Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Saat Tak Direstui, Lakukan Hal Ini Sebelum Putuskan Menikah dengan Duda

wolipop
Selasa, 13 Mei 2014 08:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Saya wanita usia 25 tahun. Saat ini saya sedang menjalin hubungan serius dengan seorang duda yang memiliki dua anak dan sudah menduda dua kali. Kami berniat untuk melanjutkan hubungan ke pernikahan. Tapi saya mendapat hambatan dari kedua kakak saya, karena mereka takut pernikahan kami tidak akan bertahan lama. Sedangkan ibu saya menyetujui jika kedua kakak saya setuju. Kira-kira apa yang harus kami lakukan agar keluarga saya menyetujui pernikahan kami. Apakah salah menikah dengan duda? Terima kasih.

(Nina, 25 Tahun)

Jawab:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dear Nina,

Pertanyaannya apakah kamu sudah yakin menghabiskan sisa hidup kamu dengan sosok laki-laki ini? Bagaimana dengan latar belakang kehidupan pernikahannya, apa yang terjadi hingga ia dua kali menduda? Hal ini penting untuk kamu ketahui dan pelajari secara objektif terlepas dari rasa cinta kamu terhadap dirinya. Bilakah ada pola perilaku pasangan yang tidak bertanggung jawab terhadap keluarga, tidak dapat memegang komitmen, atau hal lainnya. Bukan untuk berburuk sangka namun akan lebih baik bila kamu benar-benar mengenal siapa laki-laki yang akan menjadi suami kamu ini. Tentunya kamu tidak ingin kehidupan pernikahan kamu dengan pasangan berakhir seperti riwayat kedua pernikahan ia sebelumnya. Demikian juga dengan keluarga kamu.

Cinta memang tidak memilih, ia bisa datang pada waktu, tempat dan orang yang tidak terduga. Namun komitmen untuk berpacaran/menikah dan nasib adalah pilihan diri sendiri. Saran saya tidak ada salahnya berdiskusi dengan keluarga, apa perilaku dan sikap pasangan yang dinilai oleh mereka tidak baik atau membuat mereka tidak setuju. Pertimbangkan masukan mereka dengan baik. Kenali juga segala keburukan dan kebaikan pasangan kamu ini. Bila kamu siap menjalani hidup dengan pasangan kamu ini, termasuk dengan siap memiliki dua orang anak tiri maka barulah bicarakan dengan keluarga kamu akan hal yang membuat kamu yakin dapat menjalani hidup dengan pasangan kamu tersebut. Diskusikan juga dengan pasangan mengenai hal-hal yang dapat dilakukan untuk meyakinkan keluarga kamu, misalnya seperti: mengajak jalan keluarga, makan bersama, dsb. Salam hangat Nina.

(eny/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads