. Sejak anak pertama umur 3 tahun, suami menjalin hubungan dengan mantannya. Ketika saya tanya baik-baik suami malah nampar saya depan anak. Ketika saya hamil ke-2 perselingkuhan tersebut ketahuan dan mereka putus kembali.

Setiap menutupi perselingkuhannya, suami bersikap manis dan sangat romantis. Tapi kemarahan saya mencapai puncaknya waktu hari minggu suami pamit mau tidur siang, bukannya tidur malah asyik telepon selingkuhannya. Saya marah, suami bilang minta maaf. Saya maafkan tapi saya minta suami untuk bersumpah bahwa tidak akan menikahi selingkuhannya, dan tidak akan menyakiti saya atau pun berbohong. Sumpah itu dilanggar. Dan sekarang suami sudah angkat kaki dari rumah. Apa yang harus saya lakukan, apakah memaafkan demi anak-anak saya, ataukah membiarkan suami pergi? Mengingat anak-anak masih kecil,dan sangat membutuhkan kedua orangtuanya. Terimakasih.

(Jelita, 33 Tahun)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawab:

Dear Jelita,

Menciptakan lingkungan keluarga yang sehat bagi anak-anak adalah yang terpenting bagi kesehatan tumbuh kembang anak. Salah satu kriteria lingkungan keluarga yang sehat bagi anak adalah terdapat kehangatan emosional diantara anggota keluarga dan anak tidak terekspos oleh pertengkaran dan kekerasan (fisik, emosional, seksual) dalam keluarga.

Bila keberadaan suami di rumah berdampak pada tereksposnya anak-anak dengan kondisi emosional orangtua yang labil, suasana panas atau dingin akibat pertengkaran orangtua maka kondisi demikian tidak sehat untuk anak-anak. Malahan akan lebih sehat bagi anak yang orangtuanya sudah berpisah namun masing-masing pihak sepakat secara konsisten meluangkan waktu untuk anak mereka secara berkualitas dan penuh kehangatan.

Keputusan saya kembalikan ke tangan Jelita untuk memilih mana yang terbaik untuk kesehatan mental kamu dan pertumbuhkembangan anak-anak. Karena bagaimanapun untuk anak-anak, ibu yang sehat secara mental dan emosional adalah yang terbaik yang mereka butuhkan. Memaafkan itu penting bukan hanya untuk orang lain tapi justru lebih untuk diri sendiri agar bisa melangkah maju. Namun memaafkan bukan berarti membiarkan orang lain dapat kembali melakukan hal yang sama yang tidak menyenangkan pada diri kita. Pada intinya solusi adalah yang paling penting dicari ketika masalah datang. Semoga masalah Jelita dapat segera diatasi dengan baik. Salam hangat.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads